Ilmuwan Dunia Berlomba-lomba Temukan Vaksin COVID-19

Kesehatan

Kini Inggris Ikut Unjuk Kemajuan Produksi Vaksin COVID-19

Setelah kabar pengembangan vaksin datang dari Tiongkok dan Amerika Serikat, kini Inggris pun unjuk gigi soal kemajuan produksi vaksin untuk COVID-19. Dikembangkan oleh Oxford University dan pihak lainnya di Inggris, vaksin untuk melawan virus SARS-CoV-2 tersebut diberi nama ChAdOx1.

Diberitakan The Guardian (20/03/2020) vaksin buatan Inggris ini termasuk dalam lima vaksin COVID-19 pelopor di seluruh dunia. Vaksin pertama diproduksi oleh Perusahaan Bioteknologi Amerika Serikat Moderna Therapeutics, yang telah diuji coba pada manusia pekan ini. Vaksin kedua juga ciptaan Negeri Paman Sam, Inovio nama perusahaan yang membuatnya. Ketiga buatan Jerman dan keempat sedang dikembangkan pula di Tiongkok.

China dikabarkan tak hanya mengembangkan satu, tetapi sembilan, berdasarkan pemberitaan dari South China Morning Post (20/03/2020).

Kini Inggris Unjuk Kemajuan Produksi Vaksin COVID-19

Saat ini peneliti Inggris tengah mengusahakan vaksin agar siap digunakan sebelum akhir tahun 2020. Tak ragu menembak waktu, Profesor Adrian Hill, Direktur The Jenner Institute, sebuah yayasan pengembang vaksin di Oxford mengatakan, vaksin siap dirilis Juni atau Juli 2020.

“Ini [waktu penyelesaian vaksin] sebetulnya tidak normal. Kami mengikuti semua persyaratan keselamatan uji coba. Segera setelah vaksin siap, kami mengantisipasi akan ada hal yang dipercepat untuk selamatkan banyak nyawa. Semakin banyak vaksin yang dapat kami berikan, semakin baik,” tutur Hill.

[Baca Juga: Ilmuwan Dunia Berlomba-lomba Temukan Vaksin COVID-19]

Prosedur yang akan peneliti ini jalani yaitu uji coba pada hewan di pekan terakhir Maret. Selanjutnya, April akan diuji coba pada manusia. Hal itu dikemukakan pemimpin pengembang vaksin dari Oxford University Sarah Gilbert. Ketika prosedur itu berjalan dengan mulus, uji coba dalam lingkup yang lebih besar akan dilakukan untuk menilai efektivitas vaksin.

Para peneliti mengerjakan proyek ini di Laboratorium Porton Down, Wiltshire, Inggris. Pada prinsipnya vaksin akan berupa injeksi yang mengandung virus tak berbahaya. Ketika virus dalam vaksin itu masuk ke dalam tubuh manusia, sel-sel tubuh akan menggunakan DNA SARS-CoV-2 untuk memproduksi protein yang pada akhirnya akan menutupi permukaan SARS-CoV-2 itu sendiri. Hal inilah nantinya yang membuat imun manusia mampu melawan virus penyebab COVID-19 itu.

[Baca Juga: Beberapa Peneliti Bersiap Lakukan Uji Coba Antivirus Corona]

Mekanisme kerja vaksin seperti ini sebelumnya pernah diaplikasikan pada seribu orang dengan rentang usia satu minggu hingga sembilan puluh tahun. Itu kala mengobati penyakit seperti Malaria, TBC, MERS, dan Ebola. Berdasarkan pengalaman tersebut, vaksin terbukti aman dan kini diaplikasikan juga di Uganda dan Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Peneliti Inggris akan melibatkan relawan dari berbagai usia saat uji coba. Namun, mereka akan lebih fokus melihat bagaimana vaksin bekerja terhadap orang-orang usia lanjut yang lebih rentan saat terinfeksi virus.

Mereka mengakui bahwa hanya mampu membuat vaksin dalam skala kecil. Namun, ketika vaksin ini ternyata terbukti ampuh dan berhasil, mereka butuh segala sumber daya untuk memproduksinya dalam skala besar.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.