ads
LRT Jakarta Siap Beroprasi Akhir Maret 2019.jpg

Berita Kawasan

LRT Jakarta Siap Beroperasi Akhir Maret 2019

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pemegang proyek Light Rail Transit (LRT) telah selesai melakukan uji coba rute Kelapa Gading-Velodrome. Hingga kini, pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome telah mencapai 100 persen. Sarana dan prasarana moda transportasi berbasis rel tersebut juga telah selesai diuji Balai Pengujian Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Direktur Proyek LRT PT Jakpro Iwan Tawin mengatakan, uji coba integrasi LRT dengan Transjakarta telah selesai dilakukan. Sementara operasionalnya tinggal menunggu sertifikasi dari Balai Pengujian Perkeretaapian. “Pengujian sarana dan prasarana sudah dilakukan dari Kemenhub pekan kemarin. Jadi tinggal tunggu keluar sertifikat rekomendasi,” kata Iwan seperti dikutip dari Berita Jakarta (11/3/2019).

[Baca Juga: Pemprov DKI dan DPRD Belum Putuskan Tarif LRT dan MRT Jakarta]

Ditambahkan Iwan, tahap selanjutnya Kemenhub akan menerbitkan rekomendasi dan sertifikat layak operasi untuk sarana dan prasarana LRT Jakarta. Sertifikat itu nantinya menjadi landasan bagi Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menerbitkan izin operasional. “Kami juga sudah lakukan uji coba trial run. Target kami akhir Maret 2019 sudah beroperasi,” lanjut Iwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, uji coba LRT Jakarta ini digelar Jumat (8/3/2019) dan mendapat sambutan antusias dari warga Jakarta. Terlebih dalam uji coba tersebut, warga juga diajak menikmati layanan kereta LRT yang terintegrasi dengan Transjakarta Jak 24 rute Senen-Pulogadung.

[Baca Juga: Sosialisasi Jak Lingko, Layanan Transportasi Terintegrasi]

Salah seorang warga yang turut ikut dalam uji coba LRT Jakarta, Ana (42) mengaku sengaja ingin menjajal kereta LRT dengan menumpang layanan Jak 24 dari Jalan Boulevard Utara hingga Mal Kelapa Gading lalu naik LRT. “Menurut saya keretanya nyaman. Petugasnya juga ramah dan sigap memberitahukan penumpang,” kata Ana.

Hal senada juga disampaikan warga Kelapa Gading, Fani (30). Menurutnya, LRT Jakarta bisa menjadi alternatif lain menggunakan transportasi publik. Mengingat, dengan menumpang LRT, mobilitas warga menjadi lebih cepat dibandingkan kendaraan pribadi. "Kereta dan stasiunnya juga nyaman dan aman. Petugasnya juga ada di mana-mana. Oke banget," katanya.

[Baca Juga: TransJakarta Mengenalkan Pentingnya Transportasi Umum Pada Anak]

Sementara itu, Corporate Communication Officer PT LRT Jakarta Melisa Suciati mengatakan, sosialisasi layanan LRT terintegrasi dengan Jak 24 ini telah dilakukan sejak 4 hingga 17 Maret 2019 mendatang. Hari ini, pihaknya mengoperasikan empat train set dengan headway 10 menit. "Sampai saat ini sudah ada sekitar 300 orang yang telah naik LRT. Untuk kapasitas satu train set sekitar 270 orang," tandasnya.

Integrasi dari Stasiun Velodrom menuju halte Trasnjakarta menggunakan jembatan penghubung atau skybridge yang terbuat dari rangka baja. Pihaknya juga sudah menggelar workshop dan sharing dengan PT Transjakarta soal bagaimana sistem tiket, jadwal, dan sebagainya.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  10 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  4 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads