MENTENG-KAWASAN-KOMUNITAS RAJUT KEJUT TEMPAT UNTUK ANDA YANG GEMAR MERAJUT-KIKI-1100 px X 600 px-02.jpg

Berita Kawasan

Komunitas Rajut Kejut, Tempat untuk Anda yang Gemar Merajut

Setiap orang tentu memiliki kegemaran yang berbeda-beda. Lewat kegemaran tersebut lah biasanya beberapa orang membentuk komunitas dan perkumpulan sebagai wadah berbagi informasi dan pengetahuan. Untuk Anda yang memiliki hobi merajut, bisa bergabung ke dalam komunitas unik ini bernama Rajut Kejut. Komunitas yang mulai aktif pada tahun 2014 ini dipimpin Harjuni Rochajati (52 tahun).

Awalnya ia dan kesembilan rekannya yang juga gemar merajut berkumpul dan memutuskan untuk membuat komunitas untuk penggemar merajut. Dilansir dari tulisan Dahlan Alexander di Kompasiana pada (6/4/18) lalu, komunitas ini kerap kali berkumpul setiap Rabu di sebuah mal di bilangan Jakarta Selatan.

Uniknya, komunitas ini bukan hanya merajut bersama. Komunitas Rajut Kejut juga aktif menampilkan karya mereka di ruang publik. Komunitas ini pertama kali menampilkan karyanya pada hari kemerdekaan tahun 2014 di bangku taman depan Monumen Nasional. Komunitas ini ‘membungkus’ bangku tersebut dengan rajutan yang mereka hasilkan.

Komunitas Rajut Kejut

Tak berhenti sampai disitu, komunitas ini terus melanjutkan karyanya di ruang publik. Dalam rangka hari kasih sayang, komunitas Rajut Kejut membuat kolase rajutan karpet berbentuk hati yang berhasil dibentangkan di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat (15/2/2015). Kegiatan di ruang publik ini berlanjut pada hari kemerdekaan (18/8/2015), para anggota dari komunias ini membungkus bemo dengan rajutan yang mereka buat. Alasan komunitas ini memilih membungkus bemo pada hari kemerdekaan karena komunitas ini peduli dengan salah satu moda transportasi umum yang nyaris punah itu.

[Baca Juga: Komunitas Arcanum, Wadah Berkumpulnya para Penggemar Board Games]

Komunitas rajut kejut juga pernah mendekorasi commuter line dengan hasil rajutan yang mereka buat. Hal ini mereka lakukan dalam rangka menunjukkan apresiasi atas peningkatan pelayanan PT Kereta Api Indonesia.

Aksi mereka mendekorasi ruang publik ini terinspirasi dari aksi yarn bombing yan tersebar di belahan dunia. Yarn bombing sendiri adalah seni jalanan yang menggunakan benang untuk menarik perhatian masyarakat untuk tujuan tertentu. Maka dari itu aksi yang dilakukan rajut kejut merupakan sebuah reaksi untuk mengungkapkan kepedulian terhadap sesuatu.

Selain itu aksi merajut dan menampilkan hasil rajutan di ruang publik bertujuan untuk mempopulerkan kembali seni merajut. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, makin banyak orang yang gemar merajut. Bukan hanya orang tua, diharapkan generasi mudah juga melirik kerajinan ini.

Komunitas Rajut Kejut juga aktif mengikuti beberapa kegiatan pameran. Misalnya pada Agustus 2017 lalu, komunitas ini bergabung pada pameran Wastra Merah Putih yang bertempat di Museum Tesktil Jakarta.

[Baca Juga: Belajar dan Melestarikan Seni Indonesia di Sanggar Ayodya Pala]

Selain itu, komunitas rajut kejut juga ikut berpartisipasi dalam Pameran Tulang Punggung yang berlangsung pada 15 Desember 2017 hingga 20 Januari 2018. Mereka juga aktif melakukan kegiatan sosial, misalnya memberikan pelatihan merajut untuk pasien kanker RS Siloam Semanggi untuk Hari Kanker Sedunia, serta membuat kupluk untuk Rumah Singgah Valencia. Baru-baru ini mereka merajut dream catcher, untuk menggalang donasi bantuan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Read More

Artikel Lainnya

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video .jpg

Berita Kawasan

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video

06 June 2020, 13:00

Di ulang tahun ke 538, Hari Jadi Bogor dirayakan dengan sederhana tak seperti biasanya karena terselenggara di tengah pandemi.

berjalan tertib, begini prosedur rapid test di sukolilo2.jpg

Berita Kawasan

Berjalan Tertib, Begini Prosedur Rapid Test di Sukolilo

06 June 2020, 12:00

Sepekan sudah uji cepat dan uji swab dilakukan di penjuru Surabaya. Pelaksanaan relatif berlangsung tertib, seperti yang terjadi di kawasan Terminal Keputih Sukolilo.

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli .jpg

Berita Kawasan

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli

06 June 2020, 11:00

Sembari menjalankan masa new normal, Kota Bekasi kembali memperpanjang masa PSBB selama 28 hari

Begini Caranya Atasi Wajah Berminyak Secara Alami Lidah Buaya

Berita Kawasan

Baru! Kota Malang Ciptakan Kampung Aloe vera di Masa Pandemi COVID-19

06 June 2020, 10:46

Kampung Aloe vera diinisiasi Pertamina Fuel Terminal Malang melalui Program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)


Comments


Please Login to leave a comment.