DEPOK_KAWASAN_KOMUNITAS INI JADIKAN HURUF SEBAGAI SENI_EMIL_1100 X 600 px-01.jpg

Berita Kawasan

Komunitas Ini Jadikan Huruf sebagai Seni

Inspirasi seni bisa datang dari mana saja. Dari mulai torehan kuas di atas kanvas, ukiran di atas kayu bahkan dari huruf-huruf yang ditulis di atas kertas. Hal ini sebenarnya tercerminkan dari komunitas yang berada di Kota Depok Indonesia. Di mana mereka menggunakan huruf-huruf sebagai objek seninya untuk menciptakan tulisan yang indah dan menarik untuk dilihat.

Bernama Depok Letters, komunitas memandang bahwa setiap huruf dapat dijadikan karya seni. Komunitas ini menggunakan typography atau tipografi sebagai dasar untuk menciptakan berbagai tulisan yang indah. Sekadar informasi, tipografi merupakan seni dan teknik dalam pembuatan bahasa tertulis yang dapat dibaca serta menarik ketika dilihat. Tidak hanya bentuknya, seni ini juga melibatkan pemilihan jenis huruf, jarak antara baris, ukuran huruf dan lain-lain.

Komunitas Depok Letters

Seni inilah yang dimanfaatkan oleh para anak muda di Kota Depok Indonesia untuk mengisi waktu luang mereka. Komunitas Depok Letters yang berdiri pada 2015 ini memiliki dua teknik dalam tipografi yang mereka gunakan yakni lettering dan kaligrafi.

[Baca Juga: Komunitas Arcanum, Wadah Berkumpulnya para Penggemar Board Games]

Sebagaimana dilansir dari mediaindonesia.com, lettering merupakan seni dalam menggambar huruf yang dilakukan dengan menggunakan pensil. Tidak hanya asal dalam menorehkan pensilnya, dalam teknik ini, komunitas di Kota Depok Indonesia tersebut awalnya membuat sketsta hurufnya satu per satu. Selain itu ada kaligrafi yang di mana menggunakan brass pen untuk membuat tulisan indah.

Komunitas ini pun kerap mengadakan kopi darat yang diadakan biasanya satu bulan sekali. Mereka memanfaatkannya untuk mendiskusikan berbagai hal dan salah satunya adalah untuk membuat karya seni tipografi secara bersama-sama. “Tiap pertemuan itu ada tema untuk dieksplorasi bersama. Tema tersebut didasarkan pada media yang akan mereka gunakan, seperti tembok, kertas, kayu maupun papan,” ucap Koordinator Depok Letters Rhinaldy Rahardian.

Komunitas ini memanfaatkan area di Jalan Margonda untuk kopi darat dan saling berkoordinasi di antara para anggotanya yang memiliki jumlah lebih dari 20 orang. Tapi sebenarnya pada awal berdiri, komunitas ini sempat mengalami kondisi kegiatan yang vakum namun lambat laut mereka tergerak untuk kembali menyebarluaskan seninya.

“Pada awalnya hanya ada lima orang dan sempat vakum selama tahun 2016 dan kemudian saya dan kawan-kawan kembali tergerak untuk membangun kembali Depok Letters serta menyebarkannya di media sosial pada tahun 2017, hingga sekarang,” ucap Rhinaldy, sebagaimana dilansir dari radardepok.com.

[Baca Juga: Hutan Kota UI Sebagai Paru-Paru Kota Depok]

Read More

Artikel Lainnya

Landmark UIN 1.jpg

Pendidikan

Jalur UM-PTKIN, Jalur Alternatif Masuk UIN Jakarta

13 April 2021, 12:18

Jalur UM-PTKIN disediakan UIN Jakarta bagi calon mahasiswa baru untuk pilihan jurusan-jurusan non-umum. Diselenggarakan dalam bentuk ujian tes, pendaftaran jalur ini dibuka sampai akhir bulan ini.

BJM 1.jpg

Berita Kawasan

Batu Jati Mas Tetap Buka untuk Ciblon Ramadhan dan Lebaran di Kota Batu

13 April 2021, 12:07

Ciblon sebagai budaya yang diserap dari penyujian jiwa dan raga agama Hindu ini dimediasi oleh umat Islam Kota Batu dalam penyambutan Ramadhan.

sholat-tarawih.jpg

Berita Kawasan

Salat Tarawih Perdana di Kota Medan Berlangsung Lancar dan Sesuai Prokes

13 April 2021, 11:49

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut Ramadan dengan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area masjid.

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.


Comments


Please Login to leave a comment.