Kinosaurus, Wadah Bertemunya Sineas dengan Penikmat Film

Berita Kawasan

Kinosaurus, Wadah Bertemunya Sineas dengan Penikmat Film

Dengan semakin banyak bioskop mainstream di wilayah Ibu Kota, tentu saja hal ini semakin memudahkan akses penikmat film untuk menyaksikan pemutaran film. Namun dalam kenyataannya sendiri, terdapat sisi “ruang kosong” yang tak dapat diisi oleh berbagai bioskop tersebut. Pasalnya, bioskop mainstream acap kali tak mampu mengakomodir interaksi yang lebih personal antara penikmat film dengan para sineas yang menayangkan karyanya dan dari sinilah cikal bakal terbentuknya Kinosaurus.

Kinosaurus sendiri berlokasi di Jalan Kemang Raya No.8B, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Di mana Kinosaurus merupakan microcinema yang berada dalam satu komplek dengan kafe Ruang Seduh serta Toko Buku Aksara. PingPoint.co.id pun berkesempatan berdialog dengan salah satu pendirinya, yaitu Edwin yang dikenal sebagai sineas yang menyutradarai film Babi Buta yang Ingin Terbang (2008), Someone’s Wife in the Boat of Someone's Husband (2013), Posesif (2017), serta Aruna dan Lidahnya (2018).

Kinosaurus, Wadah Bertemunya Sineas dengan Penikmat Film

Berdasarkan penjelasan Edwin, saat ini Kinosaurus sudah memasuki tahun kelima sejak pertama kali didirikan pada tahun 2015. Kala itu, microcinema dicetuskan oleh Edwin bersama Manajer Aksara Kemang Adinda Simanjuntak dan Produser Film Meiske Taurisia dengan visi serta misi yang ingin mendekatkan penonton dengan para penggiat film di Indonesia.

“Sebenarnya kita yang bikin Kinosaurus itu kebetulan memang pembuat film dan selalu punya pengalaman memutar film di tempat-tempat yang tidak ada bioskopnya. Jadi suka bawa-bawa film kita sendiri, putar misalnya di sekolah, kerjasama dengan mahasiswa, putarnya bisa di ruangan apapun. Kita seneng banget mendistribusikan film yang kita buat ke tempat-tempat yang enggak ada bioskopnya,” ujar Edwin kepada PingPoint.co.id di Kinosaurus (23/1/2020).

[Baca Juga: 4 Bioskop Alternatif Bagi Para Penikmat Film Indies]

Dalam momen pemutaran itulah, pendiri Kinosaurus mendapatkan pengalaman yang menarik, karena bisa langsung berinteraksi dengan para penonton. Dari sinilah muncul ide untuk menghadirkan suatu ruang di Jakarta yang terinspirasi layaknya Kineforum di Taman Ismail Marzuki agar antara pembuat film dengan penonton bisa saling berdiskusi dan berbagi pengetahuan hingga pandangan terhadap berbagai karya dari para sineas.

Pria yang lahir di Kota Surabaya ini tidak memungkiri ketika seiring berjalannya waktu usai berdiri Kinosaurus, tantangan pun harus dihadapinya. “Begitu harus menjadi rutin itu salah satu tantangannya. Bagaimana menjaga konsistensinya, perawatannya, bikin programnya, keragamannya, menjaga keragaman itu, menghadirkan kepercayaan orang untuk datang ke sini,” ucap Edwin.

[Baca Juga: Metropole, Gedung Bioskop Tua yang Tak Lekang Dimakan Usia]

Dari sinilah berbagai program pun dihadirkan yang termasuk program pendidikan dalam bentuk kelas-kelas yang memiliki tajuk berbagai hal mengenai film, seperti cara penulisan naskah hingga menjadi sutradara. Selain itu, Kinosaurus juga tetap mempertahankan visi untuk menciptakan bahan obrolan dengan menayangkan semua film tanpa sensor walau film yang ditayangkan memiliki isu sensitif.

Bagi Edwin, penayangan film dengan isu di atas merupakan aspek penting karena hal tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi audiens yang datang ke Kinosaurus. “Cita-cita kita kan juga menciptakan ruang pembelajaran dan ruang pembelajaran itu luas sekali enggak bisa dibatas-batasi, enggak bisa dihindari juga. Ada subjek-subjek yang memang kita perlu bicarakan dan di sinilah tempatnya,” tambahnya.

Read More

Artikel Lainnya

Selain Bermain HP, Aktivitas Ini Bisa Anda Lakukan Saat di KRL

Berita Kawasan

Selain Bermain HP, Aktivitas Ini Bisa Anda Lakukan Saat di KRL

24 February 2020, 10:00

Para komuter pasti tidak bisa hidup tanpa ponsel. HP menjadi penghibur Anda sepanjang perjalanan. Namun, ternyata ada aktivitas yang bisa Anda lakukan di KRL tanpa HP!

Alarm Berbunyi Beep Vs Bermelodi, Mana yang Lebih Baik

Kesehatan

Alarm Berbunyi Beep Vs Bermelodi, Mana yang Lebih Baik?

24 February 2020, 09:00

Penelitian terbaru menunjukkan ada perbedaan memasang bunyi beep monoton dan musik bermelodi untuk alarm. Manakah yang lebih baik?

Langkah Mudah Atasi Kram di Malam Hari

Kesehatan

Langkah Mudah Atasi Kram di Malam Hari

23 February 2020, 19:00

Melakukan treatment sendiri saat mengalami kram kaki di malam hari lebih dianjurkan daripada meminum obat-obatan

3 Film Netflix yang Bakal Tayang Maret 2020

Berita Kawasan

3 Film Netflix yang Bakal Tayang Maret 2020

23 February 2020, 18:00

Anda termasuk penggemar film Netflix? Yuk tengok film Netflix yang rilis Maret 2020. Ada tiga film rekomendasi PingPoint yang sayang dilewatkan.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Kelly 1 month lalu
    kelly

    jangan sia-sia kan masa muda mu untuk hal yang tidak perlu, kunjungi qqharian,info dan kamu hanya perlu bermain game klaim bonus angpao langsung 5% menyambut tahun baru imlek dan menangkan hadiah puluhan juta rupiah, tertarik untuk bergabung? kunjungi situs nya sekarang juga. 🙂