GAMBAR_BINTARO_KESEHATAN_LAPAROSKOPI-UNTUK-TANGANI-GANGGUAN-BATU-EMPEDU_OCI_1000-X-600-px-01_REVISI.jpg

Kesehatan

Laparoskopi untuk Tangani Gangguan Batu Empedu

Perut bagian atas Anda sering merasa sakit? Bisa jadi itu gejala gangguan batu empedu. Gejala batu empedu terkadang mirip dengan penyakit maag, yaitu rasa nyeri di bagian perut atas. Pemeriksaan rutin terhadap kesehatan empedu Anda perlu dilakukan agar gejalanya tidak bertambah parah dan empedu dapat terus berfungsi dengan baik. Hal tersebut dibahas dalam acara Bincang Sehat dengan tema Cegah & Atasi Batu Empedu bersama dr. Fransiscus Ari, Sp.PD dan dr. Jisdan Bambang Yulianto, Sp.B, di ruang Auditorium lantai 5, Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya.

Selain nyeri di bagian perut atas, gejala batu empedu lainnya adalah demam, diare, mual, dan muntah. Sebelum sampai pada gejala-gejala tersebut, menurut dr. Franciscus Ari, Sp.PD seperti dikutip dari situs resmi Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Selasa (28/8/2018), hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terkena batu empedu adalah dengan mengurangi asupan makanan berlemak.

Ahli bedah saluran cerna Dr. Hermansyur Kartowisastro seperti dikutip dari kompas.com pada tanggal yang sama mengatakan, penderita gangguan batu empedu belakangan ini meningkat jumlahnya--baik pada orang berusia lanjut maupun yang berusia produktif. Direktur Eksekutif Pondok Indah Healthcare Group ini menambahkan gangguan ini muncul akibat kualitas empedu yang diproduksi hati memburuk atau akibat kantung empedu tidak mampu menyimpan empedu dalam bentuk cairan dengan baik.

[Baca Juga : Kenali Penyakit Thalasemia dengan Diagnosis yang Tepat]

Namun, jika batu empedu sudah mulai bergejala, Dr. Jisdan Bambang Yulianto, Sp.B, yang juga dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro menyarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter untuk didiagnosa dan ditangani sesuai tingkat keparahan batu empedu. Gejala gangguan batu empedu beragam mulai dari nyeri perut, demam, muntah, mual hingga kuning.

Deteksi dini gangguan batu empedu amat penting agar tidak mengganggu kualitas hidup penderita melalui pemeriksaan fungsi hati, USG dan CT scan. Bahkan, dr. Jisdan menambahkan, dengan perangkat lebih canggih, diagnosis paling akurat radang kandung empedu bisa diperoleh dari pemeriksaan skintigrafi hepatobilier yang memberi gambaran dari hati, saluran empedu, kandung empedu dan bagian atas usus halus.

Bila ditemukan batu empedu, Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya menyediakan layanan bedah laparoskopi yang dapat menangani batu empedu dengan teknik bedah minimal invasif yang minim sayatan. Anda pun hanya memerlukan waktu rawat inap yang singkat sehingga dapat kembali beraktivitas.

Tindakan Laparoskopi

Penanggulangan gangguan batu empedu dan peradangan kandung empedu dapat dilakukan dengan berbagai terapi. Pada kasus gangguan batu empedu yang masih dini, terapi dapat dilakukan dengan menjaga pola makan. Namun pada kasus yang akut, dapat dilakukan prosedur operasi untuk pengangkatan kandung empedu atau kolesistektomi.

Metode dan teknologi operasi kini berkembang makin pesat. Untuk gangguan batu empedu, misalnya, teknik terkini yang bisa diterapkan untuk menanggulanginya adalah dengan prosedur operasi menggunakan teknik bedah invasif minimal atau laparoskopi dengan sayatan hanya sepanjang 0,2-2 sentimeter.

Operasi ini membawa lebih banyak manfaat bagi pasien dibandingkan bedah yang menggunakan metode konvensional misalnya masa perawatan dan pemulihan yang jauh lebih cepat. Direktur Eksekutif Pondok Indah Healthcare Group dan ahli bedah dr. Sigit Tjahyono dilansir dari sumber kompas.com (16/8/2018) menjelaskan, laparoskopi mulai diperkenalkan di Pondok Indah Healthcare Group pada awal tahun 1990. Sejak didirikan 22 tahun lalu, sudah lebih dari 60.000 tindakan bedah dilakukan di RS Pondok Indah dan 500 di antaranya adalah operasi kasus batu empedu melalui laparoskopi.

Hermansyur menambahkan, dalam beberapa tahun ke depan, penggunaan laparoskopi dalam tindakan bedah invasif minimal diperkirakan akan terus meningkat seiring peningkatan jumlah kasus gangguan batu embedu. Kondisi ini kemungkinan disebabkan perubahan pola makan di kalangan masyarakat yang banyak mengonsumsi makanan berlemak tinggi dan peningkatan tingkat kesadaran masyarakat untuk periksa ke dokter.

[Baca Juga : 4 Jenis Penyakit yang Menyerang Kelenjar Tiroid]

Untuk mengoptimalkan hasil terapi dalam mengatasi gangguan saluran cerna, termasuk penanganan batu empedu, maka penanganannya harus terintegrasi dengan menyatukan multi disiplin berbagai spesialisasi untuk penanganan berbagai saluran cerna secara menyeluruh dan terpadu. “Penanganan pasien harus terintegrasi dan komprehensif dengan dukungan tim dokter berpengalaman sehingga memungkinkan penanganan kasus atau penyakit dilakukan di tempat dan waktu bersamaan,” ujar Hermansyur.

Untuk mengetahui tentang tindakan bedah minimal invasif ini, Anda bisa langsung menghubungi Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya yang terletak di Parigi, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15227.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.