Kenapa Memberikan Pembalut Gratis di Sekolah Itu Penting

Pendidikan

Kenapa Memberikan Pembalut Gratis di Sekolah Itu Penting?

Pemerintah New Zealand belum lama ini telah membuat terobosan baru dalam dunia pendidikan. Baru-baru ini, pemerintah New Zealand mengumumkan akan menyediakan produk sanitasi perempuan gratis berupa pembalut di sekolah yang diperuntukkan bagi siswi tidak mampu.

Langkah ini dibuat sebagai bentuk pemerintah New Zealand untuk mengatasi period poverty, yakni kondisi dimana perempuan tidak mampu untuk membeli atau memperoleh produk sanitasi untuk mengatasi menstruasi. Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern mengungkapkan bahwa sekitar 95.000 remaja perempuan berusia 9-18 tahun memilih untuk tidak bersekolah selama masa menstruasi karena tidak mampu membeli pembalut.

Kenapa Memberikan Pembalut Gratis di Sekolah Itu Penting

“Dengan menyediakan pembalut gratis, kita mendukung anak-anak muda ini untuk melanjutkan belajar di sekolah,” kata Ardern, dilansir dari CNN.com (8/6/2020).

Pemerintah setempat mengeluarkan anggara sebesar 2,6 juta dollar New Zealand. Untuk realisasi tahap pertama program ini akan dilakukan di 15 sekolah yang ada di wilayah Waikato, di Pulau Utara New Zealand. Program ini akan diperluas ke seluruh sekolah di New Zealand pada tahun 2021.

Masalah Semua Negara

Selama ini, Period poverty menjadi sering dilihat sebagai masalah di negara-negara berkembang. Padahal, sejumlah studi menunjukkan bahwa hal ini juga terjadi di negara-negara maju, termasuk Inggris, Amerika dan New Zealand.

Survey dari Youth19 terkait kesehatan dan kesejahteraan menunjukkan bahwa pelajar usia 9-13 tahun atau 12-18 tahun yang mengalami menstruasi sulit untuk mengakses pembalut karena keterjangkauan. Sekitar satu dari 12 pelajar bahkan dilaporkan tidak sekolah karena tidak bisa memperoleh pembalut.

Kenapa Memberikan Pembalut Gratis di Sekolah Itu Penting

“Menstruasi adalah fakta kehidupan bagi separuh populasi dan akses untuk produk-produk ini [pembalut] adalah sebuah keharusan, bukan kemewahan.” kata Menteri Perempuan New Zealand, Julie Anne Genter.

Menurut UNICEF serta organisasi lainnya, ketidakmampuan untuk memperoleh produk sanitasi seperti keperluan mendasar untuk mengatasi menstruasi adalah masalah perempuan di seluruh dunia.

[Baca Juga: Tips Mencegah Kulit Iritasi Akibat Pembalut]

“Ketika Anda tidak bisa mengakses kebutuhan mendasar manusia yang benar-benar mempengaruhi cara Anda melihat diri Anda sendiri, bukan karena kesalahan Anda sendiri, itu mengikis harga diri Anda, perasaan Anda, dan rasa Mana Anda (semacam kekuatan spiritual di Maori),” kata Konselor di the He Huarahi Tamariki school di New Zealand, Wllington, Caro Atkinson.

Membantu Anak Tidak Mampu

Ardern mengatakan bahwa program ini adalah salah satu upaya memperluas dukungan untuk mengurangi kemiskinan anak-anak di New Zealand.

“Rencana kami adalah untuk mengurangi separuh kemiskinan anak dalam 10 tahun adalah dengan dengan membuat perubahan, tetapi ada hal yang lebih banyak harus dilakukan dan dengan keluarga yang terdampak pandemi COVID-19, menjadi penting untuk meningkatkan dukungan di daerah-daerah yang dapat menghasilkan langsung perubahan,”kata Ardern.

Sementara itu, Dignity - salah satu NGO yang bergerak untuk penyediaan produk sanitasi menstruasi bagi orang yang membutuhkan - mengatakan bahwa senang dengan adanya komitmen pemerintah untuk mengatasi period poverty.

[Baca Juga: 7 Cara Siasati Ngidam Selama Menstruasi]

“Ini investasi yang fantastis dari pemerintah kita. Namun, ini baru permulaan. Period Poverty bukan hanya berdampak pada siswa. Ini adalah bagian dari kemiskinan dan banyak kelompok lain, seperti tunawisma yang kehilangan penghasilan, sangat merasakan dampak dari kurangnya akses untuk produk sanitasi,” Kata Co-founder Dignity, Miranda Hitchings.

Sebelumnya, England telah mengumumkan akan menyediakan produk sanitasi gratis di sekolah menengah pada tahun kemarin. Selain itu, Parlemen Skotlandia pada bulan Februari juga telah membuat undang-undang lanjutan yang ditujukan untuk memastikan akses gratis ke produk-produk kesehatan menstruasi. Langkah tersebut direalisasikan melalui pembuatan Period Products (Free Provision) Scotland Bill.


Read More

Artikel Lainnya

Jakarta Concert Week 2023 Siap Digelar di GJAW.jpg

Hobi dan Hiburan

Jakarta Concert Week 2023 Siap Digelar di GJAW

07 February 2023, 14:00

Gaikindo Jakarta Auto Week 2023 nantinya tak hanya berisikan pameran otomotif tapi juga siap didampingi acara konser seru bertajuk Jakarta Concert Week 2023.

Sukses Raih Penghargaan Acer Smart School Awards 2022, Ini 12 Pemenangnya.jpg

Pendidikan

Sukses Raih Penghargaan Acer Smart School Awards 2022, Ini 12 Pemenangnya

07 February 2023, 11:00

Melalui Acer Smart School Awards 2022, Acer beri penghargaan kepada belasan sekolah dan para guru kreatif yang dipandang mendorong transformasi pendidikan Indonesia.

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus.jpg

Pendidikan

Ini Komunitas Unpad Peduli Anabul Penghuni Area Kampus

06 February 2023, 14:53

Bergabung dalam UnpadSF, sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran mengisi sela-sela waktunya untuk membantu serta melindungi anabul yang tinggal di sekitaran kampus Unpad.

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM.jpg

Bisnis

CFD Kota Medan Bawa Berkah Bagi Pengusaha UMKM

06 February 2023, 12:51

Selain untuk berolahraga, CFD Kota Medan juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga serta teman dan ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha UMKM Kota Melayu Deli.


Comments


Please Login to leave a comment.