KEBON JERUK-KAWASAN-KURANGI KASUS DBD WALIKOTA JAKARTA BARAT JADWALKAN PNS-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Berita Kawasan

Kurangi Kasus DBD, Walikota Jakarta Barat Jadwalkan PSN

Setiap tahunnya, kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia cenderung meningkat pada pertengahan musim penghujan. Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasn Sarang Nyamuk (PSN) perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Menyikapi hal itu, Walikota Jakarta Barat H. Rustam Effendi akan mengerahkan semua elemen pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan PSN setiap Jumat di wilayah Jakarta Barat.

"Saya minta hari jumat dilaksanakan kegiatan PSN secara serentak. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintah tapi juga masyarakat wajib ikut. Hal ini yang masih dianggap kurang sehingga penanganan kasus DBD di Jakarta Barat belum maksimal," ujar Rustam seperti dikutip barat.jakarta.go.id (15/1/2019).

[Baca Juga: Cara Atasi Bahaya Nyamuk Pantai di Jakarta]

Gerakan massal PSN dalam menanggulangi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ini nantinya difokuskan pada tiga wilayah kelurahan, yakni Kapuk, Srengseng dan Kalideres. Pasalnya, ketiga wilayah kelurahan tersebut memiliki angka kasus DBD tertinggi di wilayah Jakarta Barat, di awal tahun 2019.

Gerakan massal pemberantasan sarang nyamuk itu dilakukan dengan harapan dapat menekan tingginya angka kasus DBD di tiga wilayah kelurahan tersebut. Dalam kegiatan tersebut akan melibatkan Satpol PP, pasukan orange, biru, hijau, dan kader PKK, serta masyarakat.

“Nah, hari Minggunya kita perkuat lagi dengan melakukan kerja bakti. Ini semua agar terjadi perubahan dalam menurunkan angka kasus DBD," jelas Rustam.

Rustam juga menyinggung masalah penerapan sanksi dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) setiap hari Jumat. "Kita rumuskan sanksi-sanksinya. Silakan saja. Ini baru awal tahun, saja, sudah ada 37 kasus DBD," tuturnya.

[Baca Juga: Mengenal Asal-usul Nama Kembangan Jakarta Barat]

Sementara itu, Kepala Sudis Kesehatan Jakarta Barat Weningtyas Purnomo Rini menjelaskan, hingga pertengahan Januari 2019, kasus DBD di wilayah Jakarta Barat, masih tinggi yakni 37 kasus DBD. Bahkan, wilayah Jakarta Barat menempati urutan kedua kasus DBD di DKI Jakarta.

Sebanyak 37 kasus DBD itu ditemukan pada 16 wilayah Kelurahan. Tiga dari 16 wilayah kelurahan itu memiliki angka kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat, yakni sembilan kasus di Kapuk, lima kasus di Srengseng dan empat kasus di Kalideres.

"Kami pun melakukan upaya melalui PSN 4M Plus serta melakukan giat grebek PSN terpadu yang melibatkan lintas sektor, seperti camat, lurah, PKK, Satpol PP, tokoh masyarakat, kader dan masyarakat pada hari Jumat," jelasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Landmark UIN 1.jpg

Pendidikan

Jalur UM-PTKIN, Jalur Alternatif Masuk UIN Jakarta

13 April 2021, 12:18

Jalur UM-PTKIN disediakan UIN Jakarta bagi calon mahasiswa baru untuk pilihan jurusan-jurusan non-umum. Diselenggarakan dalam bentuk ujian tes, pendaftaran jalur ini dibuka sampai akhir bulan ini.

BJM 1.jpg

Berita Kawasan

Batu Jati Mas Tetap Buka untuk Ciblon Ramadhan dan Lebaran di Kota Batu

13 April 2021, 12:07

Ciblon sebagai budaya yang diserap dari penyujian jiwa dan raga agama Hindu ini dimediasi oleh umat Islam Kota Batu dalam penyambutan Ramadhan.

sholat-tarawih.jpg

Berita Kawasan

Salat Tarawih Perdana di Kota Medan Berlangsung Lancar dan Sesuai Prokes

13 April 2021, 11:49

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut Ramadan dengan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area masjid.

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.


Comments


Please Login to leave a comment.