Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Kompos

Pendidikan

Mahasiswa UISU Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

Mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) antusias mengikuti pelatihan pengelolaan sampah organik dan pembuatan kompos yang digelar di dua lokasi terpisah, (13/11/2011) kemarin.

Praktik pelatihan pengelolaan sampah organik untuk pembuatan briket digelar di Laboratorium Fakultas Teknik UISU Jalan SM Raja Medan dipandu Ir. Rena Arifah, M.SI.

Sedangkan praktik pembuatan kompos dilaksanakan di Fakultas Pertanian UISU Jalan Karya Wisata Gedung Johor dan dipandu Ir. Ratna Mauli Lubis.

Kegiatan pelatihan merupakan rangkaian kegiatan green campus dan mendukung MBKM di lingkungan UISU yang digelar Lembaga Penelitian UISU selama 2 hari.

Sebelumnya, kegiatan dibuka Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP di Auditorium UISU Jalan SM Raja Medan.

uisu.jpg

Rektor UISU dalam sambutannya saat pembukaan berharap, mahasiswa yang ikut dalam kegiatan pelatihan ini menjadi contoh buat seluruh mahasiswa UISU lainnya.

Dikatakan Rektor bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mendukung green kampus dan program MBKM di lingkungan UISU. Terlebih lagi bahwa sampah yang diolah akan dapat memberikan nilai ekeonomis buat masyarakat.

“Kegiatan pelatihan ini juga merupakan bagian dari trannformasi ilmu pengetahuan sekaligus merubah pola hidup untuk lebih bersih sekaligus menjaga lingkungan sekitar,”ujarnya dari rilis kepada Pingpoint.co.id (16/11/2021).

Sementara itu, Ir. Ratna Mauli Lubis menjelaskan bahwa pembuatan kompos dapat menggunakan semua jenis tumbuhan baik tumbuhan keras maupun tidak, dan semakin keras tumbuhannya maka semakin lama proses pembuatannya tetapi untuk pemanfaatan tanamannya semakin baik.

“Dibandingkan dari buah-buahan atau sayur-sayuran memang pembuatannya cepat tetapi untuk pemanfaatannya sendiri masih kurang,” jelasnya.

[Baca Juga: Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Kompos]

Menurut Ratna Mauli, pemanfaatan kompos sangat baik untuk tanaman, yang paling utama untuk memperbaiki sifat-sifat fisika.

”Hara yang ada dikompos akan cepat diserap akar tanaman serta akan jadi makanan bagi organisme-organisme di dalam tanah yang menguntungkan,” ucapnya.

Kelebihan lainnya adalah untuk melapuk dan apa saja yang ada di dalam tanah guna menghasilkan unsur-unsur baik berupa unsur hara maupun bukan unsur hara ujar Ir. Ratna Mauli Lubis

Secara terpisah, Ir Rena Arifah, M.SI menjelaskan bahwa sampah dapat menjadi energi dimana bahan baku sampah organik dijadikan arang dengan memanfaatkan drum pembakar sehingga akhirnya menghasilkan briket.

Briket dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif dan menjadi salah satu solusi krisis energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pelatihan pembuatan briket dan pembuatan kompos dalam kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan green kampus dan mendorong MBKM di lingkungan UISU serta sebagai salah satu pengembangan sektor peningkatan ekonomi masyarakat serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.


Read More

UISU

Universitas Islam Sumatera Utara

+62617869790
None

Artikel Lainnya

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromat erapi.jpg

Bisnis

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromaterapi

30 January 2023, 15:01

Bank sampah ternyata tak hanya bisa mendapatkan cuan dari pemilahan sampah semata, karena bank sampah satu ini menunjukan bahwa mereka juga mampu membuat produk yang bernilai ekonomi.

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi.jpg

Berita Kawasan

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi

30 January 2023, 12:58

Pada akhir pekan kemarin, Presiden Jokowi terlihat hadir bersama Pj Gubernur DKI Jakarta dalam momen perayaan Imlek Nasional yang digelar di Taman Banteng

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.


Comments


Please Login to leave a comment.