Belenggu Stigma Anak dengan Autisme dalam Dunia Pendidikan

Pendidikan

Kiat Membangun Kemandirian Pada Anak dengan Autisme

Fase pertumbuhan menjadi tahapan yang penting dalam kehidupan seseorang, tak terkecuali anak dengan autisme. Bagi anak dengan autisme, fase ini menjadi penentu kecakapan mereka agar dapat hidup mandiri di usia dewasa kelak.

Oleh karenanya, peran orangtua sangat penting untuk tekun dalam mendampingi mereka. Pengalaman Suyeni Song, orangtua anak dengan autisme, setidaknya menunjukkan bagaimana upayanya dalam mendidik anak yang berkebutuhan khusus dapat menjalani kehidupan secara mandiri.

[Baca Juga: Membumikan Kepedulian Masyarakat Terhadap Anak dengan Autisme]

Perempuan berusia 47 tahun itu sadar betul bahwa putranya Melvan Safero, harus dapat hidup mandiri meski ia adalah anak dengan autisme. Seiring bertambahnya usia, Melvan yang lahir pada 2002 ini mulai mengalami perubahan, terutama pada tingkat hiperaktifnya. Suyeni pun memanfaatkan sekali masa pertumbuhan putra pertamanya sebagai kesempatan penting untuk melatih putranya agar dapat hidup mandiri kelak.

“Karena anak kecil ini hiperaktif, jadi kita harus rajin ajak main, supaya dia gampang capek biar bisa tidur lebih nyenyak. Setelah dia dewasa perawatannya beda,” kata Suyeni kepada jurnalis PingPoint.co.id (8/4/2020).

Edukasi Anak

Bagi Suyeni, masa akil balig menjadi fase yang cukup penting dalam mendampingi pertumbuhan anak dengan autisme. Di sini, orangtua perlu memberi edukasi yang tepat dan tekun agar anak mereka dapat memahami. Misalnya pada kasus putranya yang belum memahami kebersihan dan pemahaman akan dirinya yang sudah masuk dewasa.

“Kadang-kadang dia keluar dari kamar mandi tidak memakai baju begitu aja. Merasa dirinya masih seperti anak-anak. Treatment yang aku kasih itu tidak pernah capek kasih dia sebuah gambaran bahwa dia sudah dewasa,” jelasnya.

Belenggu Stigma Anak dengan Autisme dalam Dunia Pendidikan

Selain memberi edukasi, orangtua juga perlu intensif berkomunikasi dengan anak mereka. Pada kasus Melvan misalnya yang tidak senang kalau dipaksa untuk berbicara. Maka yang perlu dilakukan ialah mencoba dengan melibatkan anggota keluarga selain orangtua yang untuk mengajaknya berbicara.

“Misalnya sekitaran aku ada tantenya atau pamannya. Kalau misalnya dia melakukan tindakan yang aneh terus dia tidak mau jawab, aku minta orang lain ini untuk nanya nanti akan jawab dia,” tuturnya.

Tanggung Jawab

Terakhir, Suyeni mengatakan, orang tua sebaiknya tidak memanjakan anak mereka meski berkebutuhan khusus. Menurutnya, orangtua tidak seharusnya menyiapkan segala kebutuhan mereka bila anak tersebut mampu melakukannya. Misalnya tidak membereskan baju, merapikan mainan dan makanannya.

“Sebagai orangtua, karena kita tahu anak kita ini bakal sosialisasinya kurang. Berarti kita harus mempersiapkan diri untuk tidak memanjakan,” jelasnya.

[Baca Juga: Kasih Sayang Tak Henti, Ini Kisah Orangtua dari Anak dengan Autisme]

Oleh karena itu, Suyeni berharap agar para orangtua anak dengan autisme, bahkan anak non berkebutuhan khusus pun agar tidak memanjakan putra-putri mereka. Orangtua harus memikirkan bahwa mereka tidak akan selalu mendampingi anak hingga dewasa.

Pada kasus Melvan misalnya, yang semula tidak tahu kalau harus menutup pintu kemudian menjadi paham. Melvan juga yang semula tidak tahu cara membantu orang lain, kini dengan sendirinya suka menawarkan bantuan.

“Jadi dia harus otomatis nanti hidup sendiri. Kebayang kalau dia hidup sendiri di rumah terus suatu hari dia hidup di luar, kayak rencana aku pengen Melvan sekolah di luar, mau jadi apa dia kalau tidak dilatih mandiri,” tandasnya.

Suyeni pun berharap, agar para orangtua anak dengan autisme dapat melakukan hal yang sama seperti dirinya. Orangtua harus sabar dan tekun dalam mendidik anak mereka agar dapat hidup mandiri di masa depan.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.