5 Hal yang Membuat WFH Jadi Lebih Produktif

Kesehatan

Kiat Jaga Kesehatan Mental untuk Pekerja Saat WFH

Di balik manfaat penerapan sistem work from home (WFH) di kala pandemi Covid-19, ternyata dapat menjadi masalah tersendiri bagi pekerja. Apalagi bagi pekerja dengan lingkungan keluarga dengan relasi tidak sehat.

Psikolog Yayasan Pulih Ika Putri D mengatakan, baik pekerja laki-laki dan perempuan memiliki kendala dalam WFH. Misalnya seperti terbatasnya ruang gerak dalam waktu kerja yang relatif panjang dapat menimbulkan rasa jenuh bagi pekerja.

Selain itu, Ika mengatakan masa pandemi Covid-19 ini menjadi sumber stres baru bagi pekerja karena adanya rasa khawatir penularan dan ketidakpastian kerja. Pengaturan atau setting kerja yang sebelumnya di ruang kerja, menjadi bercampur dengan aktivitas domestik pun turut memicu terjadinya stres bagi pekerja.

[Baca Juga: Bagi Keluarga Tak Harmonis, WFH Jadi Petaka Buat Pekerja]

“Tugas domestik dalam waktu normal saja tidak ada habisnya, apalagi ketika kita semua harus dirumah. Makanya kalau norma gendernya sangat kaku kalau perempuan harus urus domestik, maka bisa terbayang bagaimana bebannya,” jelas Ika dalam Webinar Kesehatan Mental Laki-Laki dan Perempuan dalam Situasi WFH (14/4/2020).

Sumber stres tersebut menyebabkan relasi antar anggota keluarga menjadi rawan konflik. Oleh karenanya, Ika menjelaskan ada tiga cara adaptasi yang bisa dilakukan pekerja, yakni komunikasi, pembagian peran dan komitmen. Berikut tips dari Ika cara membangun relasi yang sehat dalam keluarga di masa WFH.

Punya Pasangan Yang Memiliki Kompleks Oedipus

1) Cara Adaptasi Suami-Istri

Ika mengatakan ada cara adaptasi yang bisa dilakukan oleh suami dan istri yang berstatus pekerja maupun non pekerja. Dari sisi komunikasi, baik suami dan istri perlu belajar kembali untuk saling mengenali. Keduanya bisa mengomunikasikan tentang pekerjaan pasangan dan tugas domestik.

Setelahnya, perlu dilakukan kembali penyesuaian jadwal kegiatan, misal berbagi tugas domestik sebelum WFH. Dalam hal ini, perlu adanya perspektif gender dalam pembagian peran keluarga di rumah. Keduanya juga dapat memanfaatkan waktu untuk kegiatan bersama, baik itu untuk bekerja sama mengurus rumah tangga atau rekreasi di rumah.

Beragam Aktivitas Produktif Bersama Anak Saat dirumahaja Menonton Film Bersama

2) Cara Adaptasi Orang Tua dan Anak

Untuk mencegah terjadinya konflik dengan anak saat WFH, orangtua perlu mengenali kembali lebih dalam mengenai karakteristik anak dan tentang pekerjaan mereka. Orangtua perlu mengatur jadwal untuk menemani anak school from home (SFH) dan WFH agar keduanya dapat berjalan beriringan.

Momen WFH ini juga dapat menjadi kesempatan orang tua untuk mengajak anak terlibat dalam pembagian peran domestik yang disesuaikan dengan usia mereka. Adanya waktu lebih banyak di rumah dapat dimanfaatkan oleh orang tua juga untuk melakukan kegiatan rekreasi bersama anak di rumah seperti bermain dan olahraga.

Tips Berpakaian Sebelum Bertemu Calon Mertua

3) Cara Adapatasi Pekerja dan Orangtua atau Mertua

Selain belajar kembali saling mengenali dengan orangtua atau mertua, pekerja juga dapat mengajak mereka untuk bersama-sama mengenali sumber stres. Misalnya diskusi tentang COVID-19 agar mereka tidak khawatir. Hal ini sejalan dengan karakter usia lansia yang merasa membimbing, kesepian dan kecemasan

Pekerja perlu melakukan penyesuaian kembali jadwal kegiatan antara waktu tugas domestik mendampingi anak dan pembagian peran pengasuhan anak atau cucu. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keteraturan dalam menjalani kegiatan saat WFH.

[Baca Juga: Masa Pandemi, Banyak Kontrak Pekerja Lepas Industri Kreatif Dibatalkan]

Bila langkah-langkah tersebut telah dilakukan, setelahnya perlu ada komitmen untuk menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Prinsip saling menghargai menjadi dasar agar antar anggota keluarga dapat membuka diri saat terjadi konflik.

“Bangunan (keluarga) yang tidak kokoh akan rawan konflik dan itu bisa mengarah pada kekerasan. Ini saatnya membangun relasi sehat, seperti mengekspresikan perasaan positif, saling menghargai pemikiran dan cara pandang, bicara dengan sikapnya kepada orang lain yang bisa membuat merasa nyaman, mendengarkan, mencoba mengerti, mengomunikasikan pendapat secara terbuka, kemudian bersikap mendukung suka-cita pasangan,” imbuhnya.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.