Mengenal Remdesivir dan Kevzara, Obat yang Diuji untuk COVID-19

Kesehatan

Kimia Farma Produksi 4 Obat yang Bantu Atasi COVID-19. Apa Saja?

PT Kimia Farma Tbk selaku perusahaan yang bergerak di bidang farmasi terus mengembangkan produksi obat yang membantu meringankan gejala penyakit yang dialami pasien COVID-19. Ada empat macam obat yang saat ini tengah dikembangkan BUMN tersebut, yakni Remdesivir, Favipiravir, Chloroquin, dan Hydroxy Chloroquin.

Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo memastikan, dua nama terakhir yakni Chloroquin dan Hydroxy Chloroquin telah diproduksi Kimia Farma. Jumlahnya pun tidak main-main. Untuk Chloroquine, Kimia Farma telah memproduksi sebanyak 13 juta tablet obat. Sedangkan untuk Hydroxy Chloroquin sebanyak 1 juta obat.

Namun, perlu dicatat, dalam beberapa kasus, penggunaan Chloroquin memiliki efek samping yang membahayakan, bahkan beberapa negara tidak menganjurkan penggunaan obat ini.

[Baca Juga: Akibat Komplikasi Jantung, Uji Chloroquine Dosis Tinggi Dihentikan]

Nantinya kata Verdi, kedua jenis obat tersebut akan didistribusikan ke 600 rumah sakit baik milik pemerintah di pusat maupun daerah, rumah sakit swasta dan instansi kesehatan. Sementara itu untuk dua jenis obat lainnya yakni Remdesivir dan Favipiravir, Kimia Farma masih membutuhkan dukungan dari para pemangku kepentingan untuk mulai diproduksi.

"Dukungan yang diperlukan dalam pengembangan bahan baku obat ada beberapa tantangan. Hilirisasi kami memerlukan kepastian pasar di dalam negeri, perlindungan pasar domestik, fasilitasi pasar global. Di hulu seperti area khusus industri, operasional insentif tax," kata Verdi.

Mengenal Remdesivir dan Kevzara, Obat yang Diuji untuk COVID-19

Untuk diketahui, Remdesivir sendiri merupakan obat yang dianggap efektif untuk mengobati SARS dan MERS dimana kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan virus corona. Jenis obat ini pun kembali mencuat belakangan ini setelah berhasil memulihkan 125 pasien di Amerika Serikat.

Selain itu, dilansir dari situs AFP, beberapa ilmuwan juga telah mengujicoba Remdesivir kepada sekelompok kera yang sengaja diinfeksi dengan Virus Corona SARS-CoV-2. Hasilnya, kera tersebut menunjukkan kesembuhan signifikan dalam 12 jam setelah pemberian dosis pertama.

[Baca Juga: Avigan, Obat yang Disebut Ampuh Menangani Pasien COVID-19]

Sedangkan Favipiravir atau yang terkenal dengan nama Avigan merupakan obat flu yang telah diuji coba di berbagai negara seperti Italia, Jepang dan Amerika Serikat untuk pengobatan COVID-19. Hasil sementara menunjukkan bahwa obat flu asal Jepang ini bisa memperpendek waktu pemulihan pasien COVID-19.

Meski begitu, sejauh ini masih ada kekhawatiran terkait keamanan obat ini. Sebab dalam uji laboratorium, Favipiravir dapat memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. Bahkan di negara asalnya, obat ini hanya diizinkan untuk mengobati wabah flu yang tidak bisa diobati dengan obat-obatan yang sudah ada.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.