ads
KEMAYORAN_WILAYAH_MANGGA DUA JAKARTA DARI RED LIGHT DISTRIC JADI PUSAT BELANJA_IVAN-02.jpg

Berita Kawasan

Mangga Dua, dari Red Light District Menjadi Pusat Belanja (2)

Cerita Abad ke-18

Keramaian kawasan Mangga Dua pada abad ke-18 memang masih dipengaruhi oleh keberadaan Gang Mangga. Tapi, keramaian ini kian bertambah dengan hadirnya kaum ningrat dari Jawa Tengah. Mengutip bisnis.com, kaum ningrat ini datang bukan untuk ikut dalam aktivitas prostitusi Gang Mangga, melainkan punya urusan dengan VOC dan Pemerintah Hindia Belanda. Sebab memang, banyak pejabat kompeni yang menetap di kawasan bakal tempat berdirinya mal WTC Mangga Dua dan Pasar Pagi Mangga Dua pada saat itu.

Di masa yang sama, VOC yang takut peristiwa pemberontakan besar orang China tahun 1740 terulang, berupaya mengungsikan orang Tionghoa dari dalam ke luar tembok Batavia. Mereka akan ditempatkan di beberapa kampung di luar benteng, termasuk kawasan Gang Mangga, agar bisa diawasi dan dikendalikan VOC.

Hal yang sama juga dilakukan VOC pada beberapa suku bangsa Indonesia lainnya yang ada di Batavia. Tapi sayang, hal itu gagal. Berbagai suku bangsa dan etnis yang kadung keluar tembok Batavia pun akhirnya memenuhi kawasan antara Pademangan dan Sawah Besar, atau yang kini lebih akrab dikenal sebagai kawasan Mangga Dua.

[Baca Juga : Dari Benteng VOC hingga Jadi Eduwisata, Ini Kisah Pulau Onrust]

Kondisi kawasan yang kian ramai ini pun memicu perputaran roda ekonomi. Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi itu juga kian subur berkat masyarakat heterogen yang hidup berbaur. Hebatnya lagi, meski saat itu belum punya nama, namun kawasan tersebut mampu mendatangkan orang dari berbagai wilayah untuk ikut meramaikan aktivitas ekonomi. Nah, baru pada saat itulah, nama Mangga Dua muncul.

Untuk menunjukkan wilayah atau pusat kegiatan ekonomi di luar Benteng Batavia ini, orang menggunakan dua pohon mangga besar yang berbuah lebat sebagai patokan. Hal inilah yang kemudian membuat kawasan itu dikenal dengan nama Mangga Dua. Asal penamaan ini juga tercatat dalam buku "212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe" karya Zaenuddin HM, yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012.

Abad 19

Karena telah cukup terkenal pada abad ke-18, maka di abad selanjutnya atau abad ke-19, kawasan Mangga Dua semakin dikenal khalayak. Bukan sebagai lokasi atau tempat prostitusi, melainkan pusat niaga yang cukup besar. Itu karena Gang Mangga sudah lenyap seutuhnya, dan peralihannya menjadi kawasan niaga yang menawarkan berbagai kebutuhan, bisa dibilang sangat sempurna. Beberapa sumber menyebut, kawasan Mangga Dua kala itu sudah mulai dipenuhi lapak-lapak sederhana yang terorganisir. Seiring berjalannya waktu, lapak-lapak itu makin banyak dan kawasan niaga semakin meluas.

[Baca Juga : Stasiun Pasar Senen dari Masa ke Masa]

Abad 20 Hingga Sekarang

Masuk abad ke-20, pengembang properti mulai hadir. Mereka mulai membangun pusat perbelanjaan modern di Kawasan Mangga Dua pada tahun 1989. Hingga akhirnya, secara berturut-turut, pusat perbelanjaan modern di Mangga Dua bermunculan. Mulai dari ITC Mangga Dua, Harco Mangga Dua, Pasar Pagi Mangga Dua, WTC Mangga Dua, hingga Mangga Dua Square ada di sana. Produk yang dijual pun beragam, mulai dari elektronik sampai kebutuhan fashion sehari-hari. Kondisi ini bernar-benar telah mengubah kawasan red light district (daerah remang-remang) menjadi pusat belanja.

Sebelumnya

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood.jpg

Properti dan Solusi

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood

T3 24 February 2019, 10:00 a.m.  |  2 Views

Kampus PUPR yang dikembangkan Kementerian PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood.

Buruknya Infrastruktur Pendidikan di Bekasi.jpg

Pendidikan

Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi

T3 24 February 2019, 09:00 a.m.  |  2 Views

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah, termasuk Jawa Barat pembanguan infrastruktur seharusnya jadi perhatian penting bagi pemerintah setempat.

Vaksin Rabies Gratis di Stan Dinas KPKP Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Vaksin Rabies Gratis di Stan KPKP Jakarta Indonesia Pet Show 2019

T3 23 February 2019, 09:00 a.m.  |  5 Views

Dinas KPKP Jakarta memberikan layanan vaksi gratis untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke JIPS 2019.

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

T3 23 February 2019, 10:00 a.m.  |  4 Views

Belanda merupakan negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan warga di wilayah paling timur Kota Tangerang ini.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads