Demensia Dan Alzheimer, Dua Penyakit Penyebab Pikun

Kesehatan

Ketahui Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Penyakit Penyebab Pikun

Baik Demensia dan Alzheimer merupakan gangguan otak yang gejala utamanya adalah kesulitan untuk mengingat berbagai hal. Meskipun memiliki kesamaan, sejatinya dua kondisi ini berbeda. Salah satunya pemicu seseorang terkena dua penyakit ini adalah bertambahnya usia, tetapi tidaklah bisa dianggap wajar terjadi pada lansia karena ini gangguan kesehatan. Apa yang membedakannya? Melansir dari hellosehat.com, simak penjelasannya.

Demensia dapat diartikan sebagai sekumpulan gejala yang mengganggu fungsi kognitif otak untuk berkomunikasi serta melakukan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Istilah demensia biasanya menggambarkan kesulitan untuk berpikir yang dialami seseorang, artinya terdapat lebih dari satu gangguan kognitif yang dapat menyebabkan seseorang mengalami demensia. Sedangkan alzheimer adalah suatu penyakit dan merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami gejala demensia.

Demensia Dan Alzheimer, Dua Penyakit Penyebab Pikun

Berbeda dengan beberapa penyakit atau gangguan fungsi tubuh akibat infeksi dan penggunaan obat yang menyebabkan demensia, penyakit Alzheimer disebabkan kerusakan atau kematian sel otak dan belum dapat disembuhkan hingga saat ini. Orang dengan Alzheimer biasanya ditandai dengan kesulitan mengingat berbagai hal dan akan mengalami gejala demensia seiring dengan berjalannya waktu.

[Baca Juga: Mactivation Mendobrak Sensori dan Rangsang Fungsi Otak]

Jenis demensia tergantung pada penyebabnya yang merupakan gangguan organ tubuh akibat penyakit degeneratif. Di samping kerusakan otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer, beberapa jenis demensia lain, seperti:

1) Demensia Vaskuler

Merupakan gangguan kognitif yang terjadi pada penderita stroke dan sering tidak disadari. Penderita stroke yang sudah sembuh dari stroke, belum mengalami kelumpuhan, atau bahkan belum terdiagnosis stroke dapat mengalami demensia. Penyebab utamanya adalah penyumbatan pembuluh darah otak dan perdarahan pada otak. 2) Lewy Bodies Demensia (LDB)

Lewy bodies merupakan istilah untuk penumpukan penumpukan protein alpa-synuclein pada bagian korteks otak. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan pada otak dan menyebabkan seseorang mengalami demensia. Beberapa gejala yang umumnya disebabkan kondisi lewy bodies antara lain: susah tidur (gejala awal), kesulitan berpikir jernih, membuat keputusan, dan berkonsentrasi. Selain itu secara fisik biasanya disertai kesulitan untuk bergerak, tubuh bergetar, dan cenderung lambat dalam bergerak.

[Baca Juga: Kenali Pseudobulbar, Gangguan Otak yang Dialami Tokoh Joker]

3) Demensia pada Penyakit Parkinson

Penyebabnya adalah kerusakan sel otak seperti pada LDB, tapi penumpukan protein alpha-synuclein terjadi pada area dalam otak yang disebut substantia nigra sehingga menyebabkan kerusakan saraf otak yang berfungsi untuk menghasilkan dopamin. Gejala demensia jenis ini sama dengan gejala LDB dan biasanya muncul setelah 10 tahun mengalami parkinson.

4) Demensia Campuran

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa penyakit yang menimbulkan gejala demensia. Demensia campuran biasanya disebabkan oleh penumpukan protein pada otak seperti pada kasus LBD dan penyumbatan aliran darah otak seperti pada demensia vaskuler. Gejala yang ditimbulkan sesuai dengan gangguan yang menyebabkan demensia.

5) Demensia Frontotemporal

Penyebab utama dari demensia jenis ini adalah kerusakan sel pada bagian depan otak dikarenakan penumpukan protein dan berbagai penyakit otak yang disebabkan protein TDP43. Gejala utama dari demensia frontotemporal adalah gangguan perilaku disertai gejala yang mirip dengan LDB.

Demensia Dan Alzheimer, Dua Penyakit Penyebab Pikun

6) Penyakit Huntington

Penyakit Huntington yang merupakan kelainan genetik juga menyebabkan seseorang mengalami gejala demensia yang muncul pada usia 30-50 tahun. Gejala yang ditimbulkan antara lain: gangguan berpikir dan mengingat, gangguan dalam membuat perencanaan dan mengorganisir sesuatu, dan gangguan berkonsentrasi.

7) Demensia Creutzfeldt-Jakob

Merupakan demensia akibat gangguan otak yang disebabkan oleh suatu protein prion yang mengakibatkan otak seseorang berubah menjadi bentuk yang abnormal. Kondisi inilah yang menyebabkan gejala demensia. Paparan protein prion pada otak akan menyebabkan gejala demensia memburuk dengan sangat cepat. Gejala yang ditimbulkan di antaranya: gangguan berpikir, kebingungan, mood swing, depresi, otot bergerak abnormal, dan kesulitan berjalan.

[Baca Juga: Inilah 6 Manfaat Olahraga untuk Otak Anda]

8) Hydrocephalus Tekanan Normal

Demensia jenis ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada otak. Gejala yang ditimbulkan antara lain: kesulitan berjalan, kesulitan berpikir dan berkonsentrasi, perubahan kepribadian dan perilaku. Gejala demensia dalam kategori ini akan menurun keparahannya dengan mengeluarkan cairan berlebih di dalam otak.

9) Sindrom Wernicke-Korsakoff

Gangguan ini biasanya dialami orang yang mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang lama sehingga otak mengalami kekurangan vitamin B1. Gejala yang ditimbulkan hanya berkaitan gangguan ingatan, sedangkan kemampuan kognitif lainnya tetap dapat berjalan normal.

Jika sudah terkena penyakit ini akan susah untuk menyembuhkan. Maka dari itu Anda perlu mengatur pola hidup Anda. Jaga asupan seperti memakan makanan sehat, menjauhi alkohol, berhenti merokok. Dan mulailah berolahraga, meditasi menenangkan pikiran seperti yoga. Serta segeralah cek ke dokter jika terjadi gejala di atas pada Anda.

Read More

Artikel Lainnya

Ingin Kurus? Jangan Coba-coba Makan Ini di Malam Hari

Kesehatan

Ingin Kurus? Jangan Coba-coba Makan Ini di Malam Hari!

10 December 2019, 18:00

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori saat malam hari akan membuat berat badan naik. Ingin kurus? hindari jenis makanan ini jelang tidur!

Avrist Senang dengan Hasil Program Avrist Warrior Woman

Bisnis

Avrist Senang dengan Hasil Program Avrist Warrior Woman

10 December 2019, 17:00

Melihat antusiasme serta perkembangan bisnis peserta Avrist Warrior Woman, perusahaan Avrist menilai program CSR ini sukses.

Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Senen Direlokasi

Berita Kawasan

Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Senen Direlokasi

10 December 2019, 16:00

Dalam rangka menata trotoar di Jalan Raya Senen, Pemkot Jakarta Pusat relokasi para pedagang pakaian bekas.

Ular Sanca Besar Ditangkap Petugas Kelurahan Kebagusan

Berita Kawasan

Ular Sanca Besar Ditangkap Petugas Kelurahan Kebagusan

10 December 2019, 15:00

Warga Kelurahan Kebagusan baru-baru ini dikejutkan dengan kemunculan ular yang panjangnya lebih dari satu meter. Petugas pun sigap menangkapnya.


Comments


Please Login to leave a comment.