Ini Mitos Seputar Virus Corona yang Penting Anda Ketahui

Kesehatan

Masker dan Hand Sanitizer, Sampah Plastik "Baru" Pandemi Covid-19

Seiring dengan imbauan untuk mengenakan alat perlindungan diri selama pandemi COVID-19, ternyata turut mengancam kerusakan lingkungan. Banyaknya masyarakat yang mengenakan masker sekali pakai, gloves atau sarung tangan plastik dan botol hand sanitizer menambah timbunan sampah plastik yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Dilansir dari DW.com (29/4/2020), Anggota kelompok konservasi OceansAsia, Gary Stokes melaporkan ia menemukan 100 masker selama tiga kali kunjungannya ke perairan yang terletak beberapa mil dari Hong Kong. Dia menduga sampah tersebut berasal dari China atau Hong Kong.

“Sebelumnya kami belum pernah melihat banyak masker ini di lokasi yang terpencil… Ketika kami menemukan, itu baru enam sampai delapan minggu sejak orang-orang menggunakan masker,” katanya.

[Baca Juga: Dipicu PSBB Kala COVID-19, Volume Sampah Jakarta Timur Berkurang Drastis]

Problem yang sama juga terjadi di sebuah kota kecil di Yunani, tak terkecuali kota metropolitan seperti London dan New York. Sampah masker, tisu dan botol hand sanitizer berceceran di sepanjang jalan. Ironisnya, masalah sampah plastik baru akibat pandemi ini juga menghantam wilayah tak berpenghuni seperti Kepulauan Soko.

Demi Pelestarian Laut Jakarta Tersedia Bibit Karang dan Magrove Gratis

Mengancam Ekosistem Laut

Para penggiat lingkungan khawatir bila sampah dari alat perlindungan diri (APD) mengancam lingkungan berdampak negatif bagi satwa liar dan perjuangan melawan sampah plastik yang tengah digencarkan.

Apalagi bila APD ini dibuang sembarangan. Pakar biologi kelautan sekaligus direktur riset dari Archipelagos Institute of Marine Conservation, Anastasia Milliou menjelaskan jika sampah APD dibuang ke jalan, maka ketika hujan dapat hanyut dan mencemari laut.

Terlebih pada kasus Yunani misalnya, yang memiliki masalah dalam pengelolaan limbah. Bahkan di Hong Kong dengan kondisi jarang tersedianya tempat pembuangan sampah, maka menurut Stokes semakin membuat sampah APD ini dapat hanyut ke laut.

[Baca Juga: Cegah Penularan COVID-19, Begini Sterilisasi Limbah Infeksius]

Bahkan menurut Stokes meskipun masker telah dibuang ke tempat sampah, benda tersebut juga bisa dengan mudah terbang karena beratnya yang sangat ringan. “Orang-orang berjalan, lalu mengeluarkan dompet dari saku mereka dan tidak sengaja masker jatuh,” paparnya.

Oleh karenanya, bila sampah APD ini masuk ke air, maka kehidupan laut pun terancam. Di Hong Kong misalnya, ada ekosistem lumba-lumba merah muda dan penyu hijau.

“Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa ketika plastik dibiarkan di dalam air cukup lama dan ada ganggang dan bakteri yang tumbuh di permukaannya, itu sangat berbau seperti makanan untuk kura-kura,” jelasnya.

Pertamina Lubricants Sumbang APD untuk Tenaga Medis Covid-19

Problematik

Masalah pengolahan sampah bekas APD ini sangat problematik. Direktur Eksekutif Zero Waste Europe Joan Marc Simon mengatakan bahkan meski sarung tangan dibuat dari produk alami seperti karet latex, tetap saja tidak ramah lingkungan. Semuanya tergantung pada kandungan kimia yang digunakan dan juga dapat membahayakan lingkungan.

Hal senada juga diungkapkan oleh profesor dan direktur Marine Institute di University of Plymouth. Menurutnya, untuk mengatasi limbah plastik ini harus memperhatikan seluruh siklus dalam proses produksi, dari desain hingga pasca pemakaian.

[Baca Juga: DIY Masker: Bahan-bahan Ini Efektif Cegah Penyebaran Virus Corona]

Meski adanya ancaman lingkungan akibat penggunaan APD selama pandemi ini, Juru Bicara Komisi Uni Eropa Vivian Loonela mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengatakan virus Corona berdampak pada limbah plastik yang dihasilkan pada tahun 2020.

Adapun cara selain menggunakan APD yakni dengan menerapkan perilaku hidup bersih. Hal ini sebagaiamana yang diungkapkan oleh World Health Organization (WHO) kepada DW bahwa mencuci tangan secara rutin lebih baik daripada menggunakan sarung tangan plastik.

Simon pun menambahkan, disaat seperti ini tidak seharusnya negara memilih antara melindungi lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat.

“Di masa mendatang, kita perlu memastikan siap untuk menghadapi pandemi seperti ini dan kita siap untuk menghadapinya dengan cara ramah lingkungan; sehingga tidak ada yang harus dikorbankan,” ujarnya.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.