ads
DEPOK_PENDIDIKAN_KEUNIKAN SEKOLAH KARAKTER DI DEPOK INDONESIA_OCI_REVISI 01-01.jpg

Pendidikan

Keunikan Sekolah Karakter di Depok Indonesia

Pernah mendengar tentang model pendidikan berbasis karakter? Ada satu sekolah di Depok Indonesia di bawah naungan Yayasan Indonesia Heritage Fondation (IHF) yang menerapkan kurikulum Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK). Nama sekolahnya sederhana saja Sekolah Karakter mulai tingkatan Kelompok Bermain hingga Sekolah Menengah Pertama.

Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter berangkat dari filosofi pendidikan yang percaya bahwa setiap manusia dapat menjadi insan berkarakter, cerdas, kreatif, pembelajar sejati, serta dapat menemukan identitas, makna, dan tujuan hidupnya (makhluk spiritual) apabila seluruh dimensi kemanusiaannya dapat berkembang secara utuh, dan adanya kesadaran bahwa dirinya adalah bagian dari keseluruhan. Filosofi ini digagas pendiri IHF Dr. Ratna Megawangi dan Dr. Sofyan Djalil, pasangan suami istri yang memiliki komitmen tinggi untuk memperbaiki dan mencetak generasi Indonesia yang lebih berkarakter. Didirikan pada 2000, Sekolah Karakter ini berawal dari kegelisahan pendiri saat menyadari bahwa ternyata mayoritas penduduk Indonesia yang notabene sudah mengerti dan mendapatkan pengetahuan tentang moral dan agama di tiap-tiap jenjang sekolahnya, ternyata masih banyak yang memiliki perilaku jauh dari nilai-nilai moral dan agama.

[Baca Juga : Mengenal Metode Pendidikan Montessori untuk Anak]

Tawuran pelajar, adanya konflik antar golongan (suku, agama, dan ideologi), tingginya angka korupsi, rusaknya lingkungan hidup, dan permasalahan sosial lainnya seolah telah menjadi bagian kehidupan yang dimahfumi karena saking kerapnya terjadi. Ketidaksinambungan antara apa yang diketahui dengan apa yang dilakukan merupakan indikasi dari kegagalan bangsa dalam membentuk karakter masyarakatnya. Di samping itu, generasi kreatif dan berdaya pikir tinggi pun masih minim.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan bangsa berkarakter, cerdas, dan kreatif, IHF mencoba membuat terobosan-terobosan baru bagaimana mewujudkan insan berkarakter mulia yang konsisten antara pikiran, hati, dan tindakan nyata, yaitu melalui pengkajian, pengembangan, dan pendidikan Sembilan Pilar Karakter serta pengembangan beberapa strategi pendidikan untuk menciptakan generasi kreatif dan berdaya pikir tinggi.

Sembilan Karakter

Dikarenakan fokus model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter adalah pembangunan karakter, maka penciptaan lingkungan belajar yang kondusif adalah syarat mutlak agar pembentukan karakter anak dapat terbentuk. Misalnya terbentuknya kelekatan emosi yang kuat antara pihak sekolah dan siswa, antar siswa, dan antara orangtua-sekolah, sehingga internalisasi nilai-nilai yang diberikan akan mudah diserap oleh siswa, dan siswa akan mempunyai komitmen untuk menjadikan nilai-nilai luhur sebagai prinsip kehidupannya.

Proses pembelajaran dalam model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter adalah aktif, yang membuat siswa termotivasi dari dalam serta menggairahkan spirit siswa. Model ini juga memperhatikan keunikan setiap anak (kecerdasan majemuk), metode pendidikan yang sesuai dengan tahapan umur, menerapkan prinsip belajar aktif, pembelajaran terintegrasi, belajar ramah otak, belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu anak, pembelajaran kontekstual, belajar dengan praktek nyata, belajar bekerja dalam tim, manajemen kelas efektif, dan komunikasi positif.

[Baca Juga : Bentuk Karakter Anak dengan Kursus Memanah]

Selain itu, model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter juga mengintegrasikan pilar karakter pada setiap kegiatan sentra (pembelajaran terintegrasi, tematis berbasiskan karakter), serta mendorong keterlibatan aktif orangtua. Sembilan pilar karakter yang diintegrasikan dalam metode pembelajaran yaitu:

  1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya
  2. Tanggung jawab, Kedisiplinan,dan Kemandirian
  3. Kejujuran/Amanah dan Diplomasi
  4. Hormat dan Santun
  5. Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama
  6. Percaya Diri, Kreatif, dan Pekerja keras
  7. Kepemimpinan dan Keadilan
  8. Baik dan Rendah Hati
  9. Toleransi, Kedamaian, dan Persatuan

Kesembilan pilar karakter tersebut diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik dengan menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Melalui metode ini, siswa diajak berpikir dan berdiskusi tentang mengapa seseorang harus berbuat baik. Siswa akan terbiasa dengan self talk, sehingga terbentuk kontrol internal, dan bukan kontrol eksternal. Tiga metode tersebut dikemas dalam kurikulum dan modul yang menjadi acuan kegiatan belajar setiap hari yang menyenangkan.

Bila anak tampak terbebani dan tidak bisa menikmati kegiatan belajar mengajar di sekolah? Mungkin orangtua perlu mengevaluasi ulang pilihan sekolah. Semua anak memiliki potensi berbeda dan tidak semua harus mengejar prestasi akademis. Inilah yang menjadi titik berat penyelanggaraan pendidikan karekter. Kunjungi langsung Sekolah Karakter yang terletak di Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 31 No. 46, Cimanggis, Depok Indonesia (TK dan SD). Sementara untuk SMP di Jln. Pekapuran No. 15, Sukatani, Tapos Depok.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  6 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads