Konglomerat pun Putar Otak Demi Bisa Bertahan Hadapi Pandemi

Bisnis

Konglomerat pun Putar Otak Demi Bisa Bertahan Hadapi Pandemi

Semenjak WHO (World Healthy Organization) mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi dunia, tatanan di berbagai sektor bisnis berubah. Konsumen menjadi sangat berhati-hati untuk melakukan konsumsi dan berusaha untuk menjaga diri dan keluarganya untuk tetap bertahan di situasi ini.

Pun wilayah-wilayah kota dan negara mulai melakukan penutupan kawasan. Tidak ada lalu lintas dan aktivitas yang normal seperti beberapa bulan sebelumnya. Tidak heran jika krisis kesehatan berdampak pada krisis ekonomi secara bersamaan.

Di Indonesia, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), physical distancing dan work from home (WFH) membuat pengerjaan sejumlah proyek pembangunan menjadi terhenti, sehingga berdampak pada industri semen lantaran penyerapan semen sektor retail menurun.

Konglomerat pun Putar Otak Demi Bisa Bertahan Hadapi Pandemi

SCG, konglomerasi bisnis kenamaan ASEAN pun tak luput dari deraan ini. Dilaporkan bahwa angka pendapatan perusahaan selama kuartal pertama Tahun 2020 (Q1/2020) tidak menunjukan perubahan signifikan dari kuartal sebelumnya.

Ironinya, di tengah pandemi seperti sekarang ini, perusahaan tetap dituntut untuk selalu bisa memastikan pengiriman produk, layanan dan solusi kepada pelanggan tetap berjalan, meski 90 persen karyawan diminta bekerja dari rumah.

Dalam keterangan resmi tertulis yang diterima PingPoint.co.id, Presiden dan CEO Siam Cement Group (SCG) Roongrote Rangsiyopash, menyatakan, situasi terkini selama pandemi telah memaksa perusahaan untuk lebih jeli dalam mencari dan menangkap peluang baru. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan secara berkesinambungan agar mampu mempertahankan posisi keuangan yang kuat, sekaligus juga agar terbiasa dengan tantangan apa bila situasi pandemi menjadi berkepanjangan.

[Baca Juga: IndoSterling Forum-9: Pentingnya Mitigasi Bencana Bagi Perekonomian Indonesia]

Lebih lanjut dijabarkan, pada bisnis kemasan, perusahaan tetap menyediakan produk dan layanan pengemasan terintegrasi untuk para pelanggan dengan cepat dan tepat waktu. Untuk bisnis semen dan bahan bangunan, SCG mempercepat platform e-commerce ritel dan memperbanyak saluran penjualan seperti melalui situs web, aplikasi, dan media sosial. Sementara, bisnis bahan kimia fokus pada penerapan strategi bisnis yang bertujuan mengurangi biaya dan meningkatkan daya saing dalam lingkungan yang bergejolak dan penuh tantangan.

“Perusahaan memanfaatkan teknologi digital untuk membantu lebih dari 90% karyawan untuk bekerja dari rumah dan merampingkan manajemen rantai pasokan end-to-end. Perusahaan juga mencari peluang baru untuk melayani kebutuhan yang kian berkembang, seperti mengubah penjualan menjadi penjualan online atau mengkatalisasi penggunaan Blockchain untuk pengadaan, penagihan, dan pembayaran dengan mitra. Hal ini terus dilakukan untuk mempertahankan posisi keuangan yang kuat dan tetap terbiasa dengan tantangan jika situasi menjadi berkepanjangan,” ungkapnya.

Konglomerat pun Putar Otak Demi Bisa Bertahan Hadapi Pandemi

Kendati roda bisnis tak sebaik seperti sebelumnya, namun tak dijadikan alasan untuk lari dari tanggung jawab sosial perusahaan. Meski sulit dijalani, tapi kondisi yang serba tak pasti saat pandemi merupakan momentum untuk menggalang aksi sosial.

Berkenaan itu, SCG melalui PT. Semen Jawa dan PT. Tambang Semen Sukabumi telah memberikan donasi berupa alat pelindung diri, disinfektan, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan untuk para tenaga kesehatan di rumah sakit dan masyarakat kabupaten Sukabumi khususnya desa yang berada di sekitar SCG beroperasi yaitu desa Sinaresmi, Sukamaju, Kebonmanggu, Wangunreja, dan Tanjungsari.

Rangsiyopash menegaskan, SCG senantiasa mengambil langkah-langkah pencegahan untuk membantu memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua pemangku kepentingan (stake holder). “Perusahaan ini memiliki dedikasi yang kuat untuk secara proaktif dan cepat menjaga bisnis tetap berjalan sesuai dengan perencanaan manajemen kelangsungan bisnis yang solid bersama dengan rencana tanggap darurat yang telah dipersiapkan secara intensif, serta kepatuhan penuh terhadap langkah-langkah kesehatan dan keselamatan dari pemerintah,” tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YP K.jpg

Pendidikan

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YPK

24 June 2022, 16:06

Bertajuk Archipelago, puluhan karya seni dari mahasiswa ISBI dipamerkan di Galeri YPK Kota Bandung hingga 30 Juni 2022.

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif.jpg

Bisnis

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif

24 June 2022, 14:04

Dengan brand Newhun, warga di Kota Bandung berhasil mengolah limbah sampah plastik bisa menjadi produk jam tangan.

Terintegrasi dari MRT Hingga Ojol di Ibu Kota, Masyarakah Diajak Unduh Apps JakLingk o.jpg

Berita Kawasan

MRT Hingga Ojol Ibu Kota Terintegrasi, Warga Diajak Unduh Apps JakLingko

24 June 2022, 11:02

Pemprov DKI mengajak masyarakat Ibu Kota mengunduh apps JakLinko guna mempermudah serta menghemat waktu untuk memanfaatkan berbagai transportasi di Jakarta bahkan termasuk mendapatkan tiket malam puncak HUT Jakarta ke-495.

Nostalgia Lagu Hits Boyzone dan Westlife, Boyzlife Akan Tampil di Bengkel Space.jpg

Hobi dan Hiburan

Nostalgia Lagu Hits Boyzone dan Westlife, Boyzlife Akan Tampil di Bengkel Space

23 June 2022, 17:30

Duet Boyzlife disebut akan diboyong untuk tampil pada 7 Agustus 2022 nanti untuk menampilkan lagu-lagu hits kedua anggotanya ketika masih di grup boyband Boyzone serta Westlife.


Comments


Please Login to leave a comment.