BOGOR-PENDIDIKAN-KENALKAN PROFESI PETANI PADA ANAK DENGAN LANGKAH INI-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Pendidikan

Kenalkan Profesi Petani Pada Anak dengan Langkah Ini

Indonesia merupakan negara agraris, dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Melihat kondisi ini, tidak ada salahnya jika para orangtua mengenalkan profesi petani kepada buah hatinya.

Saat ini profesi bidang pertanian mampu memberi jaminan kehidupan tidak sedikit. Sebagai contoh, salah satu petani makmur dan sukses adalah Charlie Tjendrapati. Semula ia bekerja di salah satu maskapai penerbangan ternama dan kemudian beralih profesi menjadi petani.

Petani Sukses Charlie Tjendrapati

Untuk mengenalkan profesi petani kepada anak, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh. Seperti dikutip Sahabat Keluarga Kemendikbud (16/1/2019), berikut langkah tersebut.

Melalui Permainan

Dunia anak adalah dunia bermain. Orangtua dapat mengenalkan profesi petani dengan bermain. Dengan memanfaatkan mainan yang dimiliki ajak untuk mengolah tanah, menanam padi atau jagung, dan bila ada hama disemprot dengan mainan semprotan airnya untuk memberantas hama.

[Baca Juga: Serunya Permainan Wahana Air di Pondok Indah Mal]

Lewat lagu

Selain suka bermain, anak-anak juga suka bernyanyi. Sembari bernyanyi, orangtua dapat mengenalkan profesi petani pada anak. Dengan harapan negara agraris ini tidak miskin petani yang andal. Benar-benar menjadi negara yang maju dalam bidang pertanian, pangan, perkebunan dan perikanan. Bukan negara agraris pengimpor pangan.

Dengan Berbelanja

Anak-anak juga sangat senang bila diajak berbelanja, ke pasar atau ke swalayan. Ajaklah mereka belanja bahan pangan seperti membeli beras, cabai, sayuran. Ketika membeli beras atau bahan pangan lain, tanyakan pada mereka, ”Dik, siapa yang menghasilkan beras, atau siapa yang menanam cabe? Bagaimana kalau tidak ada beras?”. Dari respon yang diberikan anak, orangtua dapat mengenalkan profil petani.

Berkebun

Pengalaman langsung sangat berkesan dan memberikan memori yang lebih lama pada anak. Ajaklah anak bertani, bercocoktanam atau berkebun, atau sekadar berlatih menanam dan memelihara tanaman di depan rumah. Cobalah kenalkan profesi petani dalam artian luas, yang tidak harus belepotan tanah, menyemprot hama menggunakan pesawat, memanen padi menggunakan peralatan canggih.

[Baca Juga: Poktan Kebayoran Lama Selatan Panen Sayur Sebanyak 149 kg]

Wisata

Sekarang ini banyak sekali lokasi wisata yang memfasilitasi anak-anak belajar mengenal profesi. Orangtua dapat mengajak anak berwisata ke agrowisata, seperti di Taman Buah Mekarsari yang berlokasi di kawasan Cibubur. Di sana orangtua dan anak bisa berwisata memetik buah, menanam hidroponik, atau wisata lainnya yang difasilitasi untuk mengenal salah satu proses terkait bidang pertanian. Dengan mengunjungi tempat tersebut, rasa ingin tahu anak yang tinggi akan menuntun mereka menanyakan hal-hal yang mereka amati selama berwisata.

Read More

Artikel Lainnya

Landmark UIN 1.jpg

Pendidikan

Jalur UM-PTKIN, Jalur Alternatif Masuk UIN Jakarta

13 April 2021, 12:18

Jalur UM-PTKIN disediakan UIN Jakarta bagi calon mahasiswa baru untuk pilihan jurusan-jurusan non-umum. Diselenggarakan dalam bentuk ujian tes, pendaftaran jalur ini dibuka sampai akhir bulan ini.

BJM 1.jpg

Berita Kawasan

Batu Jati Mas Tetap Buka untuk Ciblon Ramadhan dan Lebaran di Kota Batu

13 April 2021, 12:07

Ciblon sebagai budaya yang diserap dari penyujian jiwa dan raga agama Hindu ini dimediasi oleh umat Islam Kota Batu dalam penyambutan Ramadhan.

sholat-tarawih.jpg

Berita Kawasan

Salat Tarawih Perdana di Kota Medan Berlangsung Lancar dan Sesuai Prokes

13 April 2021, 11:49

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut Ramadan dengan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area masjid.

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.


Comments


Please Login to leave a comment.