Komunitas TGR Lestarikan Permainan Tradisional pada Hari Kartini

Berita Kawasan

Komunitas TGR Lestarikan Permainan Tradisional pada Hari Kartini

Permainan tradisional kini sudah semakin jarang dimainkan anak-anak, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Tidak hanya jarang, bahkan banyak anak-anak masa kini yang tidak mengenal berbagai permainan tradisional. Keprihatinan terhadap anak-anak yang hanya mengenal gadget untuk dimainkan, menjadi ide awal terbentuknya komunitas Traditional Games Returns (TGR).

Komunitas ini dibentuk sejak tahun 2016 yang bertujuan untuk mensosialisasikan permainan tradisional kepada masyarakat, melestarikan permainan tradisional serta mengembalikan antusiasme anak-anak Indonesia untuk kembali bermain permainan tradisional di era saat ini. Komunitas sosial budaya ini memiliki slogan Lupakan Gadgetmu Ayo Main Di Luar sebagaimana tertera pada laman profil tgrcampaign.com (1/7/2018).

[Baca Juga: Pelatihan Musik dan Tari di RPTRA Kepulauan Seribu]

Komunitas TGR telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPP-PA RI), serta Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut karena keduanya meyakini bahwa memainkan permainan tradisional dapat memenuhi hak anak untuk bermain dan memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif dan kreatif.

Komunitas ini memiliki program, salah satunya program Aksi TGR Campaign yang merupakan kegiatan rutin satu tahun sekali. Aksi TGR diselenggarakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) DKI Jakarta yang melibatkan Forum Anak se-Indonesia dan anak-anak di sekitar RPTRA.

Komunitas TGR Lestarikan Permainan Tradisional pada Hari Kartini

Keseteraan Gender dalam Permainan Tradisional

Pada peringatan Hari Kartini tanggal 21 April 2019, komunitas ini melakukan kegiatan bersama pengelola RPTRA MH Thamrin yang berlokasi di Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Kegiatan yang diselenggarakan komunitas TGR bertujuan untuk memperkenalkan kesetaraan gender melalui permainan tradisional.

Berdasarkan lansiran beritajakarta.id (21/4/2019), puluhan anak di RPTRA MH Thamrin pada Hari Kartini terlihat antusias bermain permainan tradisional seperti congklak, enggrang, gangsing, engklek atau tapak gunung, serta beragam permainan tradisional lain. 

[Baca Juga: Depok Lingua, Jadikan Bahasa Asing sebagai Pondasi Komunitasnya]

Kegiatan ini juga digelar agar para orang tua memberikan keleluasaan dan ikut mengawasi anak-anak dalam melakukan permainan tradisional sebagaimana dikatakan Advisor komunitas TGR Nina. "Kita ingin anak-anak Indonesia tidak kecanduan gadget," ujarnya.

Nina menambahkan, kegiatan ini sekaligus sebagai edukasi dan sosialisasi kepada anak untuk ikut melestarikan permainan tradisional yang mulai kurang diminati. Menurutnya, permainan tradisional juga sangat menarik serta membuat anak-anak bisa saling berinteraksi dan bersosialisasi.

[Baca Juga: RPTRA Madusela Adakan Pelatihan Tari Tradisional Lenggang Nyai]

Staf bidang Pengelolaan dan Kemitraan RPTRA DPPAPP Provinsi DKI Jakarta Trisubiantoro mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi komunitas TGR dan pengelola RPTRA MH Thamrin. "Pengenalan permainan tradisional sangat baik jika terus dihidupkan di seluruh RPTRA yang ada di DKI Jakarta," tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia.jpg

Kesehatan

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia

29 June 2022, 16:22

Menurut pakar Unair, demi mendapatkan tidur yang berkualitas, penderita insomnia seharusnya berupaya menghindari penggunaan obat tidur.

wuling_bakti_pendidikan_3.jpg

Pendidikan

Wuling Bakti Pendidikan Jalin Kerja Sama Bersama SMK Negeri 1 Singosari

29 June 2022, 15:00

Wuling terus membuktikan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kejuruan.

Ini Organisasi Non-profit di Kota Malang dengan Fokus Pemberdayaan Difabel.jpg

Pendidikan

Ini Organisasi Non-profit di Kota Malang dengan Fokus Pemberdayaan Difabel

29 June 2022, 14:20

Sejak awal berdirinya, Percacita bergerak untuk menghilangkan stigma dari kaum difabel dan menunjukkan kepada publik bahwa mereka juga mampu berkarya.

Ford Foundation Jakarta Impact Investing Kunci Atasi Ketimpangan.jpg

Bisnis

Ford Foundation Jakarta: Impact Investing Kunci Atasi Ketimpangan

29 June 2022, 10:18

Organisasi filantropi mendorong lebih banyak investor di Tanah Air memilih ranah impact investing yang tak hanya menargetkan profit semata tapi juga turut mendukung mengatasi ketimpangan di Indonesia


Comments


Please Login to leave a comment.