Komunitas Salihara, Ruang Ekspresi Seniman di Jakarta Selatan

Berita Kawasan

Komunitas Salihara, Ruang Ekspresi Seniman di Jakarta Selatan

Para seniman hingga kaum intelek di Jakarta memiliki tempat favoritnya masing-masing untuk saling bertukar pikiran. Namun di antara sekian banyak lokasi, ada sebuah tempat yang bermarkas di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu dan dijadikan wadah para seniman untuk bebas berekspresi. Wadah tersebut akhirnya diberi nama Komunitas Salihara.

Berbicara mengenai sejarah Komunitas Salihara ini tidak bisa lepas dari pengekangan berekspresi dan berpendapat yang terjadi pada saat itu. Pada 1982 dan 1994, tepatnya ketika majalah Tempo dibredel oleh Pemerintah Orde Baru.

Saat itu, media cetak Tempo secara terbuka mengkritik pemerintahan dan puncaknya pada Juni 1994 saat Tempo mengkritisi keputusan mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia, B. J. Habibie serta Presiden Soeharto terkait pembelian kapal-kapal bekas dari Jerman Timur (wilayah Jerman yang dikuasai oleh pihak Uni Soviet).

Akibat pembredelan itulah, para jurnalis, sastrawan, intelektual dan seniman yang bekerja di lingkup Tempo saat era Orde Baru, memutuskan dibutuhkannya wadah untuk mereka bebas berekspresi. Ide itulah menjadi bibit berdirinya Komunitas Salihara yang dinamakan Komunitas Utan Kayu.

Komunitas Utan Kayu memiliki beberapa organisasi sendiri-sendiri yang terdiri dari Institut Studi Arus Informasi, Jaringan Islam Liberal, Galeri Lontar, Kantor Berita Radio 68H, dan Teater Utan Kayu. Beberapa organisasi ini bergerak di ranah kesenian yang kerap menjadi wadah penyebaran berbagai karya serta pertunjukkan hingga untuk diskusi beragam topik.

Dalam masa perkembangannya, Galeri Lontar dipilih oleh para seniman dari dalam dan luar negeri untuk memamerkan karya mereka, dari mulai lukisan hingga ukiran patung. Sedangkan Teater Utan Kayu memberikan ruang untuk para seniman dalam menyelenggarakan acara musik, drama, tari, pemutaran film hingga diskusi dengan tema bebas.

Komunitas Utan Kayu mengalami puncak perkembangan setelah 10 tahun berdiri. Komunitas tersebut kemudian memprakarsai untuk kembali meneruskan kesuksesan mereka selama ini dengan mendirikan kompleks Komunitas Salihara.

Komunitas Salihara yang berdiri sejak 8 Agustus 2008, sekarang telah menjadi pusat seni multidisiplin swasta dan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Komplek Komunitas Salihara memiliki empat bangunan ikonik yang terdiri dari Teater Salihara, Galeri Salihara, Anjung Salihara serta ruang perkantoran.

Komunitas Salihara pun dipilih oleh masyarakat Tanah Air yang ingin menikmati diskusi dengan para sastrawan, sineas, koreografer, filsuf dan lain-lain. Selain itu, Komunitas Salihara kerap dijadikan lokasi pengadaan acara-acara kesenian.

Sejumlah gelar pun telah diraih oleh Komunitas Salihara, di mana salah satunya adalah ‘The Best Art Space’ pada 2010 oleh media cetak Time Out Jakarta, lalu masuk ke dalam ’10 Tempat Terunik di Jakarta’ pada 2010 oleh Metro TV. Pada tahun 2009, Green Design Award memasukkan arsitektur bangunan di Komunitas Salihara ke dalam ‘Karya Arsiteksur yang menerapkan aspek ramah lingkungan’.

Namun tentu saja, yang menjadi highlight utama dari Komunitas Salihara adalah rasa menghormati perbedaan antara para pengunjung dan anggotanya. Mereka bebas mengutarakan pendapatnya, memamerkan karyanya, hingga mengenalkan kesenian-kesenian baru sehingga Komunitas Salihara menjadi “jembatan” antara sang seniman dengan khalayak umum.


Read More

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.