3.jpg

Berita Kawasan

Melihat Kesibukan di Kemang Tiap Kali Gelaran Asian Games

Sepanjang Agustus hingga September kemarin, Indonesia menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Asian Games 2018. Dengan demikian, total sudah dua kali negara ini jadi penyelenggara pesta olahraga terbesar di benua Asia tersebut. Setiap penyelenggaraan pun menyisakan kisah yang menarik untuk diketahui. Seperti yang terjadi di Kemang, misalnya. Wilayah di Jakarta Selatan ini selalu memiliki cerita setiap kali Asian Games digelar di Indonesia. Namun tentunya, cerita itu berbeda antara Asian Games 2018 dan 1962.

Asian Games 1962

Asian Games pertama di Indonesia berlangsung pada 1962. Mengutip tirto.id, kala itu Presiden Soekarno yang sudah dua kali mengirim proposal ke Asian Games Federation (AGF), kembali mengirim proposal hingga akhirnya Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Momen tersebut dimanfaatkan Presiden Soekarno untuk memulai proyek-proyek mercusuar.

Proyek yang dimaksud meliputi Hotel Indonesia, Kompleks Gelora Senayan, Stasiun TVRI, Wisma Warta, Tugu Selamat Datang, pembangunan Jalan Thamrin-Sudirman, pelebaran koridor Cawang-Grogol, Jembatan Semanggi, pembangunan Monas, dan Masjid Istiqlal. Hal tersebut dilakukan Presiden Soekarno karena beliau ingin dunia melihat Indonesia sebagai ‘bangsa besar’ meski belum lama merdeka.

[Baca Juga : Melirik Wisma Atlet Asian Games 2018]

Proyek-proyek yang dilaksanakan menjelang Asian Games ini memang tidak bersentuhan langsung dengan Kemang. Tetapi, wilayah tersebut bisa dibilang terkena dampaknya sehingga turut mendapat kesibukan. Kesibukan ini adalah datangnya warga gusuran dari Senayan, Petunduan, Kebon Kelapa, dan Bendungan Hilir karena wilayahnya jadi lokasi pembangunan kompleks olahraga. Kemang jadi alternatif relokasi warga gusuran setelah Tebet.

Sejarawan Restu Gunawan menyebut, sebenarnya pemindahan warga Senayan dan wilayah lainnya ke Tebet dan Kemang ini menyalahi rencana pembangunan Jakarta. Sebab sejak zaman kolonial Belanda, Tebet dan Kemang sudah ditetapkan sebagai daerah penggenangan banjir. Kepadatan penduduk yang terjadi setelah berjalannya proyek-proyek mercusuar ini juga membuat runyam warganya kini.

“Dampaknya sejak tahun 1960-an, daerah Lembah Setiabudi (Karet), Lembah Tebet, dan Kemang selalu kebanjiran," tulis Restu dalam "Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa" (2010). "Lembah Setiabudi terkena limpahan air dari kanal banjir dan daerah-daerah sekitarnya yang sudah terbangun sehingga air tidak bisa mengalir secara gravitasi ke kanal banjir. Sementara itu, daerah Kemang terkena banjir dari Sungai Krukut yang meluap. Warga Tebet terkena banjir dari Sungai Ciliwung," tulisnya lebih lanjut.

Asian Games 2018

Berbeda dengan tahun 1962, cerita yang berkaitan dengan Asian Games di Kemang jauh berbeda di tahun 2018 ini. Kemang yang sudah jadi kawasan modern terlihat sibuk oleh aktivitas Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye. Mereka membuat wilayah Kemang jadi lebih berwarna dengan hiasan mural jelang Asian Games 2018 kemarin.

Hiasan mural ini ada di sekitar trotoar Jalan Kemang Selatan, Kemang Utara, Kemang Selatan VIII, dan Kemang Selatan V. Tulisan 'Asian Games 2018' beserta maskot dan logo berbagai cabang olahraga, terlihat menonjol dari kejauhan. Mengutip kumparan.com, seorang petugas pasukan oranye bernama Eko bilang kalau kegiatan melukis mural ini merupakan perintah lurah setempat untuk menyambut Asian Games 2018. "Perintah dari lurah, catnya disediakan juga," jelasnya saat melukis mural bersama beberapa petugas PPSU lainnya.

[Baca Juga : 5 Tempat Kursus Seni untuk Anak di Kemang Jakarta]

Dari kedua cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa memang Kemang tidak memiliki hubungan langsung dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 kemarin. Tapi setidaknya, denyut pesta olahraga terbesar di benua Asia itu terasa di wilayah Kemang pada setiap kali penyelenggaraannya.

Read More

Artikel Lainnya

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang

Tirta Nirwana 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Tirta Nirwana Songgoriti: Pertemuan Kerajaan Medang, Singosari, dan Tionghoa

10 April 2021, 18:07

Berwisata ke Tirta Nirwana kita bisa sedikit mencuil pelajaran pertemuan sejarah kerajaan di Indonesia dan Tionghoa. Lebih dari itu, bermain air di sini sangatlah menyenangkan.

Teletubies 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Menghabiskan Waktu di Bukit Teletubies Bersama Gunung Arjuno

10 April 2021, 17:08

Berwisata di tempat menyejukkan yang tak perlu bayar tiket atau parkir ada di Kota Batu, yakni Bukit Teletubies.

Pebisnis Louhan 1.jpg

Bisnis

Cerita Pebisnis Ikan Louhan, Berawal dari Hobi Hingga Untung Jutaan Rupiah

10 April 2021, 16:09

Memiliki keunikan tersendiri, ikan louhan diminati banyak orang. Ada yang menjadi hiasan di rumah, sampai menjadikannya peluang usaha.


Comments


Please Login to leave a comment.