1633597837-Pengabdian-LPPM-4.jfif

Pendidikan

Kolaborasi ITB-Kemenperin Berdayakan Perajin Pandai Besi di Desa Mekarmaju

Institut Teknologi Bandung beserta Kementrian Perindustrian berkolaborasi untuk memberdayakan para perajin Kampung Pandai Besi di Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasirjambu, Kab. Bandung.

Pengembangan kapasitas perajin dan peningkatan kualitas produk perkakas ini berada di bawah program pengabdian masyarakat LPPM ITB sejak 2015 lalu.

Bersama dengan Kemenperin, kampung pandai besi ini kemudian menjadi proyek percontohan untuk UMKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang memproduksi perkakas sehingga membuahkan SNI untuk sentra perajin perkakas yang pertama di Indonesia.

Ilmuwan ITB dari Kelompok Keahlian Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Dr. Eng Akhmad Ardian Korda menyatakan bahwa ITB berkontribusi dalam hal tersebut mulai dari penyelarasan SNI hingga membantu perajin meningkatkan kualitas produk agar memenuhi syarat SNI.

Kolaborasi ITB-Kemenperin Berdayakan Perajin Kampung Pandai Besi di Desa Mekarmaju 2.jpg

“Kami membantu dari sisi pembuatan dan perbaikan beberapa amandemen. Selain itu, Kemenperin juga meminta bantuan kita mengecek cangkul yang ada dan perkakas lain,” kata Dr. Korda di Desa Mekarmaju, Kab. Bandung pada pekan lalu dikutip dari itb.ac.id (12/10./2021).

Dalam SNI tersebut terdapat persyaratan bukan hanya terkait dengan dimensi dari peralatan pertanian, tetapi juga persyaratan kualitas yang terkait dua hal, yaitu komposisi kimia dari baja yang digunakan dan sifat mekanik dari cangkul.

Sementara itu, Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari menyatakan pihaknya terus berupaya agar pemberdayaan di sentra IKM memiliki daya saing yang tinggi.

[Baca Juga: Pemkot Bandung Hadirkan Salapak untuk Dukung Pemasaran UMKM]

Lebih lanjut, Dini mengungkapkan bahwa kolaborasi yang dilakukan dengan ITB merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas perajin dan kualitas produknya. “Dengan ITB, terutama keilmuan metalurgi bisa dibantu pengolahan, mulai dari kandungan bahan, temperatur, pengolahan, untuk mencapai tingkat kekerasan sesuai standar yang diinginkan,” ujarnya.

Dengan memiliki SNI, tambah Dini, peluang produk sentra IKM menembus pasar semakin terbuka. “Kemarin cangkul kita banyak impor dan kami juga tidak mau seperti itu karena industri kita sudah ada. Namun, kita harus memenuhi standar. Untuk memenuhi standar itu kita lakukan berbagai program, mulai dari pelatihan hingga penyediaan alat, selain membuka pasar secara online maupun offline,” ujarnya.


Read More

Artikel Lainnya

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

Kesehatan

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

26 October 2021, 16:34

Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung cukup tinggi sehingga membuat Pemkab dan pihak-pihak terkait mengadakan sebuah program untuk menghapus angka pernikahan dini di Kabupaten Bandung.

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.