ads
SERPONG_PROPERTI_MELIHAT SEJARAH DAN PERKEMBANGAN BSD CITY_IVAN_REVISI 01-01.jpg

Properti dan Solusi

Melihat Sejarah dan Perkembangan BSD City

Perkembangan kota mandiri Bumi Serpong Damai (BSD) terus berjalan hingga saat ini. Pengembangan wilayah ini sudah direncanakan dan dikembangkan sejak lama. Serpong adalah sebuah kecamatan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Orang umumnya mengaitkan serpong dengan Bumi Serpong Damai (BSD), atau BSD Serpong, atau BSD City. Itu karena sebagian besar wilayah Serpong memang dijadikan daerah pengembangan kota mandiri BSD City. Pengembangan itu jadi awal, sekaligus membangkitkan sektor properti di wilayah Serpong dan sekitarnya.

Perubahan Serpong jadi wilayah modern dengan beragam pengembangan kota mandiri seperti sekarang ini dimulai pada tahun 1984. Kala itu, Serpong masih jadi salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang, karena Kota Tangerang Selatan belum lahir atau belum jadi kota otonom seperti sekarang. Serpong waktu itu pun masih jadi lahan perkebunan karet yang cukup luas. Tapi sayangnya, itu merupakan perkebunan karet yang sudah tidak produktif lagi.

[Baca Juga : Sinar Mas Land Meluncurkan Mixed Use Property di BSD City]

Salah satu investor sekaligus pengembang properti besar di Indonesia, Ciputra, melihat peluang yang dimiliki hamparan perkebunan karet tersebut. Ciputra berupaya untuk mendapat izin pengembangan, dan akhirnya berhasil memegang izin lokasi hingga 6.000 hektare. Lahan seluas ini tentunya tidak hanya di Kecamatan Serpong, tapi juga beberapa wilayah lain yang berada di sekitarnya. Pengembangan Bumi Serpong Damai atau BSD pun dimulai.

Proyek pembangunan BSD dimulai tahun 1989, dan diresmikan oleh Rudini yang kala itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Ketika proses pembangunan itu dijalankan, wajah Serpong mulai berubah. Akses ke BSD pun mulai terbuka karena Jalan Tol Kebon Jeruk-Tangerang-Merak mulai beroperasi. Kendati demikian, pembukaan akses baru ini tidak membuat jarak antara pusat kota Jakarta dan Serpong jadi lebih dekat, atau punya waktu tempuh yang lebih singkat. Sebab itulah, rencana pembangunan jalan tol dari Bumi Serpong Damai-Bintaro-Pondok Indah lahir.

Sayangnya, sebelum semua proyek itu rampung, terjadi krisis ekonomi tahun 1997 dan krisis politik tahun 1998. Pembangunan BSD kena imbasnya sehingga proyek kota terencana atau mandiri itu terpaksa berhenti. Baru pada 2003-2004, pembangunan dan pengembangan di wilayah ini kembali dilanjutkan dan bergairah. Tetapi, pengembangan dan pembangunan sudah bukan lagi di bawah kontrol Ciputra. Kepemilikan BSD telah diambilalih Sinar Mas Land, anak usaha Sinarmas Group di bidang properti.

Di bawah pengelolaan Sinarmas, nama BSD dipercantik dengan kata City di belakangnya, sehingga menjadi BSD City seperti sekarang ini. Di tangan Sinarmas, BSD City pun mengalami kemajuan sangat pesat. Percepatan pembangunan ini didukung oleh akses transportasi yang terus bertambah ke ke kota mandiri tersebut.

Hadirnya Tol BSD-Bintaro-Pondok Indah-TB Simatupang yang tersambung ke Cikunir, memudahkan warga BSD City ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi melalui Tol Jagorawi dan Tol Cikampek. Pembangunan infrastruktur seperti yang dijelaskan di atas juga membuat BSD City kian berkibar. Mengutip dari Sindonews.com, harga tanah dan rumah di sana naik hingga Rp10-15 juta per meternya. Kenaikan itu bahkan berlangsung hingga sekarang karena dibarengi dengan berbagai pengembangan lanjutan di BSD City.

[Baca Juga : Daya Tarik Investasi Properti di Kawasan Pondok Indah]

Kini, BSD City sudah jadi pusat perkembangan bisnis properti dan jasa profesional. Berbagai macam hunian, perkantoran, lembaga pendidikan, hingga sarana rekreasi dan pusat hiburan ada di sana. Aksesnya pun semakin beragam dengan dibukanya berbagai jalan baru, baik jalan tol maupun reguler. Bahkan karena BSD City, gengsi dan nilai investasi properti di beberapa wilayah sekitarnya pun ikut naik.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  10 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  4 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads