Mall Baru di Jakarta Terus Bertambah Walaupun Tingkat Okupansi Turun

Bisnis

Mal Baru di Jakarta Terus Bertambah Walaupun Tingkat Okupansi Turun

Ada tiga mal di Jakarta yang akan beroperasi tahun 2018. Salah satunya Aeon Mall Jakarta Garden City di Cakung yang dikembangkan Metropolitan dan Aeon. Berdasarkan data Colliers International Indonesia, suplai pusat belanja di Jakarta dan sekitarnya akan terus bertambah dalam empat tahun ke depan. Total area ritel atau net leasable area (NLA) akan bertambah sekitar 1.229.680 meter persegi hingga tahun 2020.

Selain Aeon Mall Jakarta Garden City di Cakung, mal di Jakarta tahun 2018 yang mulai beroerasi yaitu Shopping Mall @Pancoran dan New Harco Plaza yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Land. Total akan bertambah 15 pusat belanja antara tahun 2017-2020 dengan total NLA 654.000. Pada tahun 2019 akan bertambah dua lagi, yakni Shopping Mall at South Gate Lenteng Agung yang dikembangkan Sinarmas Land-Aeon dan D'Entrance Arcadia TB Simatupang yang dibangun oleh Loka Mampang. Selebihnya ditargetkan beroperasi pada tahun 2020 dan masih dalam proses perencanaan.

Sementara di sekitar Jakarta akan bertambah 12 mal lagi mulai 2018-2020 dengan total NLA 575.68 meter persegi. Dua pusat belanja akan beroperasi tahun depan di Bogor yakni Galeria Vivo Sentul dan Aeon Mall Sentul. Tiga mal di sekitar Jakarta yang akan dibuka lagi pada 2019 yakni Plaza Indonesia Jababeka, Grand Dhika City Mall Bekasi dan Shopping Mall at Pesona Square. Selanjutnya akan beroperasi tahun 2020 karena saat ini masih dalam tahap perencanaan.

[Baca Juga : Uji Adrenalin Anda di Dekat Puri Indah Mall]

Steve Sudijanto, Senior Associate Direkctor Colliers International Indonesia seperti diambil dari situs resmi Colliers, mengatakan, menggeliatnya bisnis jual beli daring memang merupakan tantangan bagi mal atau pusat belanja. Namun menurutnya, dampaknya tidak akan signifikan karena semua yang berhubungan dengan experience, gaya hidup dan hiburan yang tidak bisa diperoleh dari belanja daring. "Tidak semua barang bisa dibeli lewat online. Banyak juga orang yang kalau membeli sesuatu haru lihat dan mencoba fisiknya," kata Steve kepada seperti dikutip dari Kontan (10/09/2018).

Selain, itu tambahnya, mal saat ini sudah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat di kota-kota besar seperti Jabodetabek karena banyak memiliki kebutuhan dan bisa dipenuhi di dalam mal. Seperti melakukan pertemuan bisnis, nongkrong, makan, dan mencari hiburan bersama keluarga. Memang tidak semua mal berkembang dengan baik. Itu karena pengelola mal tidak melakukan inovasi sesuai perkembangan yang ada.

Retail Bisnis Dinamis

Steve mengatakan, pusat belanja merupakan bisnis yang dinamis. Jika pengelola tidak bisa melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah maka perlahan akan tenggelam. Menurut Steve, pusat belanja ke depan masih akan mengalami pertumbuhan meskipun pemainnya terus bertambah. Dengan catatan pengelolanya mampu menawarkan konsep yang menarik karena kebutuhan akan mal masih sangat besar.

Dia melihat sudah banyak pusat belanja di Jabodetabek melakukan pembenahan diri saat ini untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada, misalnya dengan mengurangi department store dan menambah area ritel yang berkaitan dengan lifestyle dan kuliner.

[Baca Juga : Mau Usaha Jualan Buah Segar? Begini Caranya!]

Senada, Stepanus Ridwan, Direktur Utama PT Pakuwon Jati juga melihat perkembangan e-commerce tidak akan mematikan pusat belanja. Apalagi dengan karakter masyarakat Indonesia senang melakukan silaturahmi atau berkumpul dengan keluar atau teman-teman dekat membuat peran mal masih sangat dibutuhkan. "Sekarang kalau kita ketemu teman dan keluar serta mau cari hiburan di Jakarta ini, pergi ke mal." jelasnya.

Ridwan menambahkan, yang perlu dilakukan pengelola mal adalah bagaimana mengembangkan konsep yang bisa menarik pengunjung datang ke pusat belanja tersebut. Dengan konsep yang menarik dan juga dengan berhasil mendapatkan tenan yang mampu mendorong pertumbuhan pengunjung maka prospek pusat belanja akan tumbuh.

Saat ini Pakuwon memiliki tiga pusat belanja di Jakarta yakni Kota Kasablanka Mall, Gandaria City dan Blok M Plaza dengan tingkat okupansi masing-masing 99 persen, 96 persen dan 90 persen di kuartal 2017. Tahun 2018, perusahaan akan merenovasi Blok M Plaza dan nantinya akan terintegrasi dengan stasiun MRT. "Setelah renovasi akan diubah. Kami akan lebih banyak mencari tenan yang menawarkan life style yang bisa menarik pengunjung," kata Ridwan.

Sementara Steve menambahkan, prospek pusat belanja yang dikembangkan dalam proyek kawasan terpadu (mix use) akan lebih bagus dibanding dengan mall di Jakarta yang berdiri sendiri. Selain itu, beroperasinya proyek MRT dan LRT ke depan diperkirakan akan meningkatkan kebiasaan belanja masyarakat.

Read More


Artikel Lainnya

4 Strategi Utama Kemenpar Capai Target Wisatawan Mancanegara

Berita Kawasan

4 Strategi Utama Kemenpar Capai Target Wisatawan Mancanegara

14 June 2019, 10:00  |  7 Views

Kemenpar bersama pelaku bisnis pariwisata menyiapkan sembilan strategi, namun akan terapkan empat strategi utama untuk capai target kunjungan wisaman pada tahun ini.

6 Akibat Menggunakan Rokok Elektrik untuk Kesehatan

Kesehatan

6 Akibat Menggunakan Rokok Elektrik untuk Kesehatan

14 June 2019, 11:00  |  17 Views

Rokok elektrik digunakan beberapa orang sebagai alternatif rokok tembakau. Namun rokok ini juga memiliki risiko untuk kesehatan.

5 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Kesehatan

5 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

14 June 2019, 09:00  |  22 Views

Penderita diabetes tak bisa sembarangan makan buah, walaupun termasuk makanan sehat. beberapa buah mampu meningkatkan kadar gula.

Ikuti 4 Trik Ini Sebelum Membeli Furnitur Di Internet

Properti dan Solusi

Ikuti 4 Trik Ini Sebelum Membeli Furnitur Di Internet

14 June 2019, 12:00  |  7 Views

Belanja online memang menyenangkan karena lebih mudah dan cepat, namun Anda juga tetap harus waspada.


Comments


Please Login to leave a comment.