LIPI Ingatkan Penyebab Pandemi Itu Manusia, Bukan Satwa Liar

Kesehatan

LIPI Ingatkan Penyebab Pandemi Itu Manusia, Bukan Satwa Liar

SARS-CoV-2, yang merupakan virus penyebab COVID-19, merupakan kelompok famili Coronaviridae yang secara alami ditemukan di beberapa kelompok satwa liar seperti tikus, kelelawar dan satwa liar lainnya. Banyaknya berita yang menarasikan satwa liar sebagai pembawa virus SARS-CoV-2 menyebabkan beberapa pihak mengambil kebijakan dan langkah yang kontra produktif. Seperti pemusnahan kelelawar di Solo.

Berkaitan dengan hal tersebut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar survei daring berjudul Survey Persepsi Masyarakat terhadap Covid-19 dan Satwa Liar. Penelitian yang diselenggarakan Pusat Penelitian Biologi dan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI ini berlangsung sejak 28 Mei 2020. Hasil survei disampaikan pada Webinar Sosialisasi Hasil Survei Persepsi Masyarakat terhadap COVID-19 dan Satwa liar pada 7 Juli 2020, sekaligus memperingati World Zoonoses Day yang jatuh pada 6 Juli.

Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19

Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Gangguan pada ekologi, seperti perambahan hutan, perburuan, dan intensifikasi pertanian menjadikan habitat asli satwa liar terganggu. Hal ini menyebabkan interaksi antara manusia dengan satwa liar menjadi lebih sering terjadi dan meningkatkan potensi penyebaran zoonosis.

“LIPI sebagai lembaga riset yang memiliki kewenangan ilmiah terkait keanekaragaman hayati di Indonesia memandang perlu untuk memberi pertimbangan ilmiah untuk arahan kebijakan terkait zoonosis dan satwa liar,” ujar Kepala LIPI Laksana Tri Handoko seperti diberitakan dalam lipi.go.id (12/7/2020).

[Baca Juga: Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19]

Penelitian ini merupakan salah satu bentuk respon LIPI pada isu zoonosis, COVID-19 dan satwa liar yang banyak beredar di kalangan masyarakat termasuk salah satunya kebijakan beberapa daerah menyikapi pencegahan penularan melalui langkah membasmi satwa liar. Penelitian yang diawali dengan metode survei ini kemudian diperkaya dengan Focus Group Discussion bersama para pihak dari pemanfaatan satwa liar, lembaga swadaya masyarakat dan instansi pemerintah yang memiliki kewenangan terkait zoonosis dan satwa liar.

Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19

Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Atit Kanti menjelaskan, perlunya mitigasi dan kesiapsiagaan bagi para pihak terkait pengelolaan satwa liar. “Dengan webinar ini diharapkan semua dapat mensosialisasikan perlunya mitigasi dan kesiapsiagaan bagi para pihak terkait pengelolaan satwa liar dan potensi munculnya penyakit akibat pemanfaatan yang tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” jelas Atit.

Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Herry Jogaswara menerangkan, penelitian ini berawal dari adanya kebijakan pemerintah daerah dalam pemusnahan satwa liar. “Kami ingin mengetahui instrumen apa

[Baca Juga: Potensi Zoonosis dalam Sistem Kandang Baterai Peternakan Ayam Petelur]

Sementara itu, menurut Peneliti zoonosis Pusat Penelitian Biologi LIPI R. Taufiq Purna Nugraha, survei ini memang berangkat dari kegelisahan, yaitu adanya miskonsepsi dari sebuah peraturan daerah. “Pendekatan yang mengusung sinergisme manusia dan alam seperti konsep One Health harus dikedepankan. Tidak dapat dipungkiri lagi banyak kemunculan berbagai penyakit infeksius baru dikarenakan ketidak imbangan dalam pengelolaan ketiga unit tersebut,” terang Taufiq.

Peneliti ekologi manusia Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Sanusi menyampaikan, faktor utama yang berperan dalam pandemi akibat zoonosis ini adalah manusia. Bahkan ada pemerintah daerah yang melegalkan pembunuhan massal terhadap beberapa jenis satwa liar. “Padahal satwa liar tersebut hanyalah pembawa, sedangkan faktor utamanya adalah ulah manusia selain faktor alam itu sendiri,” tutup Sanusi.


Read More

Artikel Lainnya

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YP K.jpg

Pendidikan

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YPK

24 June 2022, 16:06

Bertajuk Archipelago, puluhan karya seni dari mahasiswa ISBI dipamerkan di Galeri YPK Kota Bandung hingga 30 Juni 2022.

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif.jpg

Bisnis

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif

24 June 2022, 14:04

Dengan brand Newhun, warga di Kota Bandung berhasil mengolah limbah sampah plastik bisa menjadi produk jam tangan.

Terintegrasi dari MRT Hingga Ojol di Ibu Kota, Masyarakah Diajak Unduh Apps JakLingk o.jpg

Berita Kawasan

MRT Hingga Ojol Ibu Kota Terintegrasi, Warga Diajak Unduh Apps JakLingko

24 June 2022, 11:02

Pemprov DKI mengajak masyarakat Ibu Kota mengunduh apps JakLinko guna mempermudah serta menghemat waktu untuk memanfaatkan berbagai transportasi di Jakarta bahkan termasuk mendapatkan tiket malam puncak HUT Jakarta ke-495.

Nostalgia Lagu Hits Boyzone dan Westlife, Boyzlife Akan Tampil di Bengkel Space.jpg

Hobi dan Hiburan

Nostalgia Lagu Hits Boyzone dan Westlife, Boyzlife Akan Tampil di Bengkel Space

23 June 2022, 17:30

Duet Boyzlife disebut akan diboyong untuk tampil pada 7 Agustus 2022 nanti untuk menampilkan lagu-lagu hits kedua anggotanya ketika masih di grup boyband Boyzone serta Westlife.


Comments


Please Login to leave a comment.