TEBET-BISNIS-MASIH BANYAKNYA FINTECH YANG TIDAK TERDAFTAR DI OJK-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Bisnis

Masih Banyaknya Fintech yang Tidak Terdaftar di OJK

Perkembangan industri financial technology (fintech) di Indonesia semakin pesat. Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mencatat, setidaknya per 31 Oktober 2018 sudah ada 73 perusahaan pinjaman daring yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, dikatakan Ketua Eksekutif Bidang Cashloan AFTECH dan CEO DompetKilat Sunu Widyatmoko, masih banyak masyarakat di Indonesia yang melakukan transaksi pinjaman daring dengan perusahaan fintech yang tidak terdaftar di OJK.

Pasalnya, mengutip rilis yang diterima PingPoint.co.id, Kamis (22/11/2018), hal tersebut tidak hanya merugikan masyarakat itu sendiri, tetapi juga merugikan industri fintech pinjaman daring secara keseluruhan.

[Baca Juga: KAWN, Aplikasi Kasir Daring Aman dan Akurat]

“Perusahaan-perusahaan fintech yang belum terdaftar secara resmi di asosiasi dan OJK sebenarnya juga merugikan industri fintech secara umum. Hal ini dapat merusak kepercayaan masyarakat akan fintech terutama sektor fintech P2P lending,” katanya dalam kegiatan FinTech Media Clinic by AFTECH di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Melihat kondisi itu, AFTECH dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) secara aktif melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait produk dan layanan fintech. Termasuk kesadaran untuk pengecekan terlebih dahulu apakah perusahaan fintech tersebut sudah terdaftar di OJK atau belum.

Bahaya Fintech Ilegal

Lanjutnya, fintech ilegal ini harus dihilangkan, sebab mereka menjalankan praktik bisnis yang tidak manusiawi. Salah satu contoh adalah dengan cara melakukan penagihan yang mempermalukan peminjam secara sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Aftech Kuseryansyah menambahkan, bahwa AFTECH memiliki sikap yang tegas dalam menghadapi perusahaan–perusahaan fintech yang terbukti menyalahi peraturan atau kode etik yang telah disepakati bersama.

“Kalau perusahaan yang terbukti melanggar, kita akan menolak pengajuan keanggotaan atau status keanggotan dari asosiasi.” katanya.

[Baca Juga: Ini Tips Berjualan Barang Elektronik Secara Online]

Data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menunjukan, sejak Mei hingga awal November 2018 setidaknya ada 283 korban pinjaman daring. Keluhan para korban beragam, mulai dari tingginya bunga pinjaman, penyebaran data pribadi, pengancaman, hingga pelecehan seksual oleh perusahaan pinjaman daring.

Oleh karena itu, keberadaan fintech ilegal ini menjadi tantangan banyak pihak, baik asosiasi fintech, regulator, dan penegak hukum.

Sebagai informasi, mengutip dari kontan.co.id, data Satgas Waspada Investasi menunjukkan, hingga September 2018, ada 407 perusahaan peer to peer (P2P) lending ilegal yang beroperasi di Indonesia. Sebaliknya, hingga kini, baru ada 73 fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akan tetapi, berdasarkan data AFTECH, sebanyak 150 fintech tengah mengantre proses registrasi di OJK.

Read More

Artikel Lainnya

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.


Comments


Please Login to leave a comment.