MENTENG-KAWASAN-SELAMA TAHUN 2018 MONAS DIKUNJUNGI 144 115 WISATAWAN-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Berita Kawasan

Lokasi Ibu Kota Baru Diumumkan, Jakarta akan Kehilangan Tiga Keistimewaan Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru lewat laman Youtube Sekretariat Presiden (26/8/2019).

“Pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam dan kita intensifkan studinya dalam 3 tahun terakhir ini. Hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jokowi.

Lokasi Ibu Kota Baru Diumumkan, Jakarta Bukan Daerah Khusus Lagi

Setelah pengumuman ini, seperti yang pernah diminta Jokowi, perlu ada pembahasan untuk mengubah undang-undang (UU) tentang ibu kota. UU ini akan menjadi dasar hukum pembentukan ibu kota baru. Proses ini secara bersamaan juga akan mengurangi keistimewaan Jakarta yang selama ini memiliki "gelar" Daerah Khusus Ibu Kota (DKI).

[Baca Juga: Ketua DPR: Perpindahan Ibu Kota Dari Jakarta Harus Diikuti BUMN]

Saat ini, landasan hukum ibu kota Indonesia adalah UU 29/2007 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta sebagai Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebelumnya landasan hukum ibu kota adalah UU 34/1999. Aturan lama ini diganti karena "sudah tidak sesuai dengan karakteristik permasalahan Provinsi DKI Jakarta, perkembangan keadaan, dan tuntutan penyelenggaraan pemerintahan." Jika UU baru ini terbit, otomatis UU 29/2007 tidak lagi berlaku.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran Yogi Suprayogi menjelaskan, hal paling mendasar yang bakal dialami Jakarta adalah kehilangan gelar 'DKI'. "Ini (titel) DKI dicabut. Itu secara perangkat perundangannya," kata Yogi seperti dikutip dari Tirto.id (26/8/2019). Pada bagian 'Penjelasan' UU 29/2007, Jakarta disebut 'daerah khusus' karena mereka diberikan "kekhususan tugas, hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah."

Lokasi Ibu Kota Baru Diumumkan, Jakarta Bukan Daerah Khusus Lagi

Tiga keistimewaan Jakarta yang tidak akan lagi dimiliki yaitu:

  • Berfungsi sebagai Ibu Kota NKRI yang sekaligus berfungsi sebagai daerah otonom pada tingkat provinsi
  • Sebagai tempat kedudukan perwakilan negara asing, serta pusat/perwakilan lembaga internasional
  • Kekhususan lain terkait dengan pemilihan kepala daerah. Jika daerah lain yang dipilih sebagai kepala daerah--gubernur, bupati, maupun walikota--adalah calon yang mendapat suara paling tidak 30 persen dari suara masuk, maka di DKI jumlahya mesti lebih dari 50 persen demi "memperoleh legitimasi yang kuat dari rakyat"

Kekhususan inilah yang nantinya tak lagi melekat pada Jakarta, tapi ibu kota baru. Meski hak-haknya dilucuti, Yogi menilai Jakarta tidak akan kehilangan magnetnya. Dia akan jadi daerah yang akan selalu didatangi orang-orang dari daerah lain demi mendapat penghidupan yang lebih baik. Sebab, katanya, "Statusnya sebagai pusat bisnis akan tetap dipertahankan."

[Baca Juga: Kantor Gubernur DKI Jakarta Kini Punya Balkot Farm]

Hal yang sama diungkapkan Gubernur Jakarta Anies Bawesdan. "Enggak (pendapatan tidak turun). Baik kegiatan perekonomian di Jakarta, Insyaallah akan jalan terus karena yang sedang proses kan administrasi pemerintahan, tapi untuk kegiatan perekonomian tetap di Jakarta," ujar Anies ketika ditemui wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta minggu lalu, seperti dilansir dari detik.com (22/8/2019).

Lokasi Ibu Kota Baru Diumumkan, Jakarta Bukan Daerah Khusus Lagi

Bahkan, menurut Anies, Presiden Jokowi mengatakan Bank Indonesia dan lembaga-lembaga pemerintahan terkait bisnis perekonomian tetap di Jakarta. "Jadi sebagai pusat kegiatan perekonomian, kota ini jalan terus," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Anies menambahkan Jakarta harus siap menghadapi perubahan, termasuk tak lagi menjadi ibu kota, dan beralih menjadi pusat bisnis. "Memang sebuah kota harus siap untuk menghadapi perubahan-perubahan zaman. Tidak bisa kita mau statis terus. Saya percaya masyarakat bisnis di Jakarta akan dengan cepat melihat kesempatan-kesempatan baru dengan ada tantangan-tantangan baru," tutup Anies.

Read More

Artikel Lainnya

Penuhi Gizi Seimbang, Rocyo Luncurkan Program Nutrimenu

Bisnis

Penuhi Gizi Seimbang, Rocyo Luncurkan Program Nutrimenu

28 January 2020, 18:00

Kehadiran program Royco Nutrimenu ‘Ayo Masak Lezat sesuai Isi Piringku’ diharapkan dapat membantu dan menginspirasi para Ibu dan remaja untuk menyajikan makanan bergizi seimbang.

Strategi Bisnis Avrist Assurance 2020 Fokus pada Milenial dan Gen Z

Bisnis

Strategi Bisnis Avrist Assurance 2020 Fokus pada Milenial dan Gen Z

28 January 2020, 17:00

Memasuki Januari 2020, perusahaan Avrist Assurance memaparkan strategi bisnisnya untuk tahun 2020 yang akan fokus pada generasi milenial dan gen Z.

Mothern Luncurkan Single Cascade, Hasil Kolaborasi Impian

Berita Kawasan

Mothern Luncurkan Single Cascade, Hasil Kolaborasi Impian

28 January 2020, 16:00

Cascade merupakan sebuah lagu yang bercerita tentang kesehatan mental seseorang dalam peperangan melawan dirinya sendiri.

Film Perempuan Tanah Jahanam Tayang di Sundance Film Festival 2020

Berita Kawasan

Sambutan Meriah Perempuan Tanah Jahanam di Sundance Film Festival 2020

28 January 2020, 15:00

Dalam artikel berjudul Our 8 Most Anticipated Movies At Sundance 2020, film Perempuan Tanah Jahanam pun direkomendasikan sebagai film wajib tonton dalam ajang festival film bergengsi itu.


Comments


Please Login to leave a comment.