LPS Kebon Kosong Terapkan Sistem Pengolahan Sampah

Berita Kawasan

LPS Kebon Kosong Terapkan Sistem Pengolahan Sampah

Persoalan sampah di Indonesia rupanya makin meningkat. Tinggi dan padatnya jumlah penduduk membuat konsumsi dan sampah semakin menumpuk, banyak sekali sampah plastik yang sulit terurai sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan yang cukup serius.

Kondisi ini disadari banyak orang, termasuk masyarakat dan pemerintah yang semakin khawatir dengan keadaan bumi yang makin tercemar akibat sampah plastik. Bayangkan saja, sampah plastik tak bisa terurai hingga 20 tahun, terlebih lagi jika sampah plastik masuk ke dalam air. Hal ini bisa merusak kehidupan biota laut.

Maka dari itu, pemerintah dan berbagai lapisan masyarakat mengkampanyekan penguranga sampah plastik dengan mengganti plastik sekali pakai dengan tempat atau alat yang tahan lama. selain itu pemerintah juga melakukan berbagai upaya lainnya seperti memisahkan sampah sesuai jenisnya.

[Baca Juga: Inspiratif! Warga Meruya Utara Olah Sampah Jadi Energi]

Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini menerapkan sistem pengolahan sampah organik di Lokasi Pembuangan Sementara (LPS) di Jalan Dakota V, Kelurahan Kebon Kosong. Hal ini dilakukan untuk memilah milih dan menggunakan ulang sampah yang bermanfaat untuk kepentingan lain.

Melansir dari pusat.jakarta.go.id (15/5/2019), Kepala Satuan Pelaksana Tugas (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Kamayoran Rina Yuliana menerangkan, setiap harinya hasil dari pengelolaan sampah organik mencapai ratusan kilo dan masih berupa kompos kasar dan cair. "Kami mengolah sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan satu unit mesin pencacah," ujar Rani (14/5/2019).

Sementara itu, Petugas Pengolahan Sampah Organik di LPS Kemayoran Nur Ahmad menjelaskan, pembuatan kompos kasar dilakukan dalam lima tahap yakni, pemilahan sampah organik, pencacahan dengan mesin, penyemprotan cairan EM4, penampungan, dan pengayakan.

[Baca Juga: Pentingnya Peran Pemulung dalam Masalah Sampah di Jakarta]

Setelah memasuki proses terakhir yang berupa pengayakan, kompos ditempatkan di depo penampunagan. Biasanya dalam satu bulan kompos yang dihasilkan dari olahan sampah bisa mencapai 3.000 sampai 3.500 kilogram kompos kasar.

Nur Ahmad menambahkan, sejak April 2019, LPS Kemayoran mulai melakukan uji coba pembuatan kompos cair dengan menggunakan satu unit tong sampah komposter. Hasilnya pun bisa dibilang banyak, para petugas yang menanganinya mengemasnya dengan botol air mineral bekas sehingga tak terbuang sia-sia.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.