life and coOK3.jpg

Berita Kawasan

Komunitas Back In & Life n Co Jawaban dari Pencemaran Lingkungan

Sampah telah menjadi sebuah permasalahan yang kerap di temukan di berbagai tempat. Tak hanya mengganggu, sampah yang tidak ditangani dengan baik pastinya akan sangat mencemari lingkungan dan pastinya berdampak pada manusia. Hal inilah yang membuat Osadhani Rahma Pemila merasa resah dan tak puas, meskipun ia telah memiliki inisiatif untuk mengatasi persoalan sampah di rumahnya sendiri dengan membuat lubang biopori untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Buat Komunitas Back In

Pada akhirnya Osadhani membuat sebuah komunitas bernama "Back In" pada tahun 2020 lalu. Komunitas ini memang bergerak di bidang lingkungan termasuk dalam pengelolaan sampah. Melibatkan diri dalam komunitas Back In, Osa kerap kali memberikan edukasi serta pelatihan tentang cara mengkonsumsi dan memproduksi sampah secara berkelanjutan. Meskipun banyak orang yang meragukan, namun komunitas ini tetap bertahan dengan komitmen awal. "Kami niatnya baik, agar masyarakat itu tahu bahwa sampah ada juga yang bisa didaur ulang atau juga ada sampah yang cara membuangnya beda. Namun banyak yang membantah atau meragukan," ungkap Osa.

life and coOK2.jpg

Dirikan Life n Co

Ternyata membuat komunitas Back In tak cukup membuat Osa berpuas diri, pada bulan April 2020 dirinya kemudian membuka toko kelontong dengan tujuan yang sama seperti komunitas yang dibuatnya. Life n Co nama toko kelontong miliknya, berada di Jalan Bendo no.19 Banyumanik Semarang, toko ini menyediakan kebutuhan rumah tangga ramah lingkungan yang bisa dibeli masyarakat namun tokonya sengaja tak menyediakan plastik atau pembungkus dari plastik.

Karena tidak menyediakan pembungkus atau kantong dari plastik, biasanya pelanggan yang membeli produk ramah lingkungan di tempatnya seperti beras atau rempah-rempah akan dibawa menggunakan wadah yang telah mereka siapkan dari rumah. Keuntungan yang didapatkan jika mereka menggunakan wadah sendiri adalah mereka akan membeli barang sesuai kebutuhan sehingga tidak berlebihan dalam berbelanja.

[Baca Juga: Stuja Coffee, Kedai Kopi Berkonsep Ramah Lingkungan]

Namun bila pelanggan tidak membawa tempat untuk membawa barang belanjaannya, Life n Co menyewakan pinjaman wadah dengan cara menitipkan deposit. "Tetapi uang sewa itu bukan untuk kami, kalau sudah dipakai bisa dikembalikan. Tetapi pelanggan bisa juga membeli wadah dari kami yang bisa langsung dimusnahkan atau dipakai lagi," ujar Osa dalam rilis tertulis yang diterima PingPoint.co.id (3/1/22).

life and coOK4.jpg

Sediakan Drop Box Sampah

Tak hanya berfungsi sebagai sarana jual beli saja, Life n Co juga membantu warga dalam hal mendaur ulang sampah dengan menyediakan Drop Box Sampah. Biasanya sampah-sampah yang telah disetorkan pelanggan akan dikumpulkan melalui Drop Box tersebut untuk kemudian didaur ulang. "Kalau kami tidak bisa mendaur ulang ya kami akan minta bantuan komunitas lain agar sampah yang disetorkan kepada kami itu jadi barang yang bermanfaat," tambahnya.

Life n Co yang awalnya didirikan untuk menyelamatkan lingkungan ternyata mulai memberi keuntungan dari segi ekonomi. Osa mengatakan jika dalam sebulan Life n Co bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp 4-5 juta. Meskipun demikian, ia tak lepas tangan dan tetap memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat. "Kami juga aktif melakukan kampanye secara online untuk pemilahan sampah. Kami juga sedang menginisiasi workshop untuk masyarakat yang sedang ingin membuat produk ramah lingkungan," terangnya.

Osa berharap dengan adanya Toko kelontong ini tak hanya dapat menguntungkan secara ekonomi, namun bisa membuat sampah yang tadinya tak berguna kembali bisa dimanfaatkan lagi. Karena menurutnya gerakan lifestyle sustainable sampah seperti ini dapat dilakukan di tempat-tempat lain baik di supermarket, toko kelontong juga pasar.


Read More

Life and Co.

Zero Waste Bulk Store

+6288226907490
None

Artikel Lainnya

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi.jpg

Bisnis

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi

18 January 2022, 16:06

Walau menjelang perayaan Imlek 2022, pengrajin barongsai di Kota Tangerang mengaku kesulitan menjual produknya akibat pandemi COVID-19.

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu .jpg

Pendidikan

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu

18 January 2022, 15:01

SMPN 6 Yogyakarta menghadirkan tugu khusus dengan tujuan menggaungkan budaya literasi di sekolahnya.

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun.jpg

Pendidikan

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun

18 January 2022, 14:02

Dengan tujuan semakin mendorong geliat minat baca di Ibu Kota, program tantangan Baca Jakarta di tahun 2022 ini siap digelar lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad.jpg

Pendidikan

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad

18 January 2022, 13:03

Mendikbudristek Nadiem pada pekan ini berkunjung ke Unpad untuk membahas mengenai penerapan program MBKM di universitas negeri tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.