Melalui IKRA, Pemkot Jakarta Timur Dorong Minat Baca Warganya Saat Pandemi.jpg

Pendidikan

Melalui IKRA, Pemkot Jakarta Timur Dorong Minat Baca Warganya Saat Pandemi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Dispusip DKI Jakarta sejak tahun lalu mencanangkan kegiatan yang dipandang dapat menjadi kegiatan produktif untuk keluarga di rumah selama masa pandemi COVID-19. Nama kegiatan yang masuk kategori Kegiatan Strategis Daerah atau KSD itu adalah Inisiatif Keluarga Ringkas Aksara atau IKRA. Baru-baru ini Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur meresmikan peluncuran kegiatan IKRA untuk wilayahnya.

Pembukaan kegiatan IKRA di Jakarta Timur sendiri digelar pada 2 Maret 2021 di halaman Kantor Kelurahan Cakung Barat. Di mana kegiatan ini langsung dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur Diah Anwar. Di depan Kepala Suku Dispusip Kota Jakarta Timur Eka Nuretika Putra bersama dengan perwakilan Kecamatan Cakung serta Lurah Cakung Barat dan kader PKK setempat, istri Wali Kota Jakarta Timur itu mengungkapkan bagaimana pentingnya peran kegiatan IKRA saat ini.

Melalui IKRA, Pemkot Jakarta Timur Dorong Minat Baca Warganya Saat Pande mi.jpg

“Masa pandemi ini kita terus berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan membudayakan kegemaran membaca,” jelas Diah, sebagaimana dikutip dari timur.jakarta.go.id (2/3/2021).

IKRA yang bila didengar sekilas serupa dengan kata membaca dalam bahasa Arab yaitu iqra, menurut Ketua TP PKK Jakarta Timur itu merupakan kegiatan literasi dengan tujuan menjadi kegiatan alternatif positif masyarakat di masa pandemi COVID-19. Karena IKRA dihadirkan untuk semakin memudahkan akses warga Ibu Kota untuk membaca buku fisik non-digital dalam upaya mendukung usaha DKI Jakarta sebagai kota literasi.

Dari sisi realisasi IKRA di wilayah ini, berdasarkan keterangan Eka Nuretika, dari 65 kelurahan yang tersebar di Jakarta Timur sudah ada 20 kelurahan yang menjadi percontohan IKRA dengan menggandeng komunitas baca setempat, seperti Bale Buku yang ada di Kelurahan Cakung Barat. Dengan pelaksanaannya sendiri digelar selama empat triwulan di setiap kelurahan.

[Baca Juga: Pusip Jakarta Pusat Beri Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Secara Virtual]

Pihak Pemkot Jakarta Timur juga turut berperan aktif dalam menggeliatkan kegiatan untuk menumbuhkan minat baca warganya di masa pandemi COVID-19 ini. Hal ini dilakukan dengan penyaluran buku untuk IKRA seperti buku pendidikan, agama, pelajaran, sampai cerita fiksi dan anak-anak diberikan untuk menambah koleksi buku IKRA di masing-masing kelurahan.

“Kami menyalurkan sekitar 200 buku di masing-masing kelurahan yang nantinya akan dikelola oleh pihak kelurahan akan menyalurkan lagi ke RW dan RT di wilayah masing-masing,” tambah Kepala Suku Dispusip Jakarta Timur itu.

Read More

Artikel Lainnya

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021.jpg

Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021

11 April 2021, 08:06

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022. Meskipun pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar sekolah tatap muka dilaksanakan segera, namun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih belum bisa melaksanakan.

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang


Comments


Please Login to leave a comment.