KPPPA Imbau Identitas Anak Berhadapan Hukum Dirahasiakan

Pendidikan

KPPPA Imbau Identitas Anak Berhadapan Hukum Dirahasiakan

Awal Maret lalu, masyarakat dikejutkan dengan pemberitaan perihal remaja perempuan yang membunuh anak 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat (5/3/2020). Kasus ini mencuat setelah remaja perempuan berusia 14 tahun itu mengakui perbuatannya dengan menyerahkan diri ke kantor polisi setempat.

Pelaku mengaku membunuh karena terinspirasi dari film horor Chucky dan tokoh fiksi Slenderman. Belakangan, fakta terbaru terungkap kalau pelaku juga diduga merupakan korban kekerasan seksual yang dilakukan orang-orang terdekatnya.

[Baca Juga: Kemen PPPA: Anak Pelaku Kejahatan Juga Korban]

Terkait kasus ini, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Nahar mengatakan proses hukum pelaku tetap berjalan sesuai dengan UU No.11 tahun 2012 tentang SPPA. Pihaknya akan terus memantau dan memastikan proses hukum sehingga anak pelaku tetap mendapat hak-haknya, khususnya perihal bantuan hukum.

“Anak pelaku sempat bercerita bahwa hobinya adalah mendengarkan musik, dan kelak ingin menjadi komikus. Ia juga mengutarakan kerinduannya dengan suasana di rumah,” tutur Nahar, dilansir dari siaran pers yang diterima PingPoint (19/5/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa korban harus mengikuti proses hukum sembari mendapatkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi psikologisnya. Hal ini mengingat pelaku juga diduga sebagai korban kekerasan seksual.

KPPPA Imbau Identitas Anak Berhadapan Hukum Dirahasiakan

“Hal penting lainnya adalah memikirkan masa depan dan proses reintegrasi anak berhadapan dengan hukum ke lingkungan sosialnya dan dapat diterima oleh masyarakat. Hal tersebut adalah tugas dan tanggung jawab kita semua,” katanya.

Nahar juga mengimbau agar identitas anak yang berhadapan hukum wajib dirahasiakan, terutama dalam pemberitaan media. Hal ini Sebagaimana UU No.11 tahun 2012 tentang SPPA.

[Baca Juga: Pembuatan Kebijakan Penghapusan Kekerasan Seksual Kian Mendesak]

“Hal tersebut dilakukan agar proses hukum dapat berjalan tanpa intervensi, serta proses pemulihan, rehabilitasi dan integrasi anak dapat dilakukan secara optimal,” kata Nahar.

Sebelumnya, KPPPA melakukan kunjungan ke tempat rehabilitasi sosial milik kementerian sosial untuk memastikan kesiapan anak dalam menghadapi persidangan (17/5/2020). Kunjungan tersebut didampingi oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto.

Read More

Artikel Lainnya

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video .jpg

Berita Kawasan

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video

06 June 2020, 13:00

Di ulang tahun ke 538, Hari Jadi Bogor dirayakan dengan sederhana tak seperti biasanya karena terselenggara di tengah pandemi.

berjalan tertib, begini prosedur rapid test di sukolilo2.jpg

Berita Kawasan

Berjalan Tertib, Begini Prosedur Rapid Test di Sukolilo

06 June 2020, 12:00

Sepekan sudah uji cepat dan uji swab dilakukan di penjuru Surabaya. Pelaksanaan relatif berlangsung tertib, seperti yang terjadi di kawasan Terminal Keputih Sukolilo.

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli .jpg

Berita Kawasan

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli

06 June 2020, 11:00

Sembari menjalankan masa new normal, Kota Bekasi kembali memperpanjang masa PSBB selama 28 hari

Begini Caranya Atasi Wajah Berminyak Secara Alami Lidah Buaya

Berita Kawasan

Baru! Kota Malang Ciptakan Kampung Aloe vera di Masa Pandemi COVID-19

06 June 2020, 10:46

Kampung Aloe vera diinisiasi Pertamina Fuel Terminal Malang melalui Program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)


Comments


Please Login to leave a comment.