Mari Ubah Stigma Negatif Terhadap Layanan Kesehatan Jiwa

Kesehatan

Mari Ubah Stigma Negatif Terhadap Layanan Kesehatan Jiwa

Tahukan Anda? Jika mereka yang datang berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater bukanlah selalu mereka yang jiwanya terganggu. Padahal, psikolog atau psikiater juga berperan membantu dan mengarahkan orang yang membutuhkan konsultasi, atau bisa dikatakan dengan curhat.

Psikolog Dinastuti yang sekaligus staf pengajar tetap Fakultas Psikolog UNIKA Atma Jaya mengatakan, layanan kesehatan jiwa yang diberikan psikolog atau psikiater terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari pencegahan, diagnosis, terapi, sampai pengembangan potensi diri seperti coaching atau konseling karir atau pendidikan.

[Baca Juga: Puskesmas Beji Punya Layanan Curhat Dengan Mahasiswa Psikologi UI]

“Masih ada yang menganggap konsultasi ke psikolog atau ke psikiater sudah pasti punya gangguan jiwa. Padahal layanan kesehatan jiwa macam-macam jenisnya,” terangnya melalui pesan singkat kepada tim PingPoint.co.id (25/6/2019).

Jika kebanyakan orang cenderung mendengarkan keluh kesah seseorang kemudian langsung dinasihati, namun psikolog atau psikiater tidak melakukan hal itu. Bahkan, kecendrungan orang awam setelah mendengarkan curhat seseorang bisa lebih parah lagi, misalnya dengan memarahi. Menurut Dinastuti, mereka yang curhat sebenarnya hanya ingin didengarkan keluh kesahnya. Dan itulah yang dilakukan psikolog kepada pasien/klien yang datang tanpa adanya gangguan jiwa.

Mendengar Tanpa Menghakimi

Psikolog bersedia mendengarkan keluh kesah kliennya, tanpa menasihati, memarahi ataupun menghakimi. Setelah klien menceritakan keluh kesahnya, psikolog pun akan membantu klien hingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang dihadapinya. Dan, klien akan dibantu sekaligus diarahkan psikolog untuk mulai memikirkan solusi dari masalahnya.

“Biasanya setelah selesai, sesi hasilnya akan dirangkum dan kalau lancar pasien atau klien akan mendapat pemahaman yang lebih baik tentang masalahnya dan dibantu psikolog bisa mulai memikirkan solusi untuk masalahnya,” jelasnya.

Namun, tidak cukup satu kali bertemu dengan psikolog jika masalahnya cukup berat. Dan, Dinastuti juga menegaskan, solusi atas masalah yang dihadapi pasien berdasarkan pilihan dan pemikiran pasien atau klien itu sendiri. “Jadi solusi yang memilih dan memikirkan pasien atau klien ya bukan psikolog. Karena psikolog ibaratnya hanya fasilitator,” tegasnya.

[Baca Juga: Jangan Takut Konsumsi Obat Demi Kesehatan Jiwa]

Menurut penuturannya, kini di beberapa puskesmas Jakarta sudah ada psikolog yang melayani sesi konsultasi. Baik dari pasien puskesmas yang dirujuk dari pemeriksaan medis ke psikolog puskesmas atau masyarakat yang memang hendak berkonsultasi.

Dia pun mencontohkan klien yang dibantu psikolog yang tidak selalu bagi mereka yang jiwanya terganggu. Misalnya, ada istri yang suaminya sakit kanker bertahun tahun, lantas dia capek dan stres mengurus suaminya. Sehingga, dia datang ke psikolog karena tidak ada tempat berkeluh kesah dan tidak ada yang membantunya.

Contoh dari klien tersebut diterangkan Dinastuti, bahwa istri dari suami yang sakit kanker itu hanya butuh didengarkan keluh kesahnya. “Kan dia gak gila, hanya butuh didengarkan keluh kesahnya,” tutupnya.

Nah, bagi Anda yang masih berpikiran bahwa pasien yang datang ke psikolog atau psikiater itu gila, mulai lah berhenti dan ubah pola pikir tersebut. Mari ubah stigma negatif itu agar warga Indonesia semakin cerdas dalam menyikapi layanan kesehatan jiwa.

Read More

Artikel Lainnya

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

Bisnis

Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project

20 September 2019, 13:00  |  8 Views

Untuk mengembangkan industri fesyen muslim di Indonesia, Kemenperin kembali menggelar kompetisi fesyen untuk IKM dimulai dengan gelaran road to MOFP di Bandung dan Semarang.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Program Digitalisasi Sekolah

Pendidikan

Songsong Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Rilis Digitalisasi Sekolah

20 September 2019, 12:00  |  7 Views

Kemendikbud memberikan bantuan berupa peralatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk mempersiapkan sekolah songsong Revolusi Industri 4.0.

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

Berita Kawasan

Jakarta Selatan Bersiap Antisipasi Musim Hujan

20 September 2019, 11:00  |  7 Views

Mendekati musim penghujan, Pemkot Jakarta Selatan mulai melakukan beberapa langkah persiapan. Apa saja yang dilakukan?

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

Properti dan Solusi

Tips Merawat Kaktus Hias Dalam Rumah

20 September 2019, 10:00  |  12 Views

Ragam kaktus hias dapat membuat ruangan rumah menjadi menarik. Agar berusia panjang, ada sejumlah cara merawat kaktus hias dengan tepat.


Comments


Please Login to leave a comment.