KEBON JERUK-KESEHATAN-KETAHUILAH GEJALA DAN PENGOBATAN UNTUK KANKER-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Ketahuilah Gejala dan Pengobatan untuk Kanker

Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia. Kelompok peneliti kanker dari World Health Organization (WHO) menyatakan, setidaknya ada 18.000.000 kasus kanker dengan jumlah kematian sebesar 9.000.000 jiwa di tahun 2018.

Di Indonesia sendiri, mengutip kemkes.go.id dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi kanker meningkat dari 1,4 persen di tahun 2013 menjadi 1,8 persen di 2018.

Riskesdas yang baru-baru ini dipublikasikan menyebutkan, kenaikkan kasus-kasus penyakit tidak menular, termasuk kanker, berhubungan dengan gaya hidup, seperti merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik,serta kurangnya konsumsi buah dan sayur.

Seseorang yang menderita kanker umumnya menunjukan gejala tertentu, biasanya berhubungan dengan organ dari mana sel kanker tersebut berasal. Namun, tidak sedikit juga penderita baru merasakan gejala ketika kanker sudah berada di tahap akhir.

[Baca Juga: Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak, Benarkah?]

Seperti dikatakan dr. Jeffrey Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, tubuh manusia memiliki berbagai organ dengan fungsinya masing-masing yang bekerja secara simultan untuk mempertahankan fungsi hidup.

“Setiap hari organ seperti paru, jantung, usus, hati dan lainnya terus menerus mengalami pertumbuhan dan kamatian sel secara seimbang. Kanker terjadi apabila keseimbangan ini terganggu dan pertumbuhan sel menjadi jauh lebih besar dibandingkan kematian sel,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima PingPoint.co.id (6/12/2018).

Konsulen Hematologi dan Onkologi di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini melanjutkan, ketika seseorang sudah terdiagnosa kanker, maka treatment yang tepat harus segera dilakukan baik dalam bentuk operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Jenis Pengobatan Kanker

Operasi bisa dilakukan dalam kasus-kasus tumor jinak, sedangkan kemoterapi dapat dilakukan tanpa maupun dengan pengobatan lainnya. Dirinya juga menerangkan, kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker, mengurangi kemungkinan kambuhnya sel kanker, menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker, serta mengurangi gejala atau efek samping dari kanker.

“Kemoterapi dapat juga digabungkan dengan pengobatan lain, contohnya kemoterapi dapat diberikan untuk memperkecil tumor sebelum tindakan radiasi atau diberikan setelah operasi atau terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa.” katanya.

[Baca Juga: Bukan Obat Tetapi Resep Olahraga yang Diberikan]

Bentuk dan cara pemberian kemoterapi beraneka ragam tergantung pada jenis kanker dan tingkat penyebarannya, histori pengobatan pasien, dan permasalahan kesehatan lain yang diderita pasien. Mempertimbangkan kompleksitas dan efek samping dari kemoterapi, pasien harus berada di bawah pengawasan dokter dan perawat yang berkompetensi selama proses kemoterapi dilaksanakan.

“Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui Unit Kemoterapi, Sistemik, dan One Day Care di bawah pengawasan Konsulen Hematologi dan Onkologi berkomitmen untuk mendampingi serta membantu pasien dalam setiap proses kemoterapi yang berlangsung,” tuturnya.


Read More

Artikel Lainnya

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

Berita Kawasan

Launching TV Desa, Kota Batu Adakan Lomba Film Pendek

27 September 2021, 22:08

Lomba film pendek yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

BNS 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Potret Pasar Malam yang Dimodernisasi Batu Night Spectacular

27 September 2021, 21:09

Desain-desain modern yang ditemukan di Jatim Park Grup kini bisa ditemukan di berbagai tempat wisata di Kota Batu.

Henju-2

Kecantikan dan Fashion

Henju By Gracy, Aksesori Jogja Sukses Taklukkan Pasar Dunia

27 September 2021, 20:08

Sampai saat ini Henju sudah tersebar di pasar-pasar aksesoris di berbagai negara. Konsumen terbesarnya berasal dari Amerika, Perancis , Inggris dan beberapa negara Eropa.

Penduduk Lansia Pada Masa Pandemi, Antara Meningkatnya Harapan Hidup dan Masuk Dalam Kelompok Rentan

Kesehatan

Lansia Kala Pandemi, Harapan Meningkat tapi Masih Kelompok Rentan

27 September 2021, 19:07

Lansia di Kota Semarang terus bertambah dengan semakin meningkatnya harapan hidup, di sisi lain mereka masuk kelompok rentan. Pelayanan kesehatan pada kelompok lansia pun terus ditingkatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.