Konsep ‘Monozukuri’ sebagai Dasar Universitas Darma Persada

Pendidikan

Konsep ‘Monozukuri’ sebagai Dasar Universitas Darma Persada

Wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, ternyata memiliki universitas yang masuk dalam 500 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Perguruan tinggi itu adalah Universitas Darma Persada. Namun pernahkah Anda mendengar konsep ‘monozukuri’ yang sangat dekat kaitannya dengan etos para pekerja di negara Jepang ternyata menjadi dasar dari universitas tersebut? Artikel ini akan mengulas mengenai hal tersebut.

Sebelum membahas mengenai Universitas Darma Persada dan kaitannya dengan monozukuri maka ada baiknya untuk menjelaskan mengenai konsep dari Jepang tersebut. Monozukuri berasal dari dua kata Jepang yaitu mono yang berarti benda dan zukuri bermakna membuat.

Maka bila diartikan secara harfiah monozukuri adalah “membuat sesuatu”. Profesor Takahiro Fujimoto yang ahli dalam monozukuri dari Universitas Tokyo mengatakan bahwa konsep ini merupakan suatu art, science dan craft dalam membuat barang.

Dalam etos Negeri Sakura, monozakuri memiliki makna yang berkaitan dalam mendidik manusia. Selain itu, konsep tersebut juga menggambarkan dedikasi untuk melakukan penyempurnaan secara terus menerus.

“Konsep (monozukuri) memiliki implikasi yang jauh lebih luas daripada arti harfiahnya, di mana terdapat semangat kreatif dalam menghasilkan produk unggul serta kemampuan untuk terus menyempurnakan proses,” jelas Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), sebagaimana diwartakan oleh portal beritasatu.com pada 2015 lalu.

Lantas bagaimana konsep ini diterapkan sebagai dasar Universitas Darma Persada? Untuk menjawab hal ini, maka kita harus merunut pada awalnya yakni 15 November 1965. Saat itu kalangan senior alumni mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Jepang mendirikan Akademi Bahasa dan Kebudayaan Jepang yang kemudian berubah namanya menjadi Akademi Bahasa Asing Melati Sakura.

Akademi ini pun menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Darma Persada yang sangat kuat pengaruhnya dengan mindset pendidikan dari Jepang. Lima anggota alumni dari Jepang yang terdiri dari Indra Kartasasmita, Soegeng Soebroto, Sudjiman, Purwanto dan Muchsin pun memprakarsai pembicaraan mengenai pendirian perguruan tinggi yang akhirnya disampaikan kepada pihak Perhimpunan Alumni dari Jepang.

Perguruan tinggi ini pun akhirnya resmi didirikan pada 6 Juli 1986 oleh Perhimpunan Alumni dari Jepang. Para anggota setuju untuk bersatu dan berkarya demi mendidik generasi muda Indonesia agar dapat menghasilkan produk unggul serta tidak lelah untuk belajar menjadi yang lebih baik.

Monozukuri pun dipilih oleh Perhimpunan Alumni dari Jepang menjadi bagian dari visi dan misi dari Universitas Darma Persada. Menghasilkan lulusan yang memiliki monozukuri tetsugaku (budaya kreatif dalam membuat barang), sangyo spirit (semangat industri), kigyoka (berjiwa wirausaha) menjadi misi utama perguruan tinggi yang berlokasi di Jalan Radin Inten II, Pondok Kelapa tersebut.

Ketika fase awal berdirinya perguruan tinggi tersebut, universitas itu memiliki 4 program studi dan seiring berjalannya waktu, jurusan lain pun menambah studi yang bisa dipelajari di sana. Saat ini Universitas Darma Persada memiliki empat fakultas yang terdiri dari:

  1. Fakultas Sastra yang terdiri dari Sastra Jepang (S1), Sastra Cina (S1), Sastra Inggris (S1), Bahasa Jepang (D3), Bahasa Inggris (D3)
  2. Fakultas Teknologi Kelautan yang terdiri dari Teknik Perkapalan (S1), Sistem Perkapalan (S1)
  3. Fakultas Teknik yang terdiri dari Teknik Elektro (S1), Teknik Industri (S1), Teknik Informatika (S1), Sistem Informasi (S1), Teknik Mesin (S1)
  4. Fakultas Ekonomi yang terdiri dari Manajemen (S1), Akuntansi (S1).

Selain program reguler, perguruan tinggi ini juga memberikan program kelas karyawan untuk Sastra Jepang, Sastra Inggris, Manajemen, Akuntansi dan satu program pascasarjana studi Energi Terbarukan. Karena itulah akhirnya Monozukuri yang menjadi etos para pekerja Jepang pun diimplementasikan dan berusaha diberikan kepada para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Universitas Darma Persada.

Read More

Artikel Lainnya

Dukung Usaha Penanganan COVID-19, Pomelo Cares Diluncurkan

Kecantikan dan Fashion

Dukung Usaha Penanganan COVID-19, Pomelo Cares Diluncurkan

07 April 2020, 15:00

Brand Pomelo telah meluncurkan program khususnya yang ditujukan mendukung usaha penanganan pendemi COVID-19 di tiga negara.

Pastikan Social Distancing, Pemkot Medan Turun Langsung

Berita Kawasan

Pastikan Social Distancing, Pemkot Medan Turun Langsung

07 April 2020, 14:00

Demi memastikan penerapan social distancing, Plt Wali Kota Medan pun turun langsung ke lapangan dan tak segan membubarkan kerumunan warga.

Pemkot Semarang Beri Keringanan Biaya PDAM di Masa Pandemi

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Beri Keringanan Biaya PDAM di Masa Pandemi

07 April 2020, 13:00

Pemkot Semarang meringankan biaya PDAM dan menggratiskan retribusi PKL serta Rusunawa karena lemahnya perekonomian di tengah pandemi COVID-19

Bantu Usaha di Tengah Pendemi, Fit Gourmet Hadirkan 2 Aksi Sosial

Kuliner

Bantu Usaha di Tengah Pendemi, Fit Gourmet Hadirkan 2 Aksi Sosial

07 April 2020, 12:00

Fit Gourmet saat ini tengah mengalihkan fokusnya ke arah aksi sosial yang ditargetkan untuk para driver ojol dan tenaga medis.


Comments


Please Login to leave a comment.