Literasi Digital Menjadi Aspek Penting di Perkembangan Eknomi Digital.jpg

Bisnis

Literasi Digital Menjadi Aspek Penting di Perkembangan Ekonomi Digital

Secara sederhana, literasi digital pada dasarnya merupakan kecakapan yang Anda butuhkan agar bisa beraktivitas, baik itu untuk belajar hingga bekerja, melalui akses komunikasi yang memanfaatkan teknologi digital. Tentu saja aspek seperti e-commerce, media sosial, internet, hingga perangkat seperti ponsel pintar masuk ke dalam konteks tersebut. Namun sayangnya dengan didorongnya ekonomi digital di Indonesia, literasi digital yang dimiliki pengguna internet dipandang belum optimal. Padahal menurut pakar serta wakil rakyat, ekonomi digital dan literasi digital sudah selayaknya berjalan secara bersamaan.

Didorongnya ekonomi digital oleh pemerintah yang menyasar para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM, khususnya di masa pandemi merupakan hal yang dipandang tepat. Dengan pengguna internet di Indonesia yang mencapai ratusan juta orang serta modal yang tidak sebesar bila Anda membuka toko fisik, maka ekonomi digital memberikan kesempatan pengusaha UMKM yang memiliki dana terbatas untuk memulai usahanya.

Literasi Digital Menjadi Aspek Penting di Perkembangan Eknomi Digita l.jpg

“Kita tentu bahwa sebelum adanya ekonomi digital, diperlukan biaya dan juga waktu yang lebih banyak untuk bisa membangun toko fisik. Tapi sekarang, bisnis-bisnis mulai dijalankan dengan lapak marketplace gratis atau dengan membuka website toko online saja,” ujar Anggota Komisi 1 DPR Alimin Abdullah dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator: Literasi Digital sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat (6/6/2022).

Aspek ekonomi digital ini, Alimin lanjutkan, bisa dilihat dari proses transaksi yang dilakukan. Apa yang disampaikan anggota Fraksi Partai PAN itu ada benarnya, dari mulai untuk membeli satu gelas kopi bahkan satu bungkus sate padang di berbagai kota-kota besar, sudah banyak pengusaha yang membuka channel pembayaran via QRIS atau e-wallet sehingga Anda tidak perlu repot membawa uang fisik di dompet.

Tapi tentu saja masih ada orang yang enggan menguatkan aspek ekonomi digitalnya walau berstatus pengguna internet. Contohnya adalah para pedagang konvensional di pasar atau warung yang pada dasarnya memiliki ponsel pintar tapi masih lebih senang bila transaksi difokuskan dengan uang nyata. Contoh lainnya adalah para pengusaha UMKM yang ragu mencoba berjualan secara daring dengan alasan kurang cakap dalam memanfaatkan teknologi saat ini.

[Baca Juga: Literasi Digital dan Generasi Muda Jadi Kunci Pertumbuhan UMKM]

Menurut Praktisi Literasi Digital Yusran Isnaini, hal di atas dipicu oleh daya saing digital di Indonesia yang masih rendah sekaligus memanfaatkan internet hanya sebagai sarana mengakses media sosial atau bahkan untuk menonton konten semata. Di mana muara utama pemicu kondisi ini dipandang Yusran disebabkan oleh literasi digital yang masih rendah.

“Kurangnya literasi digital menjadikan Internet masih dianggap sebagai sekadar sarana komunikasi. Pemanfaatan yang dominan adalah untuk media sosial (87 persen), hiburan (62 persen), dan berita atau informasi (70 persen). Internet belum digunakan sebagai sarana untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan ekonomi warga, misalnya memperluas peluang usaha,” ungkap Yusran.

Dari sisi pemerintah sendiri disebut sebenarnya tidak tinggal diam, khususnya pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Dengan Kemenkominfo yang terus berupaya merangkul masyarakat yang bukan hanya ada di kota besar tapi juga di area pedesaan dan terpencil untuk mendapatkan pelatihan literasi digital. Tentu saja langkah ini demi harapan agar mereka yang menerima pelatihan ini juga bisa melebarkan sayap usahanya di ranah ekonomi digital Tanah Air.


Read More

Artikel Lainnya

Omzet Capai Rp25 Juta Per Hari! Ini Rahasia Nikmatnya Mih Kocok Mang Dadeng.jpg

Kuliner

Omzet Capai Rp25 Juta Per Hari! Ini Rahasia Nikmatnya Mih Kocok Mang Dadeng

15 August 2022, 16:05

Berasal dari jerih payah serta bumbu-bumbu yang digunakan, Mih Kocok Mang Dadeng berhasil eksis selama 58 tahun terakhir dan terus dicari oleh konsumen setianya.

2 Inovatur Indonesia Digandeng dalam Program Plastic Waste to Value Southeast As ia Challenge.jpg

Bisnis

2 Inovator Indonesia Masuk Program Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge

15 August 2022, 14:04

Dari lima inovator di Asia Tenggara, dua datang dari Indonesia, terpilih ikut dalam program untuk membenahi tata kelola sampah plastik.

Parade Acara Jakarnaval 2022 Gaungkan Kekayaan Budaya Nusantara.jpg

Berita Kawasan

Parade Acara Jakarnaval 2022 Gaungkan Kekayaan Budaya Nusantara

15 August 2022, 12:01

Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, Jakarnaval akhirnya kembali digelar dengan sukses pada akhir pekan kemarin.

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta

12 August 2022, 16:43

Pada 14 Agustus 2022, Sirkuit Internasional E-Prix Jakarta akan menjadi lokasi acara puncak karnaval bernama Jakarnaval yang digelar untuk geliatkan wisata di Ibu Kota.


Comments


Please Login to leave a comment.