Kiat Menjalin Komunikasi dengan Penyandang Autisme

Pendidikan

Kiat Berkontribusi Membangun Potensi Anak dengan Autisme

Setiap anak tentunya memiliki potensi masing-masing. Tak terkecuali, anak dengan autisme. Meski terkategori berkebutuhan khusus, anak dengan autisme memiliki potensi yang dapat bermanfaat bagi kehidupannya dan masyarakat.

Untuk mengembangkan potensi mereka ini, perlu adanya upaya yang dapat dilakukan berbagai pihak. Praktisi dari Human Capital and Development, Life Coach - The Life Matrix Prasetyo Boogie Tedjowinoto memaparkan, setidaknya ada beberapa bentuk kontribusi yang bisa dilakukan masyarakat.

Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme

“Tugas kita ini, dengan semua approach dan semua pandangan kita mencoba mencari titik temu,” kata Prasetyo, kepada jurnalis Ping Point (1/4/2020).

Prasetyo mengatakan, masyarakat tak jarang merasa bingung untuk dapat berkontribusi dalam membangun kepedulian terhadap potensi anak dengan autisme. Namun, menurutnya masyarakat sebenarnya hanya belum memahami bagaimana cara untuk dapat berkontribusi.

[Baca Juga: Membumikan Kepedulian Masyarakat Terhadap Anak dengan Autisme]

Menurut Prasetyo, setidaknya ada tiga bentuk kontribusi yang bisa dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat. Pertama, keluarga yang memiliki anak dengan autisme bisa berbagi pengalaman hidupnya bersama mereka.

“Pertama, keluarga dan lingkungan autisme yang mengalami sendiri hidup bersama anaknya, itu bisa di share. Itu knowledge yang bisa di-share luar biasa, ada lesson learn,” katanya.

Selain keluarga, para praktisi medis dan pendidikan dari berbagai paham keilmuan turut dapat berkontribusi membangun kepedulian terhadap potensi anak dengan autisme. Menurutnya mereka bisa menyampaikan teori dan terapannya dengan latar belakang pendidikan yang mereka miliki.

[Baca Juga: Jangan Khawatir, Anak dengan Autisme Bisa Gali Potensinya Sendiri]

“Ini juga kontribusi yang bagus dari science, yang memang menjadi tolak ukur dan selalu orang akan mengacu sama itu karena itu guidance-nya,” terangnya.

Kontribusi dari para pemerhati, komunitas dan orang-orang yang ingin terlibat pun juga tak kalah pentingnya. Sebab, dalam berkontribusi bukan perihal bentuk besaran kontribusinya, tetapi keterlibatan mereka yang dapat memberi dampak positif bagi anak dengan autisme.

“Terlibat aja dulu, nanti sambil selaras akan ketemu bagaimana cara berkontribusi karena kita ada di situ dan merasakan bersama, itu kontribusi. Kembali lagi ke niatnya, mau berkontribusi atau tidak,” tuturnya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.