Marak Kasus Prostitusi Anak, KPAI Desak Pendidikan Anti TPPO

Pendidikan

Marak Kasus Prostitusi Anak, KPAI Desak Pendidikan Anti TPPO

Kasus prostitusi anak kembali marak terjadi. Berdasarkan temuan dari Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam kurun dua bulan belakangan ini saja sudah ada 47 anak yang menjadi korban. Para korban ini tersebar di beberapa wilayah Indonesia, seperti Jakarta, Kalimantan Dan Sulawesi.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, KPAI menemukan bahwa banyak aplikasi yang menjadi celah untuk praktik prostitusi online. Terkait insiden tersebut, KPAI mendesak pemerintah agar melakukan sosialisasi anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Marak Kasus Prostitusi Anak, KPAI Desak Pendidikan Anti TPPO

Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah, dalam keterangan persnya (28/2/2020) mengatakan, sosialisasi tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman atas perlindungan anak agar dapat sedini mungkin terhindar dari kemungkinan menjadi pelaku dan korban.

“Terutama di Lembaga Pendidikan serta lokus Pariwisata; dunia usaha, hotel dan tempat-tempat hiburan lainnya,” kata Maryati.

[Baca Juga: Bekasi Terima Penghargaan Layanan Kesehatan Ramah Anak dari KPAI]

Maryati turut mendorong agar instansi pendidikan setempat memberikan solusi bagi anak-anak yang menjadi korban TPPO yang masih aktif sekolah. Agar anak-anak tersebut tetap harus terpenuhi hak pendidikannya. Selain itu pihaknya juga mendorong agar adanya peningkatan kualitas rehabilitasi sosial bagi anak-anak korban TPPO dan eksploitasi di daerah.

Sindikat Perdagangan Anak

Seperti diberitakan di media massa beberapa bulan lalu, sindikat perdagangan anak merak di beberapa daerah, bahkan di Jakarta. Polda Metro Jaya membongkar sindikat perdagangan manusia atau eksploitasi anak usia 14 hingga 18 tahun di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi meringkus enam tersangka, yakni R alias Mami A, Mami T, D alias F, TW, A, dan E. Mereka diringkus Januari 2020. "Menangkap dan mengamankan enam tersangka, saat ini sudah ditahan," kata Yusri di Polda Metro Jaya seperti dikutip dari ccnindonesia.com (21/1/2020).
Sindikat tersebut, kata Yusri, telah memperdagangkan setidaknya 10 anak di bawah umur. Aksi para tersangka dilakukan di Cafe Khayangan, Penjaringan, Jakarta Utara.

[Baca Juga: Jakarta Selatan Gelar Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan & Anak]


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.