tambak lorokOK2.jpg

Berita Kawasan

Kisah Kampung Bahari Tambak Lorok Semarang

Tambak Lorok Semarang lebih dikenal sebagai kampung nelayan yang terletak di Semarang bagian Utara atau daerah Tanjung Mas. Terletak di pesisir pantai Utara kota Semarang, kawasan ini erat dengan ancaman rob serta masalah sosial yang melingkupinya. Siapa yang mengira jika dahulu tambak lorok terkenal dengan sebutan “Jalmo Moro Jalmo Mati” yang berarti setiap datang kesana pasti mati. Saat ini tambak lorok Semarang masih terus berbenah dan bertransformasi menjadi kawasan yang menjadi tujuan wisata.

Sejarah Tambak Lorok

Salah seorang warga Tambak Lorok Bambang Handayana mengatakan bahwa sebelum tahun 1985 wilayah tambak Lorok adalah tambak yang melorok (menjurus) ke laut. Saat itu Tambak Lorok tak seramai saat ini, di beberapa tempat masih kosong tidak ada bangunan sama sekali. Ia mengatakan bahwa dahulu Tambak Lorok berkonotasi negatif bahkan ada mitos tentang Naga Laut di perairannya.

“Karena konotasi dulu kalau tambak lorok itu namanya negatif sekali, ibaratnya orang tua dulu mengatakan “jalmo moro jalmo mati “ setiap yang datang pasti mati, betul itu nyata. Kalau mitos di kampung sini tidak ada, tapi kalau yang di laut itu berita yang kami terima dari pemancing luar kota seperti melihat naga liwat itu diam semua, tapi orang sini tau betul”, Ujar Bambang.

tambak lorokOK3.jpg

Tradisi Sedekah Bumi dan Sedekah Laut

Sedekah Bumi dan Sedekah laut yang menjadi tradisi masyarakat Tambak Lorok diadakan pertama kali di tahun 1984. Tujuan diselenggarakannya tradisi ini adalah untuk keselamatan masyarakat dan sekitar laut. Harapannya agar nelayan bisa mendapatkan hasil tangkapan yang banyak dan selamat saat melaut. Tradisi ini pernah berhenti dilakukan sekitar 7 tahunan lamanya, namun kemudian dijalankan kembali di tahun 2001. Saat tradisi berlangsung banyak kegiatan yang dilakukan antara lain lomba perahu, lomba menangkap bebek, dangdutan, serta wayang kulit yang ditampilkan sehari semalam.

[Baca Juga: Wali Kota Medan Ingin Warga Kampung Nelayan Bersuka Cita Rayakan IdulFitri]

Puncak keramaian tradisi ini biasanya terjadi di bulan apit yaitu menjelang bulan Agustus. Masyarakat biasanya masih mempertahankan tradisi nenek moyang dengan melarung kepala, kaki dan ekor kerbau, sementara tubuh kerbau dimasak bersama untuk kemudian dimakan oleh warga masyarakat. Saat ini sudah ada dana APBD untuk membantu sedekah laut. “Pemerintahpun perhatian pada mereka, diberi anggaran untuk mengadakan kegiatan sedekah laut. Jadi disana kalau sedekah laut itu kaya orang punya gawe”, ujar Drs Margo Haryadi MM , Lurah Tanjung Mas dari laman youtube Semarang Pemkot.

tambak lorokOK4.jpg

Potensi Tambak Lorok

Saat ini wilayah Tambak Lorok terus tumbuh dan menata wilayahnya yang dulu kumuh berubah menjadi Kampung Bahari. Pengunjung dapat menikmati wisata bahari yang ada di Tambak Lorok dengan beberapa potensi masyarakat seperti kerajinan, makanan olahan atau rekreasi laut menggunakan perahu. Dengan adanya Kampung Bahari ini mengubah cara pandang masyarakat yang dahulu hanya mengandalkan usaha sebagai nelayan menjadi usaha pariwisata yang memiliki potensi lebih baik.

[Baca Juga: Warga Tambakrejo dapat Segera Tempati Kampung Nelayan Semarang]

Salah seorang pelaku UMKM bernama Suntiah mengatakan bahwa banyak macam usaha yang dijalankannya seperti usaha pengolahan kerupuk, pengolahan bahan baku ikan, pengolahan seafood online. Perempuan yang berkecimpung di UMKM sejak tahun 2015 ini telah memiliki gerainya dikelurahan pada tahun 2017. Gerai ini menampung hasil olahan produk unggulan masyarakat dan mengakui bahwa adanya fasilitas yang diberikan pemerintah berdampak besar bagi kemajuan usahanya.

Selain itu, di tambak Lorok sendiri memiliki Pengelola Kelompok Camar Peduli Lingkungan yang dibentuk bersama guna menciptakan destinasi wisata yang bernama Mangrove Ecopark. Saat ini di kawasan hutan mangrove telah dibangun jogging track sepanjang 225 meter. Jooging track ini diharapkan dapat menjadi lokasi wisata andalan di tambak lorok.


Read More

Artikel Lainnya

Picu Tsunami COVID-19 Akibat Varian Virus Baru Corona B1617

Kesehatan

COVID-19 Varian Delta Sudah Masuk, Pemda Belum Bisa Bedakan Antar Varian Baru

17 June 2021, 21:09

Salah satu varian Delta yang memberi andil besar terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Kudus Jawa Tengah.

Rekomendasi Tempat Makan Steak di Bandung 4.jpg

Kuliner

Rekomendasi Tempat Makan Steak di Bandung

17 June 2021, 19:07

Restoran steak di Bandung tersebar di mana-mana, mulai dari yang harganya terjangkau hingga tempat yang unik.

Wisma Makara UI Resmi Jadi Lokasi Isolasii OTG di Depok .jpg

Berita Kawasan

Kasus COVID-19 di Depok Mengalami lonjakan, Wisma Makara UI Penuh

17 June 2021, 18:30

Kasus COVID-19 mengalami peningkatan signifikan yang terjadi selama kurang lebih tiga pekan terakhir.

D'Lumpang

Kuliner

Menikmati Suasana Asri dan Hawa Dingin Kota Batu di Café D’Lumpang

17 June 2021, 18:06

Berlokasi di Jalan Anjasmoro, Bumiaji, Kota Batu, Café D’Lumpang menjadi salah satu pilihan café di Kota Batu yang menawarkan pemandangan yang indah.


Comments


Please Login to leave a comment.