KEMAYORAN_WILAYAH_MANGGA DUA JAKARTA DARI RED LIGHT DISTRIC JADI PUSAT BELANJA_IVAN-01.jpg

Berita Kawasan

Mangga Dua, dari Red Light District Menjadi Pusat Belanja (1)

Kawasan Mangga Dua yang berada di tengah perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, dikenal sebagai salah satu distrik perbelanjaan terbesar di Indonesia. Itu karena berbagai pusat perbelanjaan besar seperti Mangga Dua Mall, WTC Mangga Dua, Harco Mangga Dua, hingga Pasar Pagi Mangga Dua ada di sana. Kondisi ini membuat kawasan Mangga Dua nyaris tidak pernah sepi.

Namun ternyata, kondisi yang tidak pernah sepi ini tidak hanya berlangsung sekarang atau di saat kawasan Mangga Dua dipenuhi oleh berbagai pusat perbelanjaan. Sebab faktanya, kawasan ini memang sudah ramai sejak zaman kolonial Belanda pada abad ke-17. Hanya saja, faktor yang membuat Mangga Dua ramai ini berbeda antara dulu dengan sekarang.

Cerita Abad ke-17

Berdasarkan catatan sejarah yang dikutip dari CNN Indonesia, keramaian di kawasan Mangga Dua ini dimulai sejak abad ke-17. Kala itu, di Batavia ada kawasan yang bernama Macao Po. Kawasan ini berada dalam wilayah Jassenburg (kini bernama Jembatan Batu) yang dekat dengan Stasiun Beos (sekarang Jakarta Kota).

Macao Po sendiri ramai karena jadi pusat hiburan, khususnya layanan prostitusi untuk kalangan menengah ke atas. Konsumennya merupakan kapiten dan letnan Tionghoa, serta para pejabat VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) yang memang datang tanpa pasangan atau istri ke Batavia. Sementara wanita penghiburnya, didatangkan dari Macao oleh germo Tionghoa dan Portugis. Sebab itulah, wilayah ini disebut Macao Po.

Berawal dari Macau Po, bisnis prostitusi ini meluas ke Gang Mangga. Di sinilah cerita keramaian di kawasan Mangga Dua dimulai. Sebab konon kabarnya, gang yang kini telah lenyap itu ada di kawasan Mangga Dua. Ini masuk akal mengingat saat ini beberapa titik seperti Jembatan Batu dan Stasiun Jakarta Kota ada di dekat kawasan Mangga Dua.

[Baca Juga : Asal-usul Nama Kemayoran Jakarta]

Jurnalis sekaligus sejarawan Alwi Shahab mengatakan, Macau Po dan Gang Mangga sejatinya berjalan di core bisnis yang sama. Namun, target pasarnya berbeda. Macao Po jadi kawasan prostitusi kelas atas, sementara Gang Mangga untuk kelas menengah ke bawah. “Dulu banyak rumah bordil di sana (Mangga Dua) dan berkembang ke banyak tempat,” kata Alwi Shahab.

Meluasnya prostitusi Macao Po ke Gang Mangga ini didukung oleh banyak faktor. Mulai dari lokasi yang dekat, hingga keinginan warga kelas bawah di sekitar Jassenburg yang tergiur dengan pekerja seks yang berlalu lalang. Kondisi ini membuat warga penasaran dan ingin merasakan seperti apa rasanya ‘berkencan’, hingga akhirnya turut memuluskan langkah ekspansi bisnis haram di Macao Po ke wilayah tersebut.

Tetapi karena jadi pusat hiburan kelas bawah, kebersihan dan kesehatan aktivitas prostitusi di Gang Mangga kurang diperhatikan. Alhasil, penyakit kelamin seperti sifilis mewabah di sana. Hal ini kian parah karena penyakit tersebut sulit disembuhkan. Maklum, obat atau antibiotik untuk mengatasi penyakit tersebut belum ditemukan kala itu.

[Baca Juga : Cerita Jawara sampai Ekspatriat di Kemang Jakarta Selatan]

Hingga akhirnya, kejayaan Gang Mangga berakhir di pertengahan abad 19. Kawasan itu berubah jadi permukiman penduduk, dan nama Gang Mangga pun pelan-pelan lenyap. Namun tetap saja, keberadaan aktivitas prostitusi Gang Mangga telah membawa perubahan besar. Wilayah yang diapit oleh Stasiun Beos dan Pintu Air Gonoeng Sari (kini Jalan Gunung Sahari Raya) itu pun jadi lebih ramai dibanding sebelumnya. Aktivitas ekonomi pun mulai ada, meski tidak sebesar dan dipenuhi pusat belanja layaknya WTC Mangga Dua dan Pasar Pagi Mangga Dua seperti sekarang.

Selanjutnya

Read More

Artikel Lainnya

Kesehatan Murid Jadi Aspek Penting di TK Tzu Chi

Kesehatan

Kesehatan Murid Jadi Aspek Penting di TK Tzu Chi

16 September 2019, 13:00  |  9 Views

Berbagai fasilitas dan kegiatan kesehatan di TK Tzu Chi menggambarkan bagaimana pentingnya kesehatan murid bagi pihak sekolah.

GrabFood Berencana Ekspansi Jaringan Grabkitchen di Seluruh Indonesia

Bisnis

GrabFood Berencana Ekspansi Jaringan Grabkitchen

16 September 2019, 12:00  |  10 Views

Pertumbuhan pesat GrabFood juga dicapai berkat adanya kerja sama dengan restoran cepat-saji dan kedai makanan lokal favorit masyarakat.

Manfaat Media Monitoring di Indonesia

Bisnis

Manfaat Media Monitoring dalam Penggunaan Media Sosial

16 September 2019, 10:00  |  19 Views

Apa manfaat media monitoring dalam perkembangan bisnis Anda? Penyebaran informasi yang tinggi di media sosial menjadi salah satu alasan utama adanya layanan media monitoring.

5 Cara Alami Menghilangkan Benjolan di Ketiak

Kesehatan

5 Cara Alami Menghilangkan Benjolan di Ketiak

16 September 2019, 09:00  |  12 Views

Jika menemukan benjolan di ketiak yang memiliki tekstur lunak dan terasa nyeri, jangan khawatir! Karena, bisa diobati dengan lima cara alami ini.


Comments


Please Login to leave a comment.