pakaian-adat-asn.jpg

Bisnis

Kewajiban Penggunaan Pakaian Adat ASN di Medan Bantu Pelaku UMKM

Pemerhati Budaya yang juga dosen Fakultas Ilmu Budaya USU Wara Sinuhaji mendukung penuh langkah Wali Kota Medan Bobby Nasution membuat Perwal Pakaian Adat yang mesti dikenakan ASN setiap Hari Jumat. Kata Wara, Perwal tersebut merupakan langkah strategis Bobby Nasution dalam menggerakkan dan menaikkan kelas penenun dan pelaku UMKM.

Dengan semakin ramainya pemain pakaian adat, hal itu akan mendorong pendapatan para penenun, penjahit, penjual yang tergabung dalam industri UMKM utamanya di bidang fashion. Terlebih Bobby telah mengimbau agar ASN di lingkungan Pemko Medan tak hanya menyewa pakaian adatnya, namun membeli. Dengan demikian perputaran ekonomi akan berlangsung.

pemerhati-budaya.jpg

Ironisnya, ada sekelompok orang yang menolak Perwal bernomor 25 tahun 2021 itu. Alasan etnis asli dijadikan modal penolakan. Sementara Perwal dimaksud memasukkan seluruh etnis yang ada di Kota Medan bukan hanya satu etnis.

“Kita harus mendukung apa yang dipopulerkan wali kota. Itu kan niatan untuk memajukan tenunan tradisional, kalau tidak begini siapa yang mau pakai pakaian adat. Kan selama ini digunakan hanya ketika ada acara pesta adat,” kata Wara Sinuhaji kepada wartawan (14/9/2021).

Dengan dipopulerkannya pakaian adat oleh Bobby di Medan, Wara teringat langkah Bung Karno pada 1960-an. Saat itu Bung Karno membuat kebijakan untuk mempopulerkan batik sebagai kain nasional. Maka lihatlah hasilnya, hingga saat ini siapapun merasa bangga mengenakannya.

“Begitu juga dengan pakaian adat seluruh etnis di Medan. Semua dipopulerkan, dikenalkan kepada masyarakat. Kelak semakin banyak masyarakat yang akan kenal dengan kain tenun multi etnis. Saya orang Karo, saya senang mengenakan etnis Mandailing, songket Melayu, motif Batak Toba. Jadi kalau ada yang menolak itu orang bodoh itu, tidak mengerti dia,” lanjut Wara.

pakaian-adat.jpg

Maka itu, ketika ada segelintir yang melakukan protes itu bukan halangan. “Sebab nilai perekonomiannya lebih tinggi. Akibat makin banyak orang gunakan pakaian adat, apalagi yang sudah dimodifikasi. Saya minta yang tenun asli, jangan yang printing. Nah dengan begitu, akan meningkatkan produksi penenun lokal, jangan dengarkan para pengkritik, jalan saja,” tambah Wara Sinuhaji.

Sekadar mengingatkan, Bobby Nasution telah mengeluarkan Keputusan Wali Kota tentang pakaian adat yang mesti dikenakan oleh para ASN di Pemko Medan setiap Hari Jumat.

Ada setidaknya delapan etnis Tempatan di Medan yang pakaian etnisnya harus dikenakan. Yakni Melayu, Karo, Tapsel atau Batak Angkola, Mandailing, Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Nias plus tiga etnis pendatang yakni Jawa, Padang dan Aceh.


Read More

Artikel Lainnya

Penanjakan

Berita Kawasan

Sensasi 8 Derajat dan Sunrise yang (Nyaris) Tidak Terlihat di Penanjakan

21 September 2021, 21:09

Sejak dini hari, tempat ini sudah mulai dikunjungi masyarakat, beberapa bersama pasangan, keluarga, atau pun rekan-rekannya.

Desa Wisata Edelweis

Berita Kawasan

Desa Wisata Edelweis, Tempat Baru dengan Hamparan Bunga Abadi

21 September 2021, 20:08

Baru sekitar satu bulan disediakan café bagi pengunjung di tempat ini. Sebelumnya, tempat ini hanya berupa perkebunan saja.

Permudah Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Dilunc urkan.jpg

Kesehatan

Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Diluncurkan

21 September 2021, 19:07

Dengan menggandeng RS Mitra Keluarga, AlteaCare permudah pasien, khususnya dengan penyakit kronis, berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa perlu keluar dari rumah.

Laque Outfit 3.jpg

Kecantikan dan Fashion

Model Baju Kekinian Ala Drama Korea? Cek di Laque Outfit

21 September 2021, 18:08

Sedang mencari aneka outfit ala Drama Korea? Cobalah untuk melihat-lihat di Laque Outfit, sebuah toko Butik di Bandung.


Comments


Please Login to leave a comment.