Literasi dan Riset, Medium SMP Al-Izhar Tanamkan Literasi pada Anak

Pendidikan

Literasi dan Riset, Medium SMP Al-Izhar Tanamkan Literasi pada Anak

Sekolah Menengah Pertama Al-Izhar Pondok Labu tampaknya sungguh-sungguh menanamkan budaya literasi kepada para siswa. Pasalnya, SMP ini memiliki mata pelajaran Literasi dan Riset, yang mana tak semua sekolah di Jakarta punya.

Secara garis besar, mata pelajaran yang dikhususkan bagi anak kelas delapan ini layaknya skripsi di perguruan tinggi. Dalam satu tahun, siswa mengerjakan proposal penelitian, mengambil data, menuangkannya ke dalam laporan tertulis, dan mengikuti sidang. Walau baru berjalan selama satu tahun, mata pelajaran ini disebut sukses oleh guru pengampu.

“Pokoknya di semester satu kita ajarin bikin proposal. Antara semester satu dan dua barulah mereka penelitian. Semester duanya, barulah mereka presentasi sendiri kayak orang sidang,” jelas Koordinator Mata Pelajaran Literasi dan Riset SMP Al-Izhar Pondok Labu Cahya Candra kepada PingPoint.co.id di Jakarta Selatan (12/3/2020).

Literasi dan Riset, Medium SMP Al-Izhar Tanamkan Literasi pada Anak

Candra memaparkan lebih lanjut, penerima mata pelajaran ini adalah kelas delapan. Di semester satu, setiap pekannya mereka mendapatkan waktu belajar Literasi dan Riset di dalam kelas selama dua jam pelajaran. Layaknya mahasiswa, guru mengajarkan cara menulis judul, tinjauan pustaka, dan menentukan variabel penelitian.

Setelah proposal siap, siswa pun mengambil data. Nama kegiatannya adalah Latihan Dasar Penelitian.

“Ambil datanya di Cibodas, Bogor selama tiga hari. Kita mengharapkan judul-judulnya itu yang bisa diambil di Cibodas sana,” tambah guru yang juga mengajar Biologi itu.

[Baca Juga: Perguruan Al-Izhar Ikuti Instruksi Mendikbud Cegah COVID-19]

Selepas mengambil data, siswa mempresentasikan data sementara yang didapatkan di lokasi penelitian.

Lalu, di tahap berikutnya mereka mengolah data dan menulis laporan. Meski tak rumit seperti skripsi, siswa diminta menganalisis data yang diambilnya dengan baik. Setelah itu, mereka membuat poster, menulis artikel, dan mengikuti sidang berupa presentasi di kelas. Artikel tertulis para siswa rencananya akan dibukukan oleh sekolah.

“Sekarang lagi tahap sidang, udah berjalan tiga minggu,” lanjut Candra.

Candra pun bangga lantaran anak-anak didiknya sudah membuat poster dari hasil penelitian. Menurutnya, poster adalah media yang pasti ada di forum-forum ilmiah. Candra menyebut poster merupakan bentuk teratas dari tingkatan literasi karena siswa sudah melalui banyak kegiatan literasi ketika menyelesaikannya.

Literasi dan Riset, Medium SMP Al-Izhar Tanamkan Literasi pada Anak

Kepada PingPoint.co.id, Candra menjelaskan mulanya muncul mata pelajaran ini. Secara resmi, mata pelajaran ini baru berjalan pada tahun ajaran ini, yaitu 2019/2020. Meski begitu, sejak dahulu kegiatan meneliti dan menulis sudah ada di SMP Al-Izhar. Namun, itu ditujukkan kepada para siswa kelas sembilan dan termasuk dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Setiap siswa kelas sembilan menyelesaikan mini skripsi itu dalam waktu tiga bulan. Hal ini menjadi prasyarat mengikuti ujian nasional. Setelah melalui berbagai pertimbangan, itu menjadi beban yang terlalu berat bagi para siswa kelas sembilan karena mereka harus mempersiapkan ujian nasional. Oleh karenanya, konsep berubah di tahun 2016. Hanya siswa kelas delapan yang mendapatkan mata pelajaran tersebut.

[Baca Juga: Tingkatkan Budaya Membaca, Bogor Buka Festival Arsip dan Literasi]

Pada tahun 2016 pun Literasi dan Riset tak wajib bagi seluruh siswa kelas delapan, itu hanya untuk mereka yang ikut ekstrakurikuler karya tulis ilmiah dan fotografi. Lama-kelamaan diputuskan seluruhnya mendapatkan mata ajar ini sebab dinilai berhak mempelajarinya juga.

Melalui pelajaran ini, siswa melakukan banyak kegiatan literasi, seperti membaca, mendengarkan, mengolah data hasil temuan, dan menulis. Siswa juga belajar berpikir kritis dan ilmiah sejak dini.

Selain itu, lewat sidang hasil penelitian, siswa belajar berani berbicara di depan umum dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan teman kepadanya. “Jadi, sediem-diemnya anak, mereka pasti ngomong,” tandas Candra.

SMP Al-Izhar merupakan sekolah swasta yang tergabung dalam Yayasan Anakku. Banyak orang-orang berprestasi lahir dari sekolah ini, seperti Zivana Letisha dan Gita Gutawa.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.