Gambir-Kesehatan-Melawan-Alzheimer-dengan-Line-Dance-Emil-revisi-1.jpg

Kesehatan

Melawan Alzheimer dengan Line Dance

Alzheimer merupakan penyakit yang rata-rata mengidap orang-orang yang sudah berusia di atas 65 tahun. Penyakit ini biasanya disebabkan matinya sel-sel di otak yang secara bersamaan sehingga menyebabkan organ tersebut mengerut dan mengecil. Pikun atau gangguan ingatan, kesulitan bicara, diorientasi waktu dan sulit melakukan tugas keseharian merupakan beberapa gejala dari Alzheimer. Namun tahukah Anda bahwa penyakit ini bisa ditangani secara alami menggunakan line dance?

Sebagaimana dilansir dari healthguidance.org (16/11/2018), berdasarkan penelian yang dipimpin Dr. Joe Verghese dari Universitas Albert Einstein College of Medicine mengungkapkan, terdapat beberapa aktivitas yang dapat dilakukan orang-orang lanjut usia demi menghindari alzheimer. Bermain teka-teki silang, bermain kartu, menulis, memainkan alat musik, berolahraga ringan, melakukan pekerjaan rumah, dan menari.

Line Dance untuk Melawan Alzheimer

Berdasarkan teori yang diungkapkan Verghese dan koleganya, khusus kegiatan berdansa sosial atau social dance yang melibatkan dua atau lebih orang, dipandang sebagai aktivitas yang memanfaatkan neuroplastisitas dari otak manusia.

[Baca Juga: Belajar dan Melestarikan Seni Indonesia di Sanggar Ayodya Pala]

“Korteks serebral dan hippocampus yang sangat penting untuk kegiatan-kegiatan tersebut, sangat mudah dibentuk dan dapat melakukan rewire (memperbaiki-red) sendiri,” ucap psikiater dan ahli saraf, Dr Joseph Coyle, yang turut mengamati studi dari Verghese, masih dari sumber yang sama.

Line dance menggabungkan unsur olahraga dan menari, karena itulah kegiatan ini baik untuk alzheimer. Sekadar informasi line dance merupakan tarian yang terkoreografi dengan urutan langkah yang berulang. Biasanya tarian ini terdiri dari sekelompok orang yang berada berada dalam satu baris atau lebih, di mana mereka berhadapan di arah yang sama dan melakukan gerakan yang sama sesuai dengan irama lagu.

Penelitian ini menjelaskan bahwa berdansa di ballroom atau menari yang melibatkan kerjasama antara beberapa orang dengan satu yang memimpin dan yang lain mengikuti juga dapat memacu jalur saraf yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. Karena itu, line dance yang mementingkan kebersamaan dalam gerakan dan iramanya, dapat menjadi aktivitas untuk mencegah alzheimer.

[Baca Juga: Tidak Hanya Menghibur, Mobile Games Berikut Ini Juga Bisa Asah Otak]

Ketua komunitas Beauty Line Dance Meimei juga menjelaskan hal yang serupa bahwa tarian ini memang baik untuk orang-orang lanjut usia guna menangani alzheimer. “Penyakit alzheimer kaitannya dengan otak dan line dance yang sifatnya menghapal. Berbeda dengan aerobik atau zumba yang hanya bergerak ketika ada instruktur, line dance jika sudah hapal tanpa guru pun Anda bisa bergerak. Karena sifatnya menghapal jadi kinerja otak dipacu dan istilahnya seperti pisau semakin diasah semakin tajam,” ucap Meimei kepada Pingpoint.co.id di restoran Eka Ria, Jakarta Pusat.

Read More

Artikel Lainnya

JILF 2020 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

Pendidikan

JILF 2021 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

05 December 2020, 15:02

Berangkat dari keinginan untuk mendengarkan narasi dari suara-suara yang lama diredam, Road to JILF 2021 mengusung tema “Heroes: (Re)making History”.

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

Bisnis

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

05 December 2020, 09:05

Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, ada peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu sebanyak lebih dari 200 persen.

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

Kesehatan

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

04 December 2020, 15:33

Bima Arya membagi tiga kategori warga yang enggan diberi vaksin, yakni ada warga yang tidak ingin diberi vaksin karena tidak percaya bahwa COVID-19 itu ada dan nyata, ada juga karena alasan keagamaan dan ada juga karena takut.

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

Berita Kawasan

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

04 December 2020, 14:37

Ketua Koni Kabupaten Bogor Junadi Syamsudin mengatakan, di kukuhkannya kepengurusan PCI periode 2020-2024. Dapat menjalankan berbagai program kegiatan dengan inovatif sehingga Cabor Cricket bisa lebih maju.


Comments


Please Login to leave a comment.