Fakultas Hukum

Berita Kawasan

Memaknai Omnibus Law, Niat Baik yang Terburu-buru

Kelahiran Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja sejatinya berangkat dari hasrat Presiden Joko Widodo untuk menyederhanakan dan mengharmonisasikan regulasi demi mendorong terciptanya lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia.

Konsepnya, Omnibus Law ingin menyederhanakan berbagai macam peraturan yang tidak sejenis dan memiliki banyak adresat atau subyek hukum dalam satu Undang-Undang. Hal ini terdengar sangat menyenangkan mengingat banyak sekali tumpang tindih peraturan, dengan adanya penyederhanaan maka akan memudahkan segala upaya penegakan hukum.

Memaknai Omnibus Law, Niat Baik yang Terburu-buru

Demikian yang disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum Indonesia Maria Farida Indrati dalam diskusi publik berjatuk Omnibus Law: Sapu Jagad Atau Sapu Rakyat di Gedung Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok (20/2/2020). Diungkap, dirinya ingin berprasangka baik pada Jokowi. Hanya saja Maria menyayangkan langkah yang diambil pemerintah terlalu terburu-buru.

“Pak Jokowi mungkin ingin melakukan kodifikasi hukum atau pembukuan jenis-jenis hukum tertentu secara lengkap dan sistematis. Padahal kodifikasi hukum sudah dilakukan dengan adanya pembagian seperti hukum pidana, perdata, hukum dagang dan lain-lain sejak abad 18 sudah selesai dilakukan,” ungkapnya.

[Baca Juga: Menakar Urgensi Omnibus Law Bagi Sektor Bisnis dan Investasi]

Dia juga mengingatkan bahwa omnibus law tidak dikenal dalam sistem dan tradisi hukum civil law yang dianut Indonesia. Akan tetapi dirinya tak menolak jika Jokowi tetap bersikukuh, asalkan teliti dalam merumuskannya. “Layar sudah berkembang, tak perlu mundur lagi. Tetap saja jalankan tapi butuh waktu lebih banyak lagi jangan terburu-buru minta 100 hari disahkan,” tegasnya.

Menakar Urgensi Omnibus Law Bagi Sektor Bisnis dan Investasi

Selain itu, menurutnya sebaiknya Indonesia meneladani pemerintahan Belanda. Yang mana tidak terburu-buru dalam menerapkan omnibus law di negaranya. “Belanda juga membuat omnibus law yang mengatur tentang pemanfaatan sumber daya air, tanah dan udara pada tahun 2016, dan baru akan diberlakukan 2021. Berarti 5 tahun untuk evaluasi dan sosialisasi,” tutupnya.

[Baca Juga: Ini Alasan Aliansi Masyarakat Sipil Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja]

Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan Pakar Hukum Lingkungan Andri Gunawan Wibisana. Dia mengungkapkan kekhawatirannya mengenai adanya upaya mengurangi konsekuensi hukum terhadap korporasi. Menurutnya, terdapat beberapa delik materiil yang berkurang bahkan hilang di RUU anyar ini, yang mana sanksi administrasi berupa denda, pembekuan dan pencabutan izin usaha tergerus.

Dia menegaskan bahwa para perumus RUU telah gagal memahami soal hukum pidana. “Karena sanksi pidananya dipersempit ke hukuman penjara, tidak ada lagi yang namanya denda pidana. Korporasi mana bisa dipenjarakan,” ceplosnya.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.