ads
Labkesda Tunjuk RSUD Tarakan Jakarta Pusat Sebagai LRI Tuberkulosis.jpg

Kesehatan

Labkesda Tunjuk RSUD Tarakan Jakarta Pusat Sebagai LRI Tuberkulosis

Tuberkulosis (Tbc) merupakan penyakit menular yang umum dan dalam dalam banyak kasus bersifat mematikan. Melihat kondisi itu, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Jakarta Pusat sebagai Laboratorium Rujukan Intermediate (LRI).

Penunjukan LRI untuk wilayah Jakarta Pusat ini dilakukan setelah RSUD Tarakan dinyatakan lulus uji mikroskopis Tuberkulosis. Direktur Utama RSUD Tarakan Dian Ekawati mengatakan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan (SK) agar RSUD Tarakan dapat melakukan tugas sebagai rujukan LRI per triwulan satu tahun 2019.

[Baca Juga: RSUD Matraman Luncurkan Layanan Khusus Penderita Tuberkulosis]

“Penunjukan ini menandakan pengakuan terhadap mutu dan kualitas laboratorium rumah sakit yang terstandarisasi,” katanya seperti dikutip dari Berita Jakarta (8/3/2019).

Persyaratan yang harus dipenuhi sebagai LRI Provinsi DKI Jakarta yakni kelengkapan dan kelayakan sarana dan prasarana, serta kompetensi dokter dan tenaga medis. Dian menerangkan, semua dinilai Labkesda sebagai LRI dan Laboratorium Rujukan Nasional (LRN).

Saat ini, menurut Dian, RSUD Tarakan sebagai penjamin kualitas akan melakukan monitoring, evaluasi, pembinaan, dan perbaikan terhadap kekurangan yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang ada di Jakarta Pusat.

Direktur Utama RSUD Tarakan Dian Ekawati

“Kami sebagai penjamin kualitas. Kita menilai sediaan Basil Tanah Asam atau BTA dari laboratorium mikrobiologi TB di 22 fasyankes se-Jakarta Pusat,” ucap Dian.

Sekadar diketahui, LRI merupakan bentuk implementasi dari Pemantapan Mutu Eksternal (PME) laboratorium TB. PME adalah kegiatan pemantapan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh suatu laboratorium kesehatan dengan cara membandingkan hasil pemeriksaan laboratorium peserta dengan dengan hasil laboratorium PME melalui penilaian bahan kontrol yang distandarkan.

Sedangkan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta itu sendiri pada awalnya merupakan Laboratorium Pengawasan Doping Jakarta (Jakarta Doping Control Laboratory) yang didirikan untuk menunjang program pengembangan dan pembinaan prestasi olahraga di Indonesia.

Namun, untuk meningkatkan utilitas dan peranan laboratorium serta pengembangan laboratorium agar lebih luas fungsinya sehingga dapat menunjang Program Pemda DKI Jakarta pada umumnya dan Program Dinas Kesehatan pada khususnya maka Laboratorium Pengawasan Doping Jakarta pada tahun 2002 dikembangkan menjadi Laboratorium Kesehatan Daerah.

Laboratorium Kesehatan Daerah merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 106 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tertanggal 6 Agustus 2002 sehingga layanan laboratorium tidak hanya cek doping tetapi juga layanan pemeriksaan analisis laboratorium napza, obat, makanan dan minuman, toksikologi, kimia air, hematologi, dan patologi klinik.

[Baca Juga: Prodia Gunakan Terobosan Baru Sistem Automasi Laboratorium]

[Baca Juga: Dinas Kesehatan Depok Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis]

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  11 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  5 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads