Ketika Gawai Jadi Alat Belajar, Begini Cara Atasi Kecanduan Game pada Anak

Pendidikan

Ketika Gawai Jadi Alat Belajar, Begini Cara Atasi Kecanduan Game pada Anak

Sistem pendidikan jarak jauh atau PJJ yang diberlakukan banyak wilayah selama pandemi ini membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan gawai. Bukan hanya untuk menonton dan main game, tapi juga belajar.

Nah, bagaimana dengan anak yang kecanduan game di gawai? Pelarangan gawai di masa PJJ tidak memungkinkan. Jadi, bagaimana caranya agar anak tetap bisa dipercayakan menggunakan gawai dan tetap dapat mengontrol durasi bermain game?

Remaja dan anak-anak menghabiskan waktu mereka untuk bermain game melalui gawai telepon pintar atau personal computer (PC). Semua anak, laki-laki atau perempuan berpotensi kecanduan bermain game. Namun, penelitian yang dilakukan Herman Nirwana & Nurul Jannah dari Universitas Negeri Padang) berjudul Hubungan Kecanduan Game dengan Motivasi Belajar Siswa dan Implikasinya terhadap Bimbingan dan Konseling, menyatakan, kecanduan game pada anak laki-laki lebih tinggi dari anak perempuan.

Ketika Gawai Jadi Alat Belajar, Begini Cara Atasi Kecanduan Game pada Anak

Kondisi itu diakibatkan, anak laki-laki cenderung memiliki keinginan untuk mengalahkan, dan hal tersebut membuatnya merasa ketagihan untuk bermain terus menerus. Dalam konteks konstruksi gender tradisional, orangtua tidak membebani anak laki-laki melakukan pekerjaan rumah tangga (domestik), dan beban itu hanya diberikan kepada anak perempuan, sehingga selain anak perempuan tidak memiliki waktu yang cukup untuk bermain, juga mendapat batasan jenis permainan (tidak sebebas anak laki-laki).

Menurut artikel yang dimuat di situs Yayasan Pulih (20/7/2020), ada sejumlah dampak pada permainan game, salah satunya dampak positif, antara lain dapat membantu mengurangi stres, mendapatkan teman baru, hiburan, bahkan dapat membantu meningkatkan keterampilan bahasa asing.

[Baca Juga: Menatap Layar Gawai Terlalu Lama? Begini Cara Lindungi Mata Anda]

Lalu apa yang membuat bermain game memiliki dampak buruk, terutama pada anak? Berikut poin-poin penjelasannya:

  • Anak cenderung kurang melakukan gerakan yang lama kelamaan membuat sistem motorik mereka menurun dan dapat mengakibatkan obesitas
  • Dapat memicu kerusakan pada mata (karena terlalu lama menatap layar handphone atau laptop yang menyebabkan mata lelah dan bahkan dapat menyebabkan mata minus)
  • Kecanduan bermain game dapat menyebabkan anak mengalami gangguan konsentrasi dan mereka cenderung lebih tertarik untuk melakukan permainan di dalam rumah dibanding melakukan aktivitas fisik di luar rumah

Penelitian yang dilakukan pakar adiksi dan Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Siste pada 2008 menyatakan, 14 persen anak kecanduan internet (bermain media sosial & game online). Biasanya mereka menghabiskan waktu sekitar 4-6 jam per hari.

{#R]

Dampak dari anak yang kecanduan game rela menghabiskan waktunya hanya untuk bermain dibanding melakukan kegiatan lainnya, dan mereka menganggap permaianan itu lebih penting dari hal lain. Selain itu, dampak kecanduan game juga menyebabkan seseorang sulit mengembangkan kemampuan interaksi dengan orang lain dan membuat hubungan sosial kurang baik. Anderson & Bushman juga menyatakan kalau kecanduan game membuat prestasi akademik dan motivasi belajar menurun.

Lalu, bagaimana Anda mengetahui kalau anak mengalami kecanduan game? Berikut ciri-cirinya:

  • Sebagian besar waktu dihabiskan untuk bermain game
  • Menunda atau bahkan sengaja tidak mengerjakan tugas untuk bermain game
  • Tidak tenang saat tidak ada handphone
  • Terus meminta orangtua untuk membelikan perlengkapan game dalam jarak waktu yang dekat

[Baca Juga: Ini Trik Agar Anak Tak Kecanduan Gawai]

Lalu bagaimana kalau anak sudah mengalami kecanduan game, dan bagaimana mengatasinya? Berikut beberapa cara untuk mengatasi kecanduan game pada anak:

  1. Mengurangi waktu bermain game untuk anak. Jika anak dalam sehari menghabiskan waktu sekitar 6 jam, maka kurangi waktu bermain dengan perlahan atau berikan pengertian pada anak mengapa jam bermain harus dibatasi
  2. Mengalihkan dengan kegiatan lain yang bermanfaat. Misalnya seperti mengajak berenang, bermain bola, atau aktivitas fisik lainnya
  3. Buat kesepakatan agar dapat bermain game. Seperti boleh bermain setelah selesai belajar atau setelah membantu orangtua
  4. Memberikan contoh yang baik. Misalnya pada saat memiliki waktu luang, bisa saja orangtua mengajak anak untuk berbincang bincang, mengajak anak untuk ikut andil dalam membersihkan rumah, atau mengajak melakukan aktivitas lain yang mengasah keterampilan atau memperbanyak gerak

Jika setelah melakukan berbagai cara seperti di atas namun keinginan untuk bermain game masih sangat tinggi, maka akan sangat tepat untuk meminta bantuan pada tenaga ahli yang profesional. Anda bisa menjadwalkan konsultasi dengan psikolog untuk menentukan terapi yang telat bagi anak.

[Baca Juga: Ikuti 4 Cara Ini untuk Kurangi Kecanduan Ponsel Pintar]


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.