Teater Nyanyian Sunyi Revolusi 1.jpg

Berita Kawasan

Kisah Cinta Amir Hamzah dalam Teater Nyanyian Sunyi Revolusi

Titimangsa Foundation kembali menggelar sebuah pementasan teater bertajuk Nyanyian Sunyi Revolusi pada 2-3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Didukung Bakti Budaya Dajarum Faundation, pementasan ini sebagai bentuk komitmen terhadap upaya mengangkat sastra Indonesia ke dalam seni pertunjukan.

Pertujukan teater ini mengangkat kisah hidup penyair besar Indonesia Amir Hamzah yang diperankan Lukman Sardi. Pria dari keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat yang lahir pada 28 Februari 1911 ini memiliki kisah cinta dan perjuangan terhadap negaranya. Lewat kumpulan puisi, Amir diposisikan penting dalam kesustraan Indonesia.

[Baca Juga: Aktivis Budaya Menelisik Sastra Khas Bekasi]

Saat menempuh pendidikan di Solo, Amir menjalin kasih dengan seorang Puteri Jawa yakni Ilik Sundari yang diperankan Sri Qadariatin. Sayangnya, kisah cinta mereka tidak berbuah manis seiring dengan prahara datang menyapa. Di tengah kemesraan, Amir kehilangan sosok ibu yang setahun kemudian disusul sang ayah.

Sejak saat itu biaya pendidikan ditanggung sang paman, Sultan Mahmud yang merupakan Sultan Langkat. Sejak awal, Sultan Mahmud tidak menyukai aktivitas Amir di dunia pergerakan karena dianggap membahayakan kesultanan. Lantas, sang paman memanggil Amir pulang ke Langkat untuk dinikahkan dengan putrinya, Tengku Puteri Kamilah yang diperankan Dessy Susanti.

Pernikahan Amir Hamah dan Tengku Puteri Kamilah dalah pernikahan yang dipaksakan demi kepentingan politik. Mereka terpaksa harus menjalani perhikahan itu meski tidak saling mencintai. Kerinduan dan kehilangan yang ditanggung Amir pada Ilik Sundari tetap kuat membekas.

Teater Nyanyian Sunyi Revolusi Titimangsa Foundation

Seiring waktu dalam biduk rumah tangga, Tengku Puteri Kamilah mengetahui kisah cinta Amir dan Ilik Sundari. Dirinya turut merasakan kesedihan kisah cinta mereka dan menceritakan pada puterinya yakni Tengku Tahura yang diperankan Prisa Nasution. Bahkan , jika Amir berniat menikahi Ilik Sundari, Tengku Puteri Kamiliah merelakannya.

“Aku merasakan sunyinya perpisahan. Ayahmu belum juga kembali. Mungkin ini juga yang dirasakan Ilik saat berpisah dengan Amir,” kata Tengku Puteri Kamilih kepada Tengku Tahura dalam sebuah adegan.

[Baca Juga: Ronggeng Kulawu, Kisah Jugun Ianfu di Galeri Indonesia Kaya]

Para pengunjung yang datang menyaksikan pementasan ini juga sempat tertawa kecil ketika Tengku Puteri Kamilah dengan logat Melayu-nya meneruskan dialognya dengan Tengku Tahura. “Kalau ibu tidak pernah menikah dengan ayah, awak tidak pernah akan ada,” ucapnya.

Teater Nyanyian Sunyi Revolusi Titimangsa Foundation

Sebelum apa yang diangankan Tengku Puteri Kamilah tercapai, suasana revolusi kemerdekaan membawa ketidakpastian politik yang membawa kerusuhan di seluruh Langkat. Atas hasutan golongan lakar rakyat, Istana Langkat diserbu dan dijarah.

Nasib Amir juga tidak lepas dari ketidakpastian. Ia diculik, ditahan, dan disiksa di sebuah perkebunan hingga akhirnya meninggal dengan cara dipenggal oleh orang kepercayaannya yakni Ijang Wijaya yang diperankan Aliman Surya. Ijang Wijaya merupakan guru silat Amir Hamzah semasa kecil.

Seperti perpisahan Amir dan Ilik Sundari, pernikahan Amir dan Tengku Puteri Kamilah yang penuh kepentingan politik kolonial. Demikian pula dengan kematiaanya yang diwarnai kekacauan dan kepentingan politik.

Read More

Artikel Lainnya

20 Kelompok Tari Ikuti Kompetisi Seni Budaya di RPTRA Mawar

Berita Kawasan

20 Kelompok Tari Ikuti Kompetisi Seni Budaya di RPTRA Mawar

17 July 2019, 08:00  |  5 Views

Sudin Pariwisata dan Budaya laksanakan Kompetisi Seni Budaya Bidang Tari di RPTRA yang ada di Jakarta Selatan.

6 Jenis Sampah yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mendaur Ulang

Berita Kawasan

6 Jenis Sampah yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mendaur Ulang

17 July 2019, 07:00  |  7 Views

Kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah perlu ditanamkan pada anak agar di kemudian hari, mereka terbiasa menjaga kelestarian lingkungan.

Pelayanan Keliling Malam Hari untuk Wajib Pajak di Taman Jajan Bintaro

Berita Kawasan

Pelayanan Pajak Keliling Malam Hari di Taman Jajan Bintaro

16 July 2019, 21:00  |  4 Views

Pelayanan pajak keliling di malam hari di Taman Jajan Bintaro, menargetkan semua tenant yang ada di taman jajan menjadi wajib pajak baru restoran.

Keseruan Kegiatan Mengenal Sampah di Pinggir Ciliwung

Pendidikan

Keseruan Anak-anak Mengenal Sampah di Pinggir Ciliwung

16 July 2019, 20:00  |  8 Views

Orangtua dan anak diedukasi sekaligus terjun langsung mengambil dan memilah sampah. Simak kegiatan lengkapnya di sini.


Comments


Please Login to leave a comment.