ads
Layanan Kesehatan Posbindu RW 07 Srengseng Diminati Lansia.jpg

Kesehatan

Layanan Kesehatan Posbindu RW 07 Srengseng Diminati Lansia

Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) adalah fasilitas kesehatan untuk masyarakat yang sekaligus dilakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik.

Mengutip puskesmaskebonjeruk.com (12/3/2019), faktor risiko PTM meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makanan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar.

[Baca Juga: Ujung Tombak Kualitas Layanan di Puskesmas Pejaten]

Sedangkan penyakit diabetes melitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan termasuk ke dalam Kelompok PTM utama.

Posbindu PTM yang merupakan strategi dari Kementerian Kesehatan dalam upaya kesehatan berbasis masyarakat dan menanggulangi PTM ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Sasaran utama kegiatan Posbindu PTM adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM yang berusia 15 tahun ke atas.

Layanan kesehatan yang dilakukan melalui Posbindu PTM kini sudah tersebar di seluruh Indonesia, termasuk ke berbagai kelurahan salah satunya Kelurahan Srengseng. Berdasarkan lansiran beritajakarta.id (12/3/2019), Posbindu PTM di Jalan Buni RT 08/07, Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat, diminati warga terutama mereka yang sudah lanjut usia (lansia). 

[Baca Juga: Apa Olahraga Kardio yang Aman untuk Lansia?]

Posbindu Buni yang digelar di Pos RW 07 Srengseng sudah berlangsung sejak tahun 2011 dengan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan untuk PTM sebagaimana dikatakan Bendahara Posbindu Buni Sumarni pada beritajakarta.id (12/3/2019).

Sumarni menjelaskan rata-rata sekitar 40 warga setiap dua pekan sekali yang memeriksakan kesehatannya di Posbindu Buni. Pemeriksaan kesehatan yang disediakan di antaranya pemeriksaan gula, tekanan darah, kolesterol dan asam urat.

[Baca Juga: Layanan Kesehatan Khusus Lansia di Bogor Jawa Barat]

Warga yang dinyatakan kurang sehat dari hasil pemeriksaan tidak diberikan obat dalam pelayanan kesehatan di Posbindu seperti diutarakan Sumarni. Namun, tim medis yang bertugas di Posbindu biasanya memberikan rujukan ke puskesmas kecamatan terdekat untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut dan obat-obatan.

Warga sekitar RW 07 Kelurahan Srengseng yang rutin memeriksakan kesehatan setiap diadakan Posbindu di Pos RW 07 pada pekan pertama dan kedua setiap bulan salah satunya adalah Yati (53).

"Saya datang rutin untuk memeriksakan tekanan darah, maklum usia sudah tua jadi harus rajin periksa kesehatan,” ujarnya.

Dia pun mengaku senang dengan adanya Posbindu yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan berharap bisa lebih meningkatkan pelayanannya.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  11 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  5 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads