ads
BEKASI_BISNIS_MEMAJUKAN UMKM DI KABUPATEN BEKASI DENGAN PRODUK DIGITAL_KIKI_REVISI 02-01.jpg

Bisnis

Memajukan UMKM Kabupaten Bekasi dengan Produk Digital

Teknologi yang semakin maju, membuat banyak sektor ekonomi dan bisnis juga semakin berkembang. Sekarang, banyak ditemukan jenis usaha digital yang inovatif, sehingga banyak lapangan kerja yang tersedia. Di sisi lain, usaha konvensional seperti UMKM di beberapa daerah masih ada yang menjalankan usahanya seperti biasa, tanpa terpengaruh kemajuan teknologi atau inovasi. Padahal jika UMKM yang konvensional itu mengikuti perkembangan zaman, tentu keuntungan yang bisa diraup melebihi penghasilan mereka yang sebelumnya.

Hal ini dilihat Raka dan timnya, untuk melakukan sebuah kegiatan yang dapat membantu UMKM dengan produk digital yang inovatif. Mahasiswa Universitas Mercu Buana ini, melihat jika di daerah pinggiran Jakarta, khususnya di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Banyak warganya yang sudah memiliki gawai, namun tidak tahu bagaimana mengoptimalisasikannya. Terlebih lagi untuk usaha yang sedang mereka jalankan.

Mahasiswa dari Universitas Mercu Buana ini memanfaatkan sebuah aplikasi digital keuangan atau fintech bernama Kioson. Sebuah aplikasi yang muncul pada tahun 2015. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membayar tagihan listrik, membeli token, paket data, PDAM, mengirim uang, dan lain-lain. Awalnya, tim mahasiswa ini berencana untuk mensosialisasikan aplikasi ini bukan hanya untuk toko klontong di pinggir jalan, justu mereka juga ingin mensosialisasikan Kioson kepada tukang tambal ban, steam motor, bahkan penjual yang menggunakan grobak.

"Mengapa kita lakukan ini? Karena kita ingin, pelaku usaha ini tidak hanya menerima keuntungan dari usaha utamanya. Misal, dia menjual bakso keliling, tapi tiba-tiba ada orang yang butuh pulsa seluler. Tentunya hal tersebut dapat menambah penghasilan hariannya bukan? Apalagi dia (penjual) berkeliling, tidak diam di satu tempat, ini sangat memungkinkan si penjual memasarkan jasanya lebih luas (cakupannya lebih luas)," ujar Raka, mahasiswa Universitas Mercu Buana, saat ditemui di Senayan, Rabu (25/7/2018).

Namun hal tersebut tidak terlaksana karena adanya kendala. Tim yang membentuk kegiatan ini, semuanya aktif bekerja sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjangkau lebih banyak UMKM. Selama satu bulan, Raka dan tim merencanakan kegiatan ini. Sebanyak 11 UMKM yang didatangi, hanya ada 5 UMKM yang berminat dan berhasil menggunakan Kioson hingga kini.

Awalnya mereka mendatangi satu per satu toko klontong pinggir jalan di daerah Babelan, Bekasi. "Kami mendekati penjual satu persatu, sambil kami tawarkan dan kenalkan Kioson, bagaimana cara penggunaaanya dan kami juga memaparkan manfaatnya yang tentunya bagus untuk mengembangkan bisnis mereka," ujarnya.

Para penjual tertarik untuk menggunakan Kioson dan mengembangkan bisnisnya karena ada keuntungan untuk pengguna baru, yaitu berupa modal yang berbentuk voucher Kioson sebesar Rp100.000 dan Rp50.000. Modal ini tentunya bisa digunakan para penjual untuk dijual kembali. Jadi para pelaku UMKM ini tidak dikenakan biaya sepeserpun untuk mengembangkan bisnisnya.

Jika para penjual sudah aktif mengembangkan bisnisnya dengan Kioson, mereka akan mendapatkan support seperti banner dan juga mendapatkan benefit lain berupa cicilan elektronik dan modal awal yang bisa dibayar dengan cara bertahap atau dicicil.

Namun, karena pada dasarnya kegiatan ini terlaksana dengan tujuan tugas kuliah, setelah selesai melakukan sosialisasi, Raka dan tim mengalihkan persoalan kepada pihak Kioson. Terlebih lagi untuk 2 pelaku UMKM yang serius ingin mengembangkan usahanya.

Walaupun begitu, Raka sendiri berharap mata kuliah peduli negeri ini terus berjalan. Raka juga menambahkan, "Saya sangat berharap kalau pelaku UMKM ini bisa mengikuti zaman. Karena sejak dulu, UMKM begitu-begitu saja. Dengan adanya kemajuan teknologi ini, harapannya mereka bisa membuka mata dan melihat celah agar usaha mereka lebih maju," Raka.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood.jpg

Properti dan Solusi

Kampus PUPR Jadi Contoh Greenship Neighborhood

T3 24 February 2019, 10:00 a.m.  |  2 Views

Kampus PUPR yang dikembangkan Kementerian PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood.

Buruknya Infrastruktur Pendidikan di Bekasi.jpg

Pendidikan

Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi

T3 24 February 2019, 09:00 a.m.  |  2 Views

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah, termasuk Jawa Barat pembanguan infrastruktur seharusnya jadi perhatian penting bagi pemerintah setempat.

Vaksin Rabies Gratis di Stan Dinas KPKP Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Vaksin Rabies Gratis di Stan KPKP Jakarta Indonesia Pet Show 2019

T3 23 February 2019, 09:00 a.m.  |  5 Views

Dinas KPKP Jakarta memberikan layanan vaksi gratis untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke JIPS 2019.

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kampung Batik Siap Tampil di Festival Budaya Musim Semi Belanda

T3 23 February 2019, 10:00 a.m.  |  3 Views

Belanda merupakan negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan warga di wilayah paling timur Kota Tangerang ini.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads