5 KULINER YANG WAJIB DICOBA DI TAMAN ISMAIL MARZUKI

Kuliner

5 Kuliner yang Wajib Dicoba di Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki selalu ramai setiap harinya. Baik yang berwisata, melalukan aktivitas berkesenian atau sekadar melepas lelah. Sehingga, tidak aneh bila melihat tempat ini dipenuhi dengan anak muda yang bersenda gurau atau berdiskusi masalah seni. Namun, kira-kira adakah kuliner yang dapat menggoyang lidah ketika mengunjungi Taman Ismail Marzuki?

Taman Ismail Marzuki atau yang memiliki nama lengkap Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki berlokasi di Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat. Nama tempat ini diambil dari seorang komponis terkenal Tanah Air, Ismail Marzuki, yang terkenal akan karyanya seperti Gugur Bunga, Rayuan Pulau Kelapa hingga Halo Halo Bandung.

Taman Ismail Marzuki memiliki fungsi utama sebagai pusat kesenian dan kebudayaan serta menjadi rumah untuk Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta. Lokasi ikonik ini juga memiliki perpustakaan umum, sanggar tari, teater hingga panggung terbuka yang mampu menampung ribuan penonton.

Berbicara mengenai bersantai dan wisata di Taman Ismail Marzuki, tampaknya kurang lengkap bila tidak membahas kulinernya, mengingat makanan dan minuman saat ini sudah menjadi bagian gaya hidup dari masyarakat modern. Berikut ini lima kuliner yang wajib Anda coba ketika berkunjung ke Taman Ismail Marzuki.

Soto Betawi H. Ma’ruf

Rumah makan yang satu ini bisa dikatakan sebagai tempat yang legendaris. Bagaimana tidak, cikal bakal rumah makan ini sudah mulai terbentuk semenjak 1940, tepatnya ketika Indonesia berada dalam masa penjajahan. Dimulai dengan generasi awal, yaitu Haji Ma’ruf bin Said, yang berusaha membuat resep soto Betawi agar dapat diterima oleh masyarakat Jakarta saat itu. Sambil memikul usahanya, Haji Ma’ruf harus berpindah-pindah lokasi usaha akibat penertiban dari keamanan. Akhirnya, dirinya baru bisa menetap di dekat Taman Ismail Marzuki pada 1980-an dan hingga kini rumah makannya menjadi salah satu kuliner legendaris di Cikini.

Rumah makan ini menawarkan beragam masakan tapi tentu saja soto Betawi-nya menjadi menu yang paling dicari oleh pelanggan. Berbicara masalah isi dari sotonya, Anda bisa memilih menggunakan daging atau jeroan atau bahkan dicampur. Namun, banyak yang merekomendasikan bila ke tempat ini rasanya kurang lengkap bila tidak mencoba paru goreng dalam soto Anda.

Bubur Ayam Cikini H.R. Sulaiman

Kedai yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang tengah berkunjung ke Taman Ismail Marzuki dan menginginkan nikmatnya hidangan bubur. Bertuliskan Burcik (Bubur Cikini) H. R. Sulaiman, tempat makan ini sudah mulai beroperasi dari pagi mengingat banyak yang ingin sarapan bubur.

Satu mangkuk bubur yang disajikan berisi taburan cakwe yang bercampur daging ayam dan emping. Namun yang paling khas dari Burcik adalah menu bubur ayam telur. Bedanya dengan bubur biasa adalah telur ayam kampung mentah yang diletakkan di tengah-tengah bubur. Kondisi panasnya bubur membuat Anda tidak perlu khawatir dengan aroma atau telur yang tidak matang.

Tjikini Lima

Restoran Tjikini Lima sangat cocok bagi yang ingin menikmati makanan dan minuman sambil bersantai. Selain suasana indoor-nya yang memberi kesan campuran modern dan jaman dulu, restoran ini juga memiliki tempat makan dengan suasana outdoor. Bila datang pada saat weekday, tidak perlu heran bila melihat orang-orang yang tengah sibuk rapat atau bekerja.

Pasalnya, lokasi ini juga kerap digunakan oleh para pekerja lepas untuk bekerja. Menu makanan yang ditawarkan pun beragam dari selera khas timur hingga barat pun ada. Tidak ingin makanan berat? Silahkan memesan Crunchy Nachos yang bisa dinikmati sambil bersantai.

Warung Daun Cikini

Warung Daun Cikini ini sangat cocok bagi yang menyukai suasana tradisional dan asri. Selain karena bangunannya yang bernuansa vintage, restoran yang satu ini juga menawarkan beragam masakan khas Indonesia. Dengan arsitektur seperti bangunan Belanda, Warung Daun Cikini memiliki kesan Anda dikembalikan ke suasana Jakarta di era Batavia.

Suka dengan menu vegetarian? Restoran yang berada tidak jauh dari Taman Ismail Marzuki itu, memiliki hidangan karedok, tumis kangkung polos hingga tumis pucuk labuk organik santan yang menggunakan sayuran organik. Satu hal yang menarik dari tempat ini juga adalah salah satu motonya yang berbunyi “Go organic, MSG free”. Warung Daun mengklaim menyajikan makanan rumahan dengan bumbu yang segar tanpa MSG serta ramah lingkungan.

Bakoel Koffie

Berbicara mengenai Taman Ismail Marzuki yang berada di area Cikini maka sayang jika tidak menyinggung kafe legendaris satu ini. Pasalnya, Bakoel Koffie merupakan kedai kopi tertua di Indonesia. Dibangun pada 1878 di Batavia, sejarah Bakoel Koffie diawali ketika Liauw Tek Soen dan istrinya membuka usaha warung makan.

Warung yang ramai dikunjungi oleh para pengayuh becak ini ternyata justru ramai oleh para pengunjung yang ingin menikmati kopinya dibandingkan makanannya dan inilah bibit minat Liauw untuk mendirikan pabrik kopi yang akhirnya menjadi bibit pembentukan Bakoel Koffie.

Dengan rasa kopinya yang khas, banyak penggemar minuman satu ini menjadikan Bakoel Koffie sebagai lokasi wajib yang harus mereka kunjungi. Bagi Anda yang mengunjungi Taman Ismail Marzuki mungkin dapat menjadikan tempat ini untuk melepas lelah sehabis beraktivitas.

Read More

Artikel Lainnya

sholat-tarawih.jpg

Berita Kawasan

Salat Tarawih Perdana di Kota Medan Berlangsung Lancar dan Sesuai Prokes

13 April 2021, 11:49

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut Ramadan dengan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area masjid.

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.

UTBK UNDIP 2021

Pendidikan

Hari Pertama UTBK UNDIP Tahun 2021 Berjalan Lancar

13 April 2021, 11:07

Ia mengatakan bahwa ini adalah kali kedua UNDIP melaksanakan UTBK di masa pandemi dan meyakinkan bahwa semua pihak melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin

UTBK di Universitas Padjajaran.jpg

Pendidikan

UTBK di Unpad, Semua Peserta Wajib Pasang Aplikasi Mass Tracking

13 April 2021, 10:34

Semua peserta UTBK di Universitas Padjajaran wajib memasang aplikasi mass tracking untuk mencegah penularan COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.