Leptospirosis Penyakit yang Berkembang Saat Banjir..jpg

Kesehatan

Leptospirosis Penyakit yang Berkembang Saat Banjir

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi jika puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Januari hingga Febuari 2019 seperti dilansir dari data yang diunggah BMKG pada laman resminya (25/1/2019). Meskipun akan segera berakhir, namun tidak ada salahnya berjaga-jaga karena curah hujan masih saja deras di akhir bulan ini.

Selama musim penghujan yang menyebabkan banjir, banyak penyakit yang harus diwaspadai. Salah satunya adalah Leptospirosis. Seperti dilansir webmd.com, Leptospirosis disebabkan bakteri yang disebut Leptospira interrogans yang disebarkan melalui kencing atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa penyakit tersebut, seperti tikus, anjing, dan hewan ternak. Mereka berperan sebagai pembawa virus dan tidak menunjukkan gejala penyakitnya.

[Baca Juga: Cegah Demam Berdarah dengan 3M Plus]

Bakteri dari penyakit ini akan masuk lewat tubuh yang terluka. Dan penderita mengalami gejala penyakit Leptospirosis seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, sakit perut, nyeri pada hati dan ginjal. Untuk mencegah penyakit tersebut agar tidak bertambah parah, sebaiknya segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Saat banjir menggenang wilayah, cara mencegah penyakit yang cukup serius ini adalah dengan menggunakan sepatu boot, masker, sarung tangan, dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih. Biasanya setelah terkena banjir, penyakit ini pun dimulai dengan gejala diare gatal-gatal dan batuk pilek. Hal ini bisa dicegah dengan memberikan kaporit pada sumur atau air. Kaporit berguna untuk menetralisir bakeri yang masuk pada air bersih pasca banjir.

Penyakit ini juga bisa mendatangkan gagal ginjal. Bila tidak diobati dengan cepat dan tepat, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

[Baca Juga: Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Musim Hujan]

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia seperti lilansir dari situs resminya, sebanyak 31 kasus Leptospiroses terjadi di Jakarta sepanjang 2018. Dari jumlah tersebut dinyatakan dua korban meninggal duna. Selain di Jakarta, kasus tersebut juga terjadi di tujuh provinsi lainnya periode 2018 hingga januari 2019.

Tujuh provinsi itu, yakni Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, dan Kalimantan Utara.

Melakukan pencegahan adalah cara yang efektif agar penyakit Leptospirosis tidak datang menghampiri Anda saat banjir melanda di sejumlah wilayah. Cegah dengan membersihkan sarang tikus dan genangan air di lingkungan Anda.

Read More

Artikel Lainnya

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis   .jpg

Bisnis

Java Aquatic, Hobi Biota Laut yang Dikembangkan Jadi Bisnis

28 September 2020, 20:19

Berkat hobi biota laut, Nico dan rekannya berhasil dirikan toko Java Aquatic yang berlokasi di kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Cegah Banjir, Pemkot Jakarta Utara Gelar Gerebek Lumpur.jpg

Berita Kawasan

Cegah Banjir, Pemkot Jakarta Utara Gelar Gerebek Lumpur

28 September 2020, 16:55

Pada akhir pekan kemarin, Pemkot Jakarta Utara memanfaatkannya untuk mengadakan kegiatan demi mencegah terjadinya banjir di musim hujan.

Setelah Viral di Medsos, Kafe di Galaxy Bekasi Disegel.jpg

Berita Kawasan

Setelah Viral di Medsos, Kafe di Galaxy Bekasi Disegel

28 September 2020, 14:41

Pada akhir pekan kemarin, jagat medsos Jabodetabek dihebohkan dengan pengunjung kafe di area Galaxy Kota Bekasi yang ramai berjoget tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Gantikan Mohammad Idris, Dedi Supandi Jabat Pjs Wali Kota Depok.jpg

Berita Kawasan

Gantikan Mohammad Idris, Dedi Supandi Jabat Pjs Wali Kota Depok

28 September 2020, 13:43

Resmi mulai menjalani cuti untuk Pilkada Depok 2020, jabatan Mohammad Idris untuk sementara digantikan Dedi Supandi.


Comments


Please Login to leave a comment.